MY STARLA

MY STARLA
90. Galau dan Gambling



Jangan lupa votee dong sista... 😊😊😊


Setelah menidurkan Starla, Max duduk di sofa sambil membuka laptopnya. Cukup lama ia bergelut mengerjakan pekerjaannya yang beberapa saat tertunda. Berpuluh email laporan belum di bacanya..


Max teringat dengan perkataan dr Chan mengenai foto yang dimintanya. Max bingung... apakah aku harus memberikannya atau tidak. Jika aku memberikannya dan Starla mengingat masa lalunya apakah Starla akan meninggalkanku?


Tidak... aku tak ingin berpisah dengannya, tidak saat Starla kini sudah mulai membalas perasaanku. Tapi apakah aku tidak terlalu egois jika hanya memikirkan kebahagiaanku tanpa memikirkan kebahagiaan Starla. Jika aku mencintainya aku harus mengutamakan kebahagiaanya walaupun kebahagiaanya akan menyakitiku.


Max membuka wa nya lalu melakukan chat dengan Diego


" Diego kirimkan foto-foto semua orang yang dekat dengan Starla atau yang di kenalnya "


" Apakah Starla sudah sadar tuan? "


" Ya... tak usah banyak tanya, lakukan saja perintahku! "


Max melemparkan hp nya di meja, lalu berjalan ke balkon kamar, dinginnya China di malam hari tak dihiraukannya, hatinya yang sedang galau membuatnya tak merasakan apapun kini. Max mengeluarkan rokok nya dan menghisapnya berulang kali. Baiklah angaplah aku sedang gambling, jika Starla tak mengingat Anthony maka itu adalah rezekiku, namun jika ia mengingatnya maka aku akan menghilang selamanya dari hidupnya. Ucapnya sambil menginjaki puntung rokoknya.


Starla yang terkaget karena mendengar suara hp yang di lempar Max di meja pun berlahan duduk, ia tak melihat Max di seluruh kamar, hatinya menjadi takut... apakah Uncle Max meninggalkannya? namun ketika melihat pintu yang sedikit terbuka Starla memberanikan diri berjalan ke arah balkon kamarnya.


Starla mengintip Max yang nampak gelisah. Starla terus mengawasi Max yang menghisap rokoknya berulang kali sambil terus mendesah. Ada apa dengan uncle Max, belum pernah selama ini ia melihat Max seperti itu, biasanya uncle Max selalu tersenyum bahagia.


Starla mengambil coat Max dan tanpa suara mendatangi Max , Starla memakaikan coat tersebut ke bahu Max lalu memeluknya dari belakang


" Starla... apa yang kau lakukan disini, masuklah nanti kau sakit " ucap Max yang kaget dengan kehadiran Starla


" Uncle aku tak bisa tidur jika uncle tidak di sampingku " ucapnya manja, Max langsung tersenyum senang lalu membopong Starla


" Baiklah kemanjaanku, jantung hatiku ayo kita tidur " ucapnya dan membaringkan Starla di ranjang, Max berebah di sebelah Starla. Starla berbaring menghadap Max, ia mengelus-elus rambut Max sambil mencium kening Max


" Uncle Max tidurlah " ucap Starla, Max meletakkan wajahnya ke dada Starla, ia ingin menenangkan rasa kegalauannya di pelukan wanita yang membuatnya galau dan merana.


Starla terus saja mengelus rambut Max sampai Max tertidur. Setelah mendengar dengkuran halus Max, Starla lalu melepaskan pelukannya. Ia berlahan turun dari ranjangnya dan duduk di sofa. Starla mengambil hp yang tadi membuatnya terbangun lalu memeriksa isinya. Tak ada panggilan keluar hanya saja banyak panggilan yang tak terjawab.


Starla lalu memeriksa wa dan menemukan satu satunya chat yang dilakukan oleh Max yaitu pada seseorang yang bernama Diego. Sambil melirik ke arah Max, Starla memberanikan diri membaca isi chat tersebut. Hemm uncle Max meminta foto dari orang yang mengenalku... tak ada masalah dengan chat ini... lalu apa yang membuat uncle Max jadi resah dan gelisah??


Tak sengaja Starla menekan memory hp Max, banyak sekali foto dan video di sini ucapnya dalam hati. Starla membuka satu persatu foto yang tersimpan di hp Max, mengapa semuanya fotoku dan kebanyakan aku memakai seragam perawat, apakah dulu aku seorang perawat ? batinnya


Lalu ada beberapa video, beberapa video saat ia bernyanyi dan ada sebuah video dimana ia merawat Max. Lalu ada foto ia sedang bersama Max dimana Max memakai seragam dokternya, berarti uncle Max seorang dokter, tapi mengapa uncle tak pernah bekerja... ia hanya merawatku... tanyanya dalam hati


Starla sangat terkejut saat melihat foto terakhir yaitu fotonya dan Max yang sedang memakai baju pengantin, apakah uncke Max adalah suamiku dan kami sudah menikah? mengapa ia tak pernah menyinggungnya sama sekali dan membiarkan aku memanggilnya uncle? inikah yang membuatnya resah? karena aku tak mengingat kalau dia adalah suamiku?


