
Pagi ini Starla sudah siap dengan seragam perawatnya. Ia senang sekali. Starla mendapat 7 setel seragam, yang artinya ia bertugas setiap hari di Rumah Sakit Elit. Karena shif kerja yang berbeda dengan Sisi akhirnya Sisi memutuskan untuk tidur di mess Rumah Sakit saja. Selain itu ia tak mau menganggu kebersamaan Starla dengan sang mama.
Miranda sangat bangga melihat Starla mengenakan seragam perawatnya. Tak sia-sia selama ini ia bekerja keras untuk menyekolahkan anak tunggalnya itu.
" Mengapa menangis ma? " tanya Starla
" Mama bahagis sayang, kau sangat cantik mengunakan seragam perawat ini, tetapi mengapa warnanya tidak putih seperti perawat biasa? " tanya Miranda
" Itu karena aku magangnya di RS Elite, dr Max ingin pasien santai bahkan terkesan bukan di RS tetapi seperti sedang menginap di Hotel . Tentu dengan pembayaran yang sesuai ma " terang Starla
Starla mengikat ekor kuda rambutnya, memakai bedak tipis saja lalu memakai lipgloss nya. Tak lupa ia menyemprotkan parfume kesukaannya pada lengan dan lehernya.
Diego sudah menunggu di taksinya. Starla duduk santai sambil memainkan hp nya.
" Diego kau dan Rita tidur dimana kalau malam? " tanya Starla
" Aku dan Rita tidur di rumah nona, sedangkan team pengintai tidur di mobil mereka
" Team pengintai ? jadi berapa banyak jumlah kalian? " Starla tambah penasaran
" Tidak banyak Nona hanya 15 orang? " jawabnya santai
" Whatt?? 15 orang, hanya untuk mengawasiku? apakah Senior sudah gila " ucap Starla terkejut
" Tidak nona, memang seperti itu protokolnya. 10 orang di sekitar anda termasuk saya dan Rita dan yang 5 menyamar di RS " jelas Diego
" Mengapa banyak sekali Diego, menurutku cukup kau dan Rita saja " protes Starla
" Tidak bisa Nona, anda adalah wanitanya Senior Montenegro dan akan menjadi Senorita kami. Anda adalah orang yang sangat penting bagi Senior, jika ada apa-apa dengan anda kepala kami taruhannya " jawab Diego
" Ah kau bercanda kan Diego? " Starla tetap tak percaya
" Apa Nona lupa, kejadian di Villa. Nona baru di peluk saja dengan orang lain, kami berlima akan mati jika nona tak menolong kami. Apalagi jika nona sampai terluka " ucap Diego lagi. Starla terdiam, ya memang itu benar.
Jadi aku sekarang harus ekstra hati-hati dalam bertindak, banyak nyawa dipertaruhkan. Oh mama mengapa hidupku jadi rumit begini.... Starla hanya bisa mengeluh dalam hati.
" Nona... sudah sampai " suara Diego mengagetkannya
" Baiklah, terimakasih Diego " ucapnya sambil keluar dari mobil
Jam menunjukkan pukul 07.45 menit. Starla langsung ceklock dan menuju ruangan Yohana untuk melapor.
" Pagi Nyonya Yohana " sapa Starla ramah
" Oh pagi Starla, panggil aku Yo saja, aku merasa tua jika dipanggil Nyonya ha ha " jawab Yohana
" Baiklah, apa tugas saya Yo? " tanyanya
" Selama sebulan ini kau akan bertugas mengantikanku, menjadi asisten dr Max. Jadi tugasmu kemana-mana mendampingi Max, kecuali jika dr Max ke RS Primer, disana dia sudah punya asisten sendiri.
Kau harus tau jadwalnya dan menyiapkan keperluannya " jelas Yohana panjang lebar
" Bagaimana jika jadwal pulangku tiba, sedangkan Dokter belum pulang apakah aku harus menunggunya yo?
" Tergantung Dokter saja, jika ia menginginkan kau menemani sampai ia pulang ya harus menunggu, tapi tenang saja otomatis masuk hitungan lembur " jawab Yo
" Apakah ada orang-orang tertentu yang harus kutau Yo, misalnya orang tua, sahabat atau kekasih Dokter yang perlu perlakuan khusus?"
" kalau kekasih Dokter terakhir yang kutahu ini... namanya Aria, tapi apa sudah putus aku tak tau " jawab Yohana sambil memperlihatkan foto seorang gadis cantik pada Starla
" Pagi Dokter " sahut keduanya
" Apa saja jadwalku hari ini Starla? " tanya Max. Yohana memberikan diktatnya pada Starla. Starla pun membacakan jadwal Max dari pagi hingga petang.
