
Anthony masuk ke kamar lalu menguncinya, ia duduk di pinggir ranjang. Anthony memandangi wajah cantik Starla yang sedang terlelap
" Sayang betapa aku sangat rindu padamu, tahukah kamu malam-malam yang kulewati tanpamu terasa begitu hampa. Kini kau telah kutemukan aku tak akan pernah melepaskanmu lagi.... " ucapnya dalam hati, tangannya merapikan anak rambut Starla yang berhamburan
Starla melenguh karena merasa terganggu namun ia tak terbangun, ia hanya membalik tubuhnya membelakangi Anthony, membuat baju tidurnya tambah tersingkap...
Dengan susah payah Anthony menahan hasratnya untuk menerjang istrinya itu, Anthony berlahan naik ke ranjang. Ia berebah di samping Starla, di raihnya kepala Starla dan menjadikan tangannya sebagai bantal untuk istrinya itu.
Di rengkuhnya tubuh kecil Starla ke pelukannya, ia menciumi rambut dan wajah Starla berulangkali. Tornadonya sebenarnya semenjak tadi telah menjerit namun ia tak mungkin melakukannya saat ini, ia hanya bisa memeluknya tak lebih.
Starla tidur bertambah nyenyak di pelukan Anthony, tanpa di sadarinya ia memeluk erat Anthony yang berebah di sampingnya hingga pagi. Sebelum jam 6 pagi Anthony bangun dan meninggalkan kamar Starla.
Sebelum pergi ia kembali menciumi kening, mata, hidung dan terakhir Cupp di kecupnya bibir sexy Starla. Anthony tersenyum bahagia ia pun kemudian bergegas kembali ke villanya.
Kokokan ayam jago membangunkan Starla dari alam mimpinya, ia tak langsung bangun...
" Mimpiku sangat indah semalam... Anthony datang dan menemaniku tidur, ia memelukku dengan erat... " ucapnya sambil memandang ke arah kaca di samping tempat tidurnya
" Walau ini hanya mimpi tapi aku sudah sangat senang, semoga nanti malam kau datang lagi di mimpiku Anthony dan kita akan bercinta.. " ucapnya sambil tersipu malu sendiri dengan pemikiran mesumnya. Tak bisa dipungkiri hormon hamilnya kadang membuatnya amat merindukan suaminya itu.
Sambil tersenyum Starla keluar kamar dan langsung melakukan aktifitas seperti biasa. Mama yang melihat Starla tersenyum ikut merasa senang, selama 2 bulan di desa baru kali ini ia melihat Starla tersenyum bahagia seperti itu.
Sepanjang hari Starla melakukan aktifitasnya dengan bahagia, hal serupa juga dirasakan oleh Anthony yang mengawasinya dari kejauhan.
Anthony menelfon dokter pribadinya dan menanyakan beberapa hal padanya. Senyum lebar terlihat jelas di wajahnya setelah selesai menelfon dokternya tersebut.
Tak lama wa nya berbunyi.
" Denbe pergi ke apotek, cari obat ini belilah... kembali secepatnya sebelum sore jika kau telat bulan ini kau tak akan ku gaji " titahnya
Dengan panik Denbe melihat jam di tangannya, Sheet...
" Boleh aku pakai helicopter kan?" tanyanya
" Terserah... yang penting kembali sebelum sore " tegasnya lagi
" Obat apa ini Anthony...? "
" Jangan banyak tanya, cerewet... " bentak Anthony lagi
" Ok boss... " Denbe segera ambil langkah seribu, ia tak mau kehilangan gajinya bulan ini
Dalam sekejap Denbe sudah sampai di sebuah Apotek, ia pun membeli obat yang di pesan Anthony. Namun karena tingkat kekepoannya yang tinggi Denbe memberanikan diri bertanya pada apoteker
" Maaf nona boleh saya tanya... obat apa ini? "
" Ini obat tidur yang aman untuk wanita hamil Tuan " jawabnya
" Terimakasih nona... " Denbe pun kembali ke Villa
Sepanjang jalan Denbe bertanya-tanya untuk apa Anthony memerlukan obat tidur untuk wanita hamil, berarti ia akan memberikannya pada Starla, tapi bukankah kata mama Starla tidurnya sangat nyenyak saat malam hari, lalu obat ini untuk apa?
