MY STARLA

MY STARLA
86. Andrew Junior Montenegro



Rita masuk setelah Max keluar dari ruangan bayi. Melihat tubuh Anthony yang bergetar karena menangis. Rita mengangkat Junior dari gendongan Anthony. Ia memberi kode pada Diego agar masuk dan menenangkan Anthony.


Malam ini berlalu dengan sangat lambat. Setidaknya itulah yang di rasakan Anthony dan Max. Menjelang subuh operasi akhirnya selesai, Starla di bawa ke ruang ICU. Sementara sampai jam 12 siang nanti belum bisa di jenguk.


Pagi hari Miranda, Nana dan Carmelia datang ke RS Medikal. Rita mengantar mereka ke ruang bayi. Miranda dan Carmelia masuk untuk menemui cucu mereka, keduanya menangis bahagia melihat cucu mereka yang begitu tampan dan sehat.


" Miranda bolehkan Junior kuberi nama Andrew, sama seperti nama kakeknya? " tanya Carmelia


" Tentu saja Senorita, saya bahkan senang sekali cucuku menyandang gelar Montenegro " jawab Miranda tulus. Mereka berdua bergantian mengendong cucu pertama mereka tanpa mengetahui keadaan Starla saat ini. Puas memeluk dan mengendong cucu mereka, keduanya lalu keluar ruangan mencari Anthony. Anthony berdiri di luar ruangan ICU, walau dokter mengatakan Starla belum bisa di jenguk, ia tak mau meninggalkan tempat itu.


" Anthony.... " panggil Carmelia, Anthony menoleh dan memeluk erat mamanya, ia menangis seperti anak kecil di pelukan mamanya. Carmelia memandang ke arah Denbe yang berdiri tak jauh dari mereka.


" Apa yang terjadi Denbe ? dimana menantuku? " tanya Carmelia sambil memeluk Anthony


" Starla masih koma, ia berada di ICU " jawab Denbe


" Apaaa..... apa yang terjadi padanya? " tanya Carmelian


" Brukkk..... " Miranda langsung pingsan mendengar Starla sedang koma. Diego bergegas mengangkat Miranda dan membaringkannya di kursi panjang. Nana pun langsung merawat Miranda.


Denbe menceritakan garis besar apa yang terjadi, Carmelia menangis mendengarnya.


" Sabar Anthony, mama yakin Starla akan baik-baik saja " ucapnya sambil memeluk putra semata wayangnya itu.


Tanpa ada yang mengetahui, Max semenjak operasi selesai selalu di samping Starla. Karena ia seorang dokter maka ia di perbolehkan masuk ke ruang ICU. Tangan Max tak berhenti memegang tangan Starla, sesekali ia menciumi tangan Starla yang di balut perban, bisa dikatakan 90% tubuh Starla terbalut perban.


Jam menunjukkan pukul 12.00, Anthony segera menemui dokter, ia ingin masuk dan menemani istrinya. Max pun keluar dari pintu khusus dokter, ia tak mau Anthony tau ia telah menemani Starla sejak pagi. Anthony menemani Starla di ruangan ICU sampai sore hari. Ia keluar karena dokter melarang pasien di temani pada malam hari.


Carmelia mengajak Anthony ke sebuah ruangan VVIV yang di sewanya di RS itu. Di dalam ruangan sudah ada anaknya yang sedang di timang oleh Miranda.


" Bagaimana keadaan Starla? apakah ia sudah sadar? " tanya Miranda


" Belum Miranda, starla masih koma " jawabnya tertunduk lesu


" Anthony.. besok junior sudah boleh di bawa pulang, walaupun berat badannya kurang namun ia sangat sehat, kita diperbolehkan merawatnya di Mansion " ucap Carmelia


" Anthony bolehkan mama yang memberikan nama untuk cucu mama ini? " lanjutnya


" Boleh... apa nama yang mama inginkan? " tanya Anthony


" Mama akan memberinya nama ANDREW JUNIOR MONTENEGRO... bagaimana? "


Anthony tersenyum mendengarnya tanda setuju


" Kalau begitu sekarang mandilah lalu makan, sepertinya Junior rindu pelukan papanya " rayu Carmelia agar Anthony mau makan. Anthony pun menurut


Saat Anthony beristirahat, Max kembali ke ruang ICU. Ia menemani Starla sepanjang malam


" Aku tak akan membiarkanmu berjuang sendirian Starla, aku akan selalu di sampingmu " bisiknya si kuping Starla


🏵🏵🏵🏵


3 hari sudah berlalu tak ada perubahan pada Starla. Dokter dan perawat di ruang ICU tak ada yang berani berkomentar melihat pasien yang bernama Starla selalu di temani oleh 2 pria berbeda, karena keduanya bukan orang sembarangan.


