
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Starla berlari-lari kecil menyusuri halaman Rumah Sakit. Ahh aku terlambat setengah hari, semoga dr Max tidak marah padaku.
Starla melakukan fingerprint nya, 2 orang perawat senior mendatanginya
" Heii Starla belagu kau ya, mentang-mentang anak emas dr Max kau datang seenaknya " tegur Mia
" Maaf Mia, tapi aku sudah izin pada dokter " jawab Starla tertunduk
" Jika kau sudah izin, lalu mengapa setiap jam dokter menanyakanmu. Jangan berbohong!! " ucap Mia kesal dan mendorong bahu Starla
Tok... tok... tok suara separu pria terdengar menuju ke arah mereka. Dokter Max nampak berjalan di dampingi seorang perawat baru keluar dari ruang operasi, wajah lelahnya terlihat ceria begitu melihat Starla
" Starla kau sudah datang, ayo temani aku makan " ucapnya
" Si dokter, maaf terlambat " ucapnya tertunduk
" Sudahlah, Rumah Sakit ini milikmu, kau bebas datang kapan saja " ucapnya sambil memainkan matanya. Starla pun mengikuti Max menuju ke restoran RS.
Mia dan kawannya yang melihat hal tersebut mendengus kesal.
" Apa sih bagusnya anak magang itu, hingga Doktet Max mengistimewakannya " ucap Mia
" Mungkin ia bisa di pakai Mia " sahut temannya
" Tapi dr Max tak begitu, aku beberapa kali mengodanya. Ia tak bergeming " sahut Mia
" Sudahlah kita bekerja saja lagi, kau masih ingatkan pesan Yohana, jangan berani-berani menganggu gadis itu jika masih ingin bekerja disini " .Keduanya pun kembali bekerja walau dengan hati yang dongkol.
Starla dan Max sudah memesan makan siangnya. Max memandangi Starla tanpa berkedip membuat jengah Starla.
" Dokter disini banyak orang, jangan memandangku seperti itu nanti orang salah paham " ucap Starla
" Aku rindu..... lelahku akan hilang walau hanya dengan memandangmu? " hanya itu yang keluar dari mulut Max. Starla hanya bisa menunduk, ia tak bisa berkata apa-apa.
" Anthony tak melakukan kekerasan kan padamu? " tanyanya lagi
" Tidak... ia hanya mengomel, dia bilang dia cemburu padamu " lapor Starla
" Aku juga cemburu Starla... tapi mau diapa. aku akan bersabar saja " ucap Max sendu
" Max tolonglah jangan membuatku serba salah, please. katanya kau casanova pasti banyak stok wanita cantikkan. Aku ini tak ada apa-apanya dibanding wanitamu yang lain " tolak Starla halus
Max menyentuh paha Starla dari bawah meja
" Kau tau Starla, rasa suka itu datang dengan sendirinya, kita tak bisa mengaturnya " ucap Max pelan sambil meremas paha Starla. Starla mencubit tangan Max, max sampai mengaduh
" kalau mau bicara, ya bicara saja itu tangan jangan gratilan " ucap Starla marah
" Ha ha ha aku hanya memastikan kau baik-baik saja " jawab Max asal
" Aku ada kejutan untukmu Starla "
" Kejutan? kejutan apa "
" Nanti kau lihat saja sendiri di ruanganmu "
" Ohh dr Max jangan membuatku penasaran, please..... " rayu Starla memperlihatkan wajah memelasnya
" Ha ha ha Starla... Starla... aku senang sekali melihat wajah memelasmu itu, seperti memohon untuk di cium "
" Tidak kau tidak Anthony, kalian sama saja mesumnya " ucap Starla marah
" Bagaimana kau sudah membandingkan ciuman siapa yang lebih kau sukai? " tanyanya lagi
Starla diam saja ia pura-pura tak mendengar pertanyaan Max.
Hp Starla berbunyi menandakan ada chat yang masuk, ia pun membacanya
" Jangan terlalu lama berduaan dengan Max, atau aku akan menghukummu " chat nya
" Whatttt.... OMG mengapa hidupku jadi begini... hik hik hik " Starla meletakkan wajahnya di meja dan menutupinya dengan kedua tangannya
" Aagrhhh... I hate both of you... " ucapnya lalu berdiri dan meninggalkan Max sendiri.
