
" Dor... dor " bunyi tembakan membelah kesunyian malam
" Sudah habis Senior, ini yang ke 15 mafioso yang dikirim untuk menghabisimu " lapor Denbe. Anthony menarik nafas panjang sudah 2 minggu berlalu, akhirnya 1 tim yang dikirim Dolga habis juga. Tapi sampai kapan akan begini.....
" Denbe hubungi Dolga, aku akan berbicara padanya, aku sudah muak " titahnya. Denbe segera mengambil hp nya lalu menekan no Dolga
" Hallo " suara di seberang sana
" Hallo Senior.... ini dengan Denbe ""
" Ada apa? "
" Senior ingin bicara denganmu " jawabnya sambil menyalakan speakernya
" Dolga mafioso mu semua sudah kuhabisi, aku sudah muak " ucapnya marah
" Ha ha ha kalau kau menyerah serahkan saja gadismu untuk anakku, aku tak akan menganggumu lagi " jawabnya
" Tidak Dolga, tapi aku akan membalik keadaan " ucap Anthony
" Apa maksudmu? "
" Aku akan mengerahkan semua mafiosoku untuk membunuh anakmu Juan, tunggu saja " ancam Anthony.
Dolga tersentak mendapat ancaman dari Anthony
" Bagaimana ha ha ha, pasti wajahmu sekarang pucat seperti kepalanya Matt " ejek Anthony
" Kau curang, mengancam keselamatan anakku! " balas Dolga
" Memangnya selama ini kau tidak curang, aku tak pernah menganggumu Dolga. Kau yang selalu mengangguku "
" Baik-baik Anthony aku mengalah, aku janji tak akan menganggumu lagi jadi jangan ganggu anakku. Tapi ada satu syarat dariku " ucap Dolga
" Katakan ! "
" Ku ingin melihatnya " ucap Dolga
" Siapa? "
" Ya gadis itu, masa mamamu! "!jawab Dolga marah
" Untuk apa Dolga ?"
" Aku hanya penasaran, mengapa anakku sangat menyukainya... itu saja, setelah itu aku tak akan menganggumu lagi, aku janji " ucap Dolga sambil mengangkat sebelah tangannya ( woii Anthony mah ngak liat juga... ππ )
" Aku akan pikirkan.. nanti kuhubungi lagi " ucap Anthony
" Jadi bagaimana Anthony, kau akan mengabulkan syarat Dolga " tanya Denbe
" Akan kupikirkan dulu " jawabnya sambil menerawangkan wajahnya ke angkasa.
Starla aku rindu sekali padamu, tapi sepertinya kau tak rindu sama sekali padaku ucap Anthony dalam hati. Kembali di lihatnya satu persatu foto yang setiap hari dikirimkan Rita, di foto tersebut Starla selalu tersenyum bahagia dengan seragam perawatnya.
πΊπΊ Di Rumah Sakit πΊπΊ
Tak terasa sudah 3 minggu Starla menjalani magangnya, ia senang sekali bisa mempraktekkan apa yang selama ini dipelajarinya. Banyak hal-hal baru yang ditemuinya selama magang, walau harus ekstra sabar dalam menghadapi Max yang selalu merayunya di setiap kesempatan.
" Starla undangan pesta kebun dari Mentri Kesehatan kapan? " tanya Max
" Hemmm, besok sore Dokter jam 3.30 "
" Kalau begitu kau temani aku besok, minta izinlah pada mamamu " perintahnya
" Mengapa saya Dok, seharusnya kan kekasih anda yang menemani " tolaknya
" Kau kan tau, aku sudah putus dan kau sekarang asistenku ! " jawabnya tak mau kalah
" Aku tak bisa Dokter! " Starla takut nanti Anthony marah dan menghukumnya lagi
" Bacalah kontrak magangmu Starla! " ucap Max lalu meninggalkannya
Starla tau ia harus menuruti dr Max, akhirnya Starla mengambil hpnya lalu me Chat Rita
" Rita besok sore aku harus menemani dr Max ke pesta kebun, tolong jangan salah paham ya " ting oesan terkirim
Rita yang mendapat pesan dari Starla langsung menghubungi Denbe
" Denbe... Starla besok sore akan menghadiri pesta kebun dengan dr Max, bagaimana apa harus izin dengan Senior? "
" Aku akan memberitahu Senior dulu " jawab Chat Denbe
5 menit kemudian.....
" Boleh, tapi tak boleh ada kontak fisik!!! senior minta live report " chat dari Denbe
Mendapat jawaban dari Denbe, Rita pun langsung membalas chat dari Starla
" Boleh, tapi tidak boleh ada kontak fisik " ting chat Rita masuk
Starla membacanya dan tersenyum senang, karena mendapatkan izin dari Anthony.