" Baiklah ayo Starla ikuti aku, Yo kau disini saja. Jika Starla ada kesulitan ia bisa menelfonmu " perintah dr Max
Starla mengikuti dr Max mengunjungi pasien-pasiennya. Starla senang sekali dengan tugas-tugasnya. Senyumnya selalu merekah, membuat Max semakin menyukainya. Tak terasa waktu makan siang, Max dan Starla menuju reatoran RS Elite. Mereka duduk di meja khusus yang memang hanya diperuntukkan bagi dr Max
Mereka makan siang sambil berbincang-bincang seputar pasien.
" Dokter setelah sebulan menjadi asisten anda, saya nanti akan di tempatkan di mana lagi? " tanya Starla antusias
" Kau boleh pilih, membantu di ruang operasi apa di UGD atau menjadi istriku saja " sahutnya sambil tersenyum usil
" Uhuk uhuk..., tak bisakah anda serius Dokter! " ucap Starla marah
" Aku serius Starla apalagi tentang kau jadi istriku, ayolah Starla apa kurangnya aku untuk menjadi suamimu " rayu Max
" Dengarkan baik-baik dr Max, saya hanya bisa menjadi karyawan, teman atau adikmu itu saja pilihannya. Tidak lebih!! " jawabnya sambil menghabiskan makannya
" Mengapa Starla, apa kau sudah punya pacar? " tanyanya, Starla terdiam...
" No commant " jawabnya pelan
" Ha ha ha seperti artis saja jawabanmu, aku tak akan menyerah Starla. Kecuali kau memberikan jawaban yang memuaskanku aku akan tetap mengejarmu " tekad Max
" Terserah anda Dokter, yang jelas aku tak memberikan harapan padamu... okay " jawab Starla
Begitulah hari-hari Starla di Rumah Sakit, Max tetap melancarkan jurus sakti rayuannya, sedangkan Starla hanya menghindar saja. Sebenarnya ia ingin mengatakan yang sebenarnya pada Max tentang hubungannya dengan Anthony, tetapi ia takut Max tak percaya dan malah mengolok-oloknya.
Sementara itu setiap hari setelah pulang magang, Starla mendapat pelajaran yang berbeda dari Nana. Nana mengajarinya tata krama di meja makan, di acara pesta terbuka dan pesta tertutup. Cara berjalan, cara mengandeng Senior sampai urusan melayani Senior di kamar dan di atas ranjang.
2 hari sekali Starla di lulur lalu di Spa bahkan seminggu sekali menjalani spa ******. Menurut Nana Starla harus selalu bersih cantik dan harum. Bahkan jika nanti sudah jadi Senorita, mandi saja harus dilayani.
" Kau harus siap mental untuk naik kasta Starla , tugasmu hanya menyenangkan dan melayani Senior. Itu saja " pesan Nana
" Si Nana. Nana aku mau bertanya "
" katakan "
" Mengenai dr. Max, ia selalu merayu dan menembakku, apa aku harus memberitahunya tentang hubunganku dengan Senior padanya? "
" Menurutku percuma saja, aku mengenal Max sejak kecil. Dia tak akan menyerah kecuali melihatmu benar-benar menikah dengan Senior. Sifatnya berubah sejak Senior menikah dengan Clara, dulu ia tak begitu " jelas Nana
" Baiklah, aku akan menurutimu Nana " ucap Starla
" Sekarang kita lanjutkan pelajaran kita. Biasanya Senior kalau malam tidur dikamarnya sendiri Starla, jika ia menginginkan istrinya baru ia mengunjungi istrinya, itupun hanya sejam atau 2 jam " ucap Nana
" Jadi mereka tak pernah tidur sekamar? "
" Ya Starla.... " jawab Nana, berarti Senior tak bohong jika ia bilang aku adalah wanita pertama yang melihatnya di pagi saat bangun tidur.
Starla bingung, dengan istrinya dulu tak pernah tidur sekamar tapi kemaren di Villa kami semalaman di ranjang yang sama bahkan senior tak pernah melepaskan pelukannya saat tidur..... apa ada yang salah ya.... 🤔🤔🤔 apa Senior sudah berubah sekarang....🙄🙄🙄ah pusing pala barbie, mending tidur aja.
See you next eps
Jangan lupa tinggalkan jejak selalu