MY STARLA

MY STARLA
21. Gatot



Pengumuman guess ada adegan +21 dikit ya so yang belum cukup umur tolong di skipp aja 🙏🙏


Anthony mengendong Starla ke kamarnya sesuai permintaan Starla. Sesampainya di kamar Anthony merebahkan Starla di tengah ranjang. Anthony berbaring di sebelahnya dengan bersangga pada siku kirinya. Dipandanginya Starla yang nampak gugup. Di tolehkannya wajah Starla agar memandangnya.


" Mengapa kau terlihat sangat gugup? "


" Entahlah Senior mungkin karena ini yang pertama bagiku "


" Sungguh? "


" Anda tak percaya padaku? "


" Bukan begitu hanya saja zaman sekarang rata-rata gadis umur 16 saja sudah tak perawan "


" Kalau tak percaya ya sudah! " ucap Starla sambil mengerucutkan bibirnya karena kesal


" Ha ha ha kau lucu sekali Starla , karena itu aku akan membuktikannya sekarang " ucap Anthony sambil menarik tali pengikat baju mandi Starla. Disingkapnya baju mandi tersebut, nampak tubuh putih mulus Starla. Anthony meraba dada turun ke pinggang sampai ke kaki Starla.


" Kau sungguh seksi, kulitmu lembut sekali " bisik Anthony di kuping Starla


Tubuh Starla bergetar kembali


" Mengapa kau gemetaran Starla, aku hanya akan bercinta denganmu bukan mau membunuhmu! " ucap Anthony


" Kata teman ku pengalaman pertama itu sangat menyakitkan Senior, aku takut " jawabnya jujur


" Sudah hanya sakit sedikit percayalah, aku akan pelan pelan... okay "


Anthony mulai dengan mencium bibir ranum Starla, Starla membalas ciuman itu. Dia sudah mulai mahir berciuman. Tangan Starla meremas rambut Anthony sedang tangan Anthony mulai bergerilya ke dada montok milik Starla membuat Starla mendesah , Ciuman itu turun ke leher Starla


"Senior jangan membuat tanda dileherku please, besok aku harus magang " bisik Starla


Anthony langsung mengalihkan bibirnya ke dada Starla. Lama ia bergerilya di situ Starla kadang mendesah karena geli yang bercampur nikmat. Anthony memang kejam di luar sebagai ketua kartel. Namun di atas ranjang ia sangat lembut, ia mengangap bercinta adalah sebuah seni yang harus dinikmati berlahan lahan.


Cumbuan Anthony membuat tubuh Starla depresi, ia ingin lebih. Kini Anthony sedang berada di intinya Ia mencumbunya berlahan


" Oh Senior...... " Starla sudah tak tahan lagi rasanya dengan cumbuan yang menyiksa ini


" Panggil namaku Starla... memohonlah " ucapnya di sela sela cumbuannya


" Oh Anthony.... please aku... aku... sudah tak tahan " cicit Starla tangannya terus menjambak rambut Anthony. Anthony melepaskan cumbuan pada inti Starla kembali di ciumnya bibir Starla, Starla membalasnya dengan ganas. Tangan Starla kini membantu Anthony melepaskan kancing baju Anthony dengan tak sabar.


Baju Anthony telah terlepas entah di lempar kemana. Starla melepaskan sabuk anthony dan menarik res celananya, tangan mungilnya masuk ke sana dan menemukan tornado Anthony yang sudah mengeras. Di genggamnya milik Anthony kini Anthony yang mendesah nikmat. Anthony melepaskan seluruh pakaiannya... kini mereka berdua sama sama naked.


Dibukanya berlahan paha Starla, anthony sudah siap menerobos benteng pertahanan Starla


" Ini hanya akan sakit sebentar okay " bisiknya


Starla mengangguk lemah.... tiba tiba


Tok... tok... tok....