Keesokan harinya Starla memilih gaun dari lemarinya, di ambilnya gaun putih sederhana dari lemari beserta kacamata dan topi putih lalu memasukkannya ke dalam tas.
Saat makan siang Max mengajak Starla makan bersama di restoran RS.
" Apakah kau punya gaun untuk nanti sore Starla? kalau tidak kita ke butik dulu " tanya Max
" Sudah, aku pakai gaun berwarna putih " jawabnya
" Baiklah kalau begitu aku akan menyesuaikan " ucap Max, lalu mengambil hp nya
" Bawakan aku satu setel jas berwarna putih " perintahnya
" Ayo Starla kita bersiap "
" Mengapa cepat sekali Dokter, ini baru jam 1.30 "
" Lokasi acaranya jauh memerlukan waktu 1 jam untuk sampai kesana " jawab Max
" Oh baiklah, beri aku waktu 30 menit bos " ucap Starla
" Jangan memanggilku bos aku tak suka " protesnya
" lalu.... "
" Panggil aku Honey!! " ucapnya santai
Buk... Starla melemparkan satu bungkus tissu pada Max, yang membuat Max tertawa geli
" Honey... palalu peang " oloknya dan langsung berlari kecil meninggalkan Max.
Tepat 30 menit Starla telah siap dengan gaun putihnya. Ia terlihat sangat cantik padahal hanya meluruskan rambutnya dengan alat sederhana agar rambutnya tak terlalu gelombang dan memakai make up tipis. Max yang melihatnya sampai ternganga, dari semua wanita yang pernah ditemuinya hanya Starla yang memiliki inner beauty di atas rata-rata.
" Starla pakaikan dasiku! " pintanya
" Tidak, pakailah sendiri dr Max, aku bukan kekasih atau istrimu " tolaknya
" Tapi kau asistenku " jawabnya lagi
Starla mengerucutkan bibirnya, ia kesal Max selalu mengunakan embel-embel asisten untuk memaksanya. Dengan terpaksa Starla memasangkan dasi Max, ia sampai berjinjit karena tinggi yang berbeda padahal ia sudah memakai hinghill 8 cm nya.
Karena posisinya sedang mengikatkan dasi, mau tak mau jarak mereka hanya sekitar 5 cm tipis sekali, dengan puas Max memperhatikan wajah cantik Starla, Starla yang merasa di perhatikan pun protes
" Bisa ngak matanya di arahkan ke tempat lain? " protesnya
" Kemana ? " goda Max
" ke atas "
Max kemudian melihat ke atas
" Starla pemandangan di atas kok gelap ya? hanya ada bulan " tanya Max
" Kok bisa, ini kan siang Dok, belum minum obat ya " ejek Starla. Max lalu memandang ke arah Starla lagi
" Gimana mau terang di atas, semua bintang ngumpul di sini " bisiknya di kuping Starla. Starla langsung menyentil kuping Max
" Dasar playboy cap gayung " ucapnya marah dengan pipi yang memerah
" Ha ha ha " Max tertawa senang bisa mengoda Starla
" Oh ya Dokter, ada satu syarat yang harus di ingat ya " celetuk Starla
" Apa? "
" Tidak ada kontak fisik, mengerti!! " tegas Starla, Max hanya tersenyum simpul
" Kita lihat saja nanti Starla " jawabnya
" Aku serius Dokter!! "
Mereka berdua keluar dari kantor Max, menuju ke parkiran mobil. Sepanjang jalan semua mata perawat melirik iri pada Starla, yang bisa selalu berdekatan dengan Dokter pujaan mereka. Pergerakan Starla juga tak luput dari pengawasan para pengawalnya yang menyamar, Rita mengambil foto Starla dari kejauhan dan mengirimkannya pada Anthony.
Sesampainya di parkiran, Max membukakan pintu mobil untuk Starla
" Silahkan Mrs Max " ucapnya
Starla masuk sambil melirik marah pada Max yang selalu mengodanya. Max duduk di kursi pengemudi lalu menyalakan mobilnya, Starla memakai safety belt nya sedangkam Max menekan sebuah tombol di depannya, tak lama kaca mobil otomatis berubah warna, Starla tidak menyadarinya karena sedang asik memasang safetybelt.
" Starla.... " panggil Max, Starla otomatis menoleh dan
Cupp bibir Starla bersentuhan dengan bibir Max, Starla terkejut sekali matanya sampai melotot.
Jeng... jeng... jeng
Bendera merah dikibarkan
See you next eps
Happy Reading guess
Gaun Starla