Banyak pertanyaan di otaknya membuat kepala Starla menjadi sakit. Starla meletakkan hp Max kembali di tempatnya, ia lalu kembali ke ranjang dan berbaring di samping Max. Matanya terus memandangi Max yang sedang tertidur nyenyak.


" Maafkan aku uncle Max karena tak bisa mengingatmu, kau sudah begitu sabar merawatku.. aku berjanji akan membalas semua kebaikanmu " ucapnya sambil memejamkan matanya.


👓👓👓👓


Keesokan paginya Max telah siap untuk mengantar Starla ke ruangan tes lanjutan. Sejam yang lalu Max sudah mengirim seluruh foto yang di perlukan pada asisten dr Chan. Starla dan Max sedang sarapan di balkon kamarnya, Max yang memintanya.


" Starla... apapun yang terjadi ke depannya, aku hanya ingin kau tau bahwa aku sangat menyayangimu " ucap Max sambil menunduk, mau tak mau ia harus sudah siap mental apapun hasilnya jika Starla melihat semua foto tersebut .


" Uncle terimakasih banyak atas semua yang telah uncle lakukan untukku , aku juga sangat menyayangimu " ucapnya dengan wajah memerah, ucapan Max sungguh membuat hati Starla berbunga


" Ayo uncle, semakin cepat semakin baik... aku sudah tak sabar untuk pulang ke rumah kita " ucap Starla


" Iya uncle ke rumah kita, kita tak akan selamanya tinggal di RS kan? " ucap Starla sambil tertawa, Max tersenyum mendengarnya


" Jika kau mau pulang bersamaku, kau boleh memilih Starla kau mau pulang ke rumah yang mana " ucap Max senang


" Maksud Uncle apa? "


" Uncle punya rumah di Spanyol, Belanda dan di Prancis... kau mau pulang ke mana? "


" wah uncle apakah kau sungguh sekaya itu? "


Max hanya menganggukkan kepalanya


" Berarti aku boleh jajan dan belanja sepuasnya uncle? " tanyanya dengan mata berbinar


" Kau boleh membeli apapun yang kau mau honey "


" yey.... uncle kau memang yang terbaik ha ha " ucap Starla kegirangan


Tak terasa mereka sudah sampai di ruangan dr. Chan, di dalam ruangan sudah ada 4 dokter lain yang merupakan team analisa perkembangan jiwa Starla. Dokter Chan mempersilahkan keduanya duduk di sofa.


" Bagaimana keadaanmu pagi ini Starla? ada keluhan " tanya dr Chan


" Baik dan tidak ada keluhan " jawabnya dengan wajah berseri-seri


" Baiklah kalau begitu kita bisa mulai tes selanjutnya, Starla ini ada foto beberapa orang yang mengenalmu. Perhatikan baik-baik dan tak perlu terburu-buru, setelahbitu bagilah 2 foto itu... disebelah kiri adalah foto yang tak kau kenal dan kau tak mau mengenalnya dan letakkan di sebelah kanan untuk foto yang kau kenali atau ingin kau ketahui hubungannya denganmu " ucap dr Chan sambil menyerahkan setumpuk foto di hadapan Starla.


Starla mengamati satu persatu foto tersebut, sedangkan Max langsung keluar... ia ingin menenangkan jiwanya yang resah gelisah. Hanya rokok yang menjadi pelampiasannya kini, 30 menit berjalan begitu lama untuk Max wajahnya nampak sedikit memucat. Kegugupannya bertambah saat dr. Chan memintanya masuk, Max melihat ada 2 tumpukan foto yang terpisah, Max kemudian duduk di sebelah Starla.


Starla mendekatkan wajahnya mengendus bau Max


" Uncle Max kau habis merokok lagi ya? " tanyanya, dr Chan terkejut mendengarnya


" Sejak kapan kau mulai merokok Max? setahuku kau bukan perokok " tanyanya, Max hanya tersenyum menutupi kegugupannya


" Tidak hanya sekali-sekali saja " jawabnya


Baiklah Max... Starla sudah memilah foto orang-orang yang ingin di ketahuinya. Silahkan kau memberitahunya siapa saja orang yang ada di foto tersebut. Starla memperlihatkan sebuah foto pria dewasa pada Max


" Siapa dia uncle? "


" Namanya ............kau yakin Ingin mengetahui siapa dia. ...." tanya Max ragu


" yess uncle.... "


" Namanya.......


Siapakah foto yang Ingin di ketahui Starla... boleh tebak guesss , Apakah pemikiran kalian sama dengan thor.... 😊😊😊


See you next eps


Jangan lupa thor selalu menanti jejak jejak kalian


Happy Reading