Jika Starla meminum obat ini pasti tidurnya semakin nyenyak, mengapa Anthony ingin Starla tidur dengan begitu nyenyak? otak Denbe terasa pusing dengan banyaknya pertanyaan yang butuh jawaban Anthony, tapi Anthony pasti tak mau menjawabnya.....
Aarg..... bos.. bos... rutuknya dalam hati. secepat kilat Denbe menghadap Anthony dan memberi obat yang telah di belinya
" Anthony untuk apa obat itu? " mulut ceriwisnya tak bisa di bendung lagi walau ia tau Anthony pasti tak akan menjawabnya namun tak ada salahnya mencoba
Anthony menarik nafas panjang, ia heran juga mengapa ia masih betah saja mempekerjakan Denbe si super ceriwis itu
" Glek.... " suara Denbe yang menelan air liurnya dengan susah payah
" Oh begitu ya... kalo begitu aku tak akan bertanya lagi he he " ucapnya dengan wajah memucat
" Panggilkan Diego ke mari dan kau jangan menguping pembicaraan kami jika kau masih sayang dengan nyawamu " titahnya
Dengan merengut Denbe pergi mencari Diego, Mulutnya komat-kamit tanpa suara... sebenarnya ia sedang menyumpahi bosnya itu namun hanya berani dalam hati saja
" Apa susahnya sih berbagi informasi denganku....." jiwa keponya begitu terluka
Denbe segera menelfon Diego agar segera ke villa. Setelah Diego datang Denbe pun pergi keluar ruangan tentu dengan sedih karena tak mendapatkan info terbaru...
" Diego ..berikan obat ini satu butir ke makanan atau minuman Starla... minta mamamu untuk memberikannya tanpa sepengetahuan Starla " titahnya
" Obat apa ini Senior...? "
" Itu obat tidur untuk ibu hamil "
" Mengapa anda memberikan obat tidur untuk nyonya? " tanya Diego curiga
" Ee itu... karena semalam aku menemani Starla dan semalaman dia gelisah, makanya aku memintamu untuk memberi obat ini padanya " jawabnya
"Baiklah Senior.. saya pergi dulu " pamit Diego kemudian
Setelah kepergian Diego, Anthony tersenyum simpul
"Starla... aku tak sabar menunggu malam tiba, kita akan bersama lagi.... " ucapnya senang
Diegi pulang ke rumahnya, ia pun memberikan obat tersebut pada mama dan menjelaskan perintah Senior pada nya, tanpa banyak tanya mamapun mengiyakan.
Kebetulan malam ini ia akan memasak makanan kesukaan Starla, pasti Starla akan memakan habis hidangan tersebut, ia akan mencampurnya di makanan tersebut.
Selesai makan malam Starla langsung masuk kamar, ia merasa mengantuk sekali. Starla membuka baju tidurnya, kini ia hanya memakai kaos longgar tipis dan hotpant kaos. Selama hamil ia selalu merasa kepanasan itulah sebabnya ia tidur selalu memakai pakaian yang tipis dan pendek.
Tak makan waktu lama begitu menyentuh bantal Starla langsung terlena. Tak menunggu jam 10 Anthony telah bersiap mengunjungi Starla yang terlelap. Ia sudah mandi dan berdandan
" Anthony... mengapa kau wangi sekali dan hei... kau seperti hendak berkencan saja " Denbe terkaget melihat Anthony yang begitu rapi dan wangi
" Berisik... "
" Mau kemana kau boss... aku temani ya " rayunya
" Tidak... dan jangan ikuti aku " titahnya membuat Denbe semakin penasaran namun ia tak bisa berbuat apa-apa
Anthony memasuki kamar Starla berlahan, ia lalu menutup pintu kamar dan menguncinya. Matanya langsung menangkap tubuh Istrinya yang tengah tertidur hanya mengunakan kaos tipis dan hotpant
Tubuhnya langsung berdesir hebat padahal baru menatap nya saja dari jauh belum lagi menyentuhnya. Berlahan kakinya mendekati ranjang Starla, semakin dekat dadanya semakin degdegan... membuat tornadonya meronta minta pelampiasan.
Anthony membuka pakaian yang di kenalannya, kini ia hanya memakai boxernya saja. Anthony naik ke ranjang dan berebah di samping Starla, di rengkuhnya kedua pipi chabby tersebut... deg.. deg.. deg
Rasaku tak pernah berubah padamu sayangku.... cintaku... Anthony mencium bibir Starla dengan segenap rasa cintanya.....
Wah apakah yang akan terjadi malam ini....
nantikan up berikutnya