" Senior.... Siaga 1...Senior " pintu kamar Starla tiba tiba di gedor mengagetkan keduanya


" Sheet... sheett.... menganggu saja, jika tak penting akan kutembak kepala kalian " ucap Anthony sangat marah. Akhirnya ia memakai baju mandi Starla dan menuju pintu


" Tutupi tubuhmu Starla " perintahnya, Starla pun masuk ke dalam selimut dan membungkus tubuh indahnya.


Pintu dibuka dengan kasar oleh Anthony, Rita berdiri si depan kamar sambil memegang HP


" Ada apa? " tanyanya tanpa basabasi


" Ini tuan panggilan dari Tuan Denbe "


" Ya Denbe... sebaiknya ini penting, jika tidak akan kupecahkan kepalamu kali ini " ucap Anthony marah


" Maaf menganggumu Anthony, mata-mata kita melapor, Juan Dolga beserta 30 anak buahnya akan melakukan penyerangan ke Villa mu, mereka mau mengambil Starla. Waktumu 30 menit saja " ucap Denbe cepat


" Kurang ajar, jangan salahkan aku Dolga.. anakmu menyerahkan nyawanya sendiri, Baiklah Denbe... aku paham " ucap Anthoni sambil mengembalikan HP pada Rita.


" Suruh semua berkumpul dalam 5 menit, panggil Brenda dan Maid yang lain kemari !! " perintahnya


" Si Senior " Rita langsung melaksanakan perintah


Anthony kembali masuk ke kamar


" Starla pakai bajumu, bersiaplah kau akan kembali ke asramamu! " perintahnya sambil memakai kembali pakaiannya yang berserakan


" Ada apa Senior? " tanyanya


" Juan Dolga kemari, ia mau mengambilmu, aku tak mau ambil resiko kau harus meninggalkan Villa ini segera. Siapkan semua barangmu nanti maid yang akan mengangkatnya " jawab Anthony


Kembali pintu diketuk, Starla membukanya tampak Brenda dan beberapa maid juga datang


" Angkat semua barang Starla ke ruang bawah tanah... cepat " perintah Anthony lagi


Anthony menarik tangan Starla ke kamarnya. Dibukanya safety box nya, di ambilnya sebuah kotak pipih berwarna hitam. Ia membuka kotak tersebut dan mengeluarkan sebuah gelang lalu memakaikannya pada Starla.


" Jangan pernah melepasnya Starla, ini gelang titanium bermatakan berlian. Gelang ini menandakan bahwa kau adalah seseorang yang penting bagiku. Semua mafia montenegro paham akan hal ini. " jelas Anthony


" Kita tak akan bisa bertemu untuk beberapa bulan, karena itu akan beresiko untukmu, ingat selesai magang aku akan menjemputmu. Kau masih berhutang padaku My Starla " ucapnya lagi


Diciumnya gadisnya itu dengan ganas, seakan-akan ini adalah terakhir kali mereka akan bertemu. Dimasukinya mulut Starla lidahnya dengan lincah mengabsen isinya. 5 menit baru ciuman itu berhenti, nafas keduanya ngos2an. Anthony tak lupa mengambil beberapa gepok uang dan memberikannya pada Starla.


" Untuk sementara jangan mengunakam atm atau pembayaran digital, mengerti. Satu lagi tunggu aku, jaga dirimu jangan sampai tergoda dengan pria lain " wanti-wanti Anthony tak berhenti Starla sampai bingung


Kemudian mereka turun ke lantai 1. Di sana sudah lengkap berkumpul anak buah Anthony lengkap dengan senjata masing2.


" Pertama.... Rita kau dan anggotamu, bawalah Starla kembali ke asrama. Tugas mu dan rekanmu adalah menjaga keselamatan Starla selama 24 jam, mengerti. Ingat ini kesempatan ke dua kalian, jika gagal jangan salahkan aku. Langsung beri laporan padaku Rita. Sekarang pergilah !! " papar Anthony panjang lebar.


" Ayo Nona ikuti kami " ajak Rita pada Starla.