Starla memasuki ruangannya sambil memijit-mijit kepalanya, sikap Max dan Anthony sungguh membuatnya pusing, tiba-tiba matanya melihat sesuatu yang duduk di kursinya, ia pun mendekatinya....
" Aaaa....... OMG aaaaa " Starla berteriak kegirangan, boneka besar yang ingin dibelinya ada di ruangannya. Starla memeluk boneka putih tersebut
" Bagaimana kau suka ? " suara Max mengejutkannya
" Terimakasih Max, aku suka sekali " tak terasa menetes air matanya
Max menujuk pipinya, yang artinya ia minta dicium dipipi
" Nanti ada yang melihat " ucapnya takut
" Tenang saja, ruanganku dan ruanganmu ini bebas cctv, tak ada yang akan melihatnya " ujar Max
" Hanya di pipi ya, dan kau jangan menganggap lebih, ini hanya ucapan terimakasih " ujar Starla
Max mendatangi Starla lalu duduk di meja Starla
" Baiklah Starla... aku menunggu " ucapnya
" Tutup matamu "
" Tidak, nanti kau bohong " tolak Max
Starla pun mendekatkan bibirnya ke pipi Max, begitu sudah dekat Max memalingkan wajahnya sehingga cupp bibir Starla bertemu dengan bibir Max. Starla yang kaget terdiam, ia hendak mundur tapi Max sudah mengunci pinggang dan lehernya hingga ia tak bisa bergerak.
Max memperdalan ciumannya pada Starla, ia memasukkan lidahnya dan menghisap lidah Starla, Starla bingung harus bagaimana, Anthony saja tak pernah menciumnya seperti itu. Cukup lama Max melakukannya sampai ia melepaskan ciumannya, Starla masih terpaku.
" Bagaimana kau suka ciumanku? " tanya Max, Starla hanya diam, ia speccles
" Aku akan pergi rapat, kau bebas kerja hari ini tapi pulangnya harus sesuai jadwal. kau tidur saja di ruanganmu ini okay " ucap Max lagi sambil mencium pipi Starla lalu pergi sambil tersenyum puas
Beberapa saat setelah Max pergi Starla baru tersadar. Ia memukul kepalanya sendiri karena malu akan tingkahnya sendiri. Starla menuju ke sofa lalu merebahkan diri
" oh Starla... mati saja kau... mengapa kau murahan sekali... aaarghhhh " Starla menjambak rambutnya kesal
" Mati saja kau.. mati saja kau " ucapnya berulang ulang sampai tertidur
" Oh mama tolonglah aku ma.... Starla lelah hayati hik... hik... hik " keluh Starla dalam tidurnya.
🍹🍹🍹🍹
Sementara itu Max telah bertemu dengan beberapa orang yang di undangnya di sebuah restoran. Mereka membahas saham dan kepemilikan Rumah Sakit max
" Anda yakin mau menjualnya dr Max? mengapa apakah ada masalah? " tanya salah seorangnya
" Aku baru mencari pembeli, tapi kepastian penjualan nanti akan saya kabari pada yang berminat jika saya jadi menikah. Jika tidak jadi ya saya tak akan menjualnya " jawab Max
" Memangnya jika anda menikah anda mau kemana dokter, sampai ingin menjual aset anda? "
" Saya akan membawa istri saya ketempat dimana tak ada yang bisa menganggu kami " jawab Max. Setelah beberapa saat pertemuan berakhir, dimana ada 3 pihak yang tertarik untuk membeli Rumah Sakit Max.
Max kembali ke kantornya, ia menuju ke ruangan Starla, di buka nya sedikit pintu ruangan Starla. Nampak Starla tertidur sambil memeluk boneka putihnya.
Max tersenyum melihatnya.
Starla jika kau mau melepas Anthony dan memilihku, aku rela menjual Rumah Sakitku ini Starla. Aku akan membawamu jauh dari kekuasaan Anthony. Kita akan bahagia dibelahan dunia manapun dimana Anthony tak akan bisa menjangkau kita. Aku sangat berharap kau akan membalas cintaku Starla...........
Sampai disini dulu ya sista
Mau dibawa kemana hubungan ini.....
Pusing dah pala thor, mau bobo dulu
Mudahan bangun tidur Starla dan thor palanya sama sama fresh... 😅😅😅