Carmelia dan Nana sudah pulang ke Mansion membawa Junior di kawal oleh Denbe, hanya Miranda yang bertahan, ia juga tak mau meninggalkan Starla di RS.


Perawat meminta Anthony untuk keluar namun Anthony berkeras tidak mau keluar, ia tak mau meninggalkan Starla seorang diri.


15 menit kemudian mesin berbunyi menandakan hilangnya detak jantung Starla. Dokter dan perawat hanya bisa terdiam, semua usaha mereka sia sia


" Maaf tuan... istri anda tak tertolong lagi, kami sudah berusaha semampunya " ucap dokter dengan sedih


Anthony meraung memeluki Starla yang sudah tak bernafas, Miranda dan Rita pun masuk mendengar teriakan Anthony. Keduanya shock melihat Starla telah tiada, tak ayal Miranda langsung pingsan dan tak lama Anthony juga pingsan. Rita disibukkan dengan mengurus 2 orang yang pingsan tersebut.


Max yang dikabari rekan sejawatnya perihal meninggalnya Starla langsung menuju ke ruang ICU. Ia tak percaya Starla sudah pergi, ia memeriksa tubuh Starla dengan teliti berharap ada kesalahan namun Starla memang sudah tak bernafas . Max naik ke brangkar Starla dan memeluknya dengan erat, di ciuminya kening Starla yang masih hangat. Perawat hendak melepas alat bantu pada Starla... namun Max melarangnya


" Biarkan alat bantu ini dulu sampai besok pagi, aku ingin menemaninya malam ini , aku akan membayarnya " pinta Max


" Tapi tak bisa di sini Max, bagaimana jika Starla kita pindahkan di ruangan saja. Aku akan meminjamkan alat bantu ini semalam untukmu " ucap rekannya tersebut.


" Bisakah kau rahasiakan hal ini Lex? " pinta Max, Alex menganggukkan kepalanya. Ia sangat memahami perasaan Max atas cintanya yang tak sampai itu.


Perawat memindahkan brangkar Starla ke kamar perawatan vviv. Di kamar itu hanya ada Starla dan Max, Max membersihkan bekas muntah Starla dengan telaten, Ia pun menganti baju rumah sakit Starla yang kotor terkena noda darah dengan yang baru. Selesai membersihkan Starla Max berbaring di sebelah Starla, Ia juga memejamkan matanya. Sudah 3 hari Ia tak tidur, malam ini Ia akan tidur nyenyak bersama Starla.


🍉🍉🍉🍉


Starla terbangun di suatu tempat yang asing


namun tempat itu Indah sekali


" Di mana ini... mengapa tak ada siapapun di sini " ucapnya dalam hati


" Starla... kemarilah, papa menunggumu di sini " suara seorang pria memanggilnya, Starla mengikuti arah suara berasal. Ia melihat seorang lelaki tampan tersenyum padanya dan membuka kedua tangannya


" Kemarilah sayang, papa rindu padamu " ucapnya lagi, Starla berlari memeluk pria tersebut


" Papa... sungguh kau papaku, kemana papa selama ini meninggalkan aku dan mama ? papa tidak sayang padaku hik hik hik " Starla menangis dipelukan pria itu


" Papa sangat sayang padamu nak dan juga mamamu, namun takdirku tak bisa bersama kalian " jawabnya lagi


Starla menangis di pelukan pria yang dirindukannya, sosok yang selama ini di carinya walau hanya dalam hati. Starla merasa nyaman berada di pelukan ayahnya, Ia pun tertidur kembali. Entah berapa lama ia tertidur, papanya membangunkannya berlahan


" Starla bangunlah nak, saatnya kau pulang menemaninya mamamu " ucapnya pelan


" Papa mengusirku? "


" Tidak nak... papa akan selalu menunggu kalian disini, papa tak akan kemana mana, ini minumlah air ini kau akan sembuh " ucap papanya lalu memberikan sebuah gelas berisi air padanya. Starla mengambilnya dan meminumnya sampai habis, tiba-tiba kepalanya sangat pusing dan terasa berputar Starla kembali tertidur.


🏥🏥🏥🏥


tit... tit... tit...


Sensor alat bantu Starla berbunyi kembali......


Apakah yang terjadi


Tunggu kelanjutannya di eps berikutnya


Selalu beri like komen dan votenya sista 😍😍