Starla memeluk Anthony dan mencium kedua pipi Anthony


" Berhati hatilah... aku akan menunggumu " ucapnya dengan mata berkaca kaca


Starla mengikuti Rita sedangkan team Rita berada di samping dan belakang Starla. Rita menarik sebuah tuas di samping lemari di lantai 2, terbukalah pintu menyerupai lift. Mereka masuk dan lift itu turun secara otomatis entah berapa lantai ke dalam tanah.


Setelah berhenti pintu lift otomatis terbuka, mereka keluar. Starla terpana ruangan bawah tanah itu sangat mewah. Rupanya itu adalah tempat oersembunyian darurat. Terlihat beberapa Maid wanita semua berada disitu.


Brenda berlari ke arah Starla dan mencium kedua tangan Starla sambil menangis


" Terimakasih Nona, kami semua berdoa agar nona segera menjadi Senorita kami. Kami berjanji akan mengabdi pada nona " ucapnya


" Sudahlah Brenda, aku hanya melakukan apa yang ku bisa lakukan. Jagalah anakmu dengan baik, yang mana suamimu? " tanyanya


Majulah seorang lelaki dari belakang Starla


" Saya Nona, Diego... terimakasih banyak atas kebaikan nona! " ucapnya tulus sambil menundukkan kepalanya


" Sama sama Diego, semoga anakmu nanti menjadi anak yang berbakti pada kedua orang tua " ucap Starla


" Diego kau disini saja menjaga para Maid, yang lain ikut aku... mari Nona waktu kita tak banyak " perintah Rita


Di luar ruangan tersedia 2 buah mobil. Satu mobil Ambulan dan yang satu adalah mobil minibus. Mereka memasuki mobil minibus tersebut. Setelah beberapa saat melihat cctv mobil tersebut keluar dengan Diego yang menekan tombol dari luar mobil. Dinding di depan mobil terangkat dan dihadapan mereka adalah jalan raya yang berjarak sekita 2 km dari Villa Anthony. Starla ternganga melihat pintu yang tertutup kembali dan yang terlihat hanyalah batu2 yang ditumbuhi rumput.


" Hebat sekali .... amazing " ucapnya tanpa sadar


" Anda tak perlu heran Nona, semua Mansion, vila, rumah persembunyian Senior Montenegro selalu memiliki pintu belakang seperti ini. Itulah mengapa Senior tak pernah tersentuh


" Lalu dulu mengapa istri Senior sampai bisa terbunuh Rita? " tanya Starla penasaran


" Itu diluar perhitungan Nona, yang meracuni Nyonya Clara adalah adik kandungnya sendiri karena termakan hasutan Senior Dolga. Ia menyamar menjadi maid. Nona Angel juga menyukai Senior, ia ingin merebutnya dari kakaknya " jelas Rita


Tut tut tut, Rita menelfon seseorang


" Haloo Rolan sudah sampai mana, 5 menit lagi mungkin Juan sudah sampai di Villa. Ingat Senior ada di wilayahmu, !" ucapnya


" Aku sudah mengudara membawa pasukan, 5 menit lagi kami sampai " jawab Rolan


" Siapa Rolan itu Rita? "


" Rolan adalah Wakil Pimpinan kartel kita untuk Wilayah Timur, segala sesuatu yang terjadi di Wilayah timur menjadi urusan dan tanggung jawab Rolan " jelas Rita


Perjalanan kembali sepi. Starla memikirkan Anthony apakah ia akan baik2 saja...


" Rita.... apakah Senior akan baik2 saja? "


" Jangan Khawatir Nona, ini bukan yang pertama ataupun yang terakhir untuk Senior " jawab Rita menenangkannya


" Nona bolehkah saya bertanya, mengapa Anda mebyelamatkan kami? "


" Karena Brenda sedang hamil Rita, aku tak mau anaknya tak punya ayah sepertiku, sungguh tak enak. Dan juga katanya kau tulang punggung keluarga " jawab nya


" Terimakasih nona anda sungguh berhati mulia, benar kata Brenda semoga anda akan menjadi Senorita kami " ucap Rita tulus


See you next eps


Ini 2 eps dah jadi satu ya, semoga puass


Jangan lupa tinggalkan jejak selalu