
Vote vote vote..... 😊😊
Marla mengandeng tangan Anthony, hatinya terasa berdebar. Di akuinya ia merasa sangat senang saat ini, setidaknya kini hubungannya dengan Anthony ada kemajuan. Maka ia juga akan semakin dekat dengan anaknya.
Denbe bergegas membukakan pintu mobil untuk Marla
" Silahkan nona cantik " ucapnya sambil membungkuk
" Terimakasih Denbe "
Keduanya sudah duduk si dalam mobil, Denbe melajukan mobilnya dengan santai tak lupa ia menaikkan kaca pembatas seperti janjinya.
" Mengapa kaca pembatasnya di naikkan? " tanya Starla
" Tidak apa-apa, itu hanya agar si ceriwis itu tak menguping pembicaraan kita "
" Memangnya mengapa jika ia mendengar? "
" Kau tak mengerti Marla bagaimana mulut ceriwisnya itu sudah membuat heboh Mansionku, ia mengatakan pada mamaku bahwa Junior akan segera memiliki mama baru "
" Mama. baru? apakah kau akan menikah Senior? " dada Marla terasa sakit mendengarnya, ia bertanya sambil menatap Anthony dengan mata yang berkaca-kaca
" Tidak.. kau salah mengerti, yang dimaksud Denbe mama baru ya kau, karena aku mengajakmu dinner "
" Memangnya kau tak pernah dinner dengan seorang wanita selama ini, hingga Denbe berkata seperti itu "
Anthony menghela nafasnya
" Semenjak kematian Starla, kau wanita pertama yang dinner denganku " jawab Anthony, matanya membalas tatapan Marla.
" Kau bohong Senior , aku pernah melihat beritamu kau berpasangan dengan seorang wanita bernama Monalisa. Bagaimana mungkin kau tak pernah dinner dengannya " protes Marla
" Aku pergi sebagai pasangan karena ayahnya memaksa.. hanya itu, apakah kau cemburu? " tanya Anthony sambil tersenyum
" Aku tak punya hak untuk cemburu Senior, aku hanya takut malah Monalisa yang akan cemburu " sahutnya
" Untuk apa Mona cemburu, dia bukan siapa-siapaku " Anthony kembali meraih tangan Marla lalu mengecupnya , ada gelenyar aneh setiap kali kulitnya bersentuhan dengan Marla , Anthony masih mencari tau apa itu
" Terimakasih... "
" Untuk..? "
" Benarkah...? " Starla senang sekali mendengarnya
" Bolehkah aku bertemu dengan Junior kapan-kapan? "
" Tentu saja, tapi ada Syaratnya "
" Syarat... apa? "
" Besok setelah kau menyanyi, aku ingin menemuimu di ruang ganti dan jauhkan asistenmu. Aku ingin berdua saja denganmu " Ucap Anthony
" Memangnya ada perlu apa, hingga kau ingin berdua saja denganku? " Tanya Marla penasaran, Anthony mendekati wajah Marla..
Deg.... deg... deg...
apa yang ingin dilakukannya, apakah ia ingin menciumku Marla menunduk, ia merasa gugup
" Rahasia.... " jawab Anthony di kuping Marla sambil meniup kuping Marla, bulu kuduknya sampai berdiri... kurang ajar ia mengerjaiku, wajah Marla memerah karena malu , sumpah demi apapun ingin sekali rasanya aku mengigit bibir nakalmu itu vampir tua.... rutuk Marla dalam hati
Mobil berhenti menandakan mereka sudah sampai di tujuan. Keduanya keluar dari mobil, mereka berjalan beriringan, tangan Anthony kini memeluk pinggang Marla. Marla tak keberatan, ia malah menikmatinya
Keduanya memasuki sebuah restoran mewah di tengah kota, Denbe sudah memesan sebuah ruang privat untuk keduanya. Selagi menunggu pelayan yang akan menunjukkan tempat mereka , seseorang menegur
" Anthony... tak kusangka kita bertemu di sini " sapa seorang wanita
" Hai Alexis " sapa Anthony tanpa melepaskan tangannya dari pingang Marla,
" Kau dinner dengan seseorang? aku juga... bagaimana kalau kita gabung satu meja? " ajak Alexis
" Huh tante-tante ganjen ini, masih saja suka menganggu " desis Marla dalam hati
" Maaf Alexis aku sudah memesan privat room " tolak Anthony
" Haii Anthony... apa kabar bro... " sapa seseorang yang tak lain adalah Adrian, adik Alexis
" Haii Adrian kau kembali " sapa Anthony lalu menjabat tangan Andrian, Anthony dan Andrian dulu bersahabat saat Anthony berpacaran dengan Alexis
happy reading selalu