MY STARLA

MY STARLA
33. Piknik



" Selamat pagi, Senorita " ucap mereka serentak. Anthony mempersilahkan Starla untuk duduk di sebelahnya. Semua mata tak berkedip memandangi Starla yang terlihat begitu cantik seperti barbie, termasuk Anthony sendiri


" Ehem... ehem.... " Denbe pura-pura batuk


" Okay kalian sudah melihat dan memperhatikan calon Senorita kita, jadi kalian paham sekarang kita punya 2 orang yang akan mendapat pengamanan tingkat 1, mengerti!! " ucap Denbe


" Mengerti. !! " kembali mereka menyahut serentak


" Jadi kemaren gadis yang di televisi itu hoax ya " tanya Paula


" Perhatikan baik-baik Paula " ucap Anthony sambil menepuk tangannya 2 kali. Masuklah perias Starla. Ia langsung mengikat dan merapikan rambut Starla lalu memakaikan wig nya


Semua langsung mengangguk tanda mengerti.


" Kapan Nona akan diperkenalkan sebagai Senorita? " tanya Paula lagi


" Aku akan menikahi Starla kurang lebih 2 bulan lagi, tetapi aku tak akan mengumumkannya di publik. Aku tak ingin kejadian yang menimpa Clara terulang lagi. Orang - orang hanya akan mengenalnya sebagai wanitaku, juga dengan tampilan seperti ini " jelas Anthony


" Bagaimana jika Senorita hamil, kita tak bisa menyembunyikannya "


" Itu bisa kita pikirkan nanti " jawab Anthony


" Paula aku akan mengadakan pernikahan di Villaku yang berada di Wilayahmu, persiapkan sebaik-baiknya. Jangan sampai bocor, siapa saja yang boleh menghadiri bisa kau tanyakan pada Denbe. Lanjutkan rapat kalian, aku akan mengunjungi kebunku dulu. " titah Anthony


" Si senior!! " jawab mereka serentak


Anthony mengandeng Starla meninggalkan ruang rapat. Anthony mengajak Starla ke kamarnya dan duduk di Balkon kamarnya. Anthony memangku Starla, dagunya diletakkan di bahu kiri Starla dan tangannya melingkar di pinggang gadisnya itu.


" hemmm gagal semua rencanaku " keluh Anthony


" Rencana apa Anthony? " tanya Starla


" Kau tau rencanaku 2 hari ini kita akan bercinta, mandi bersama.... berenang bersama.. aarg... mengapa ada bulan di antara kita " omelnya


" Ha ha ha... itu artinya Tuhan tidak merestui, lagi pula sebaiknya bercinta dilakukan saat kita sudah menikah, bukankah begitu? " ucap Starla. Anthony kembali mengendus-endus rambut dan leher Starla


" Bagaimana jika kita percepat pernikahan kita " usulnya


" Tapi kan aku masih magang, tinggal 2 bulan lagi. Bersabarlah!! " pinta Starla


" Kau tak tau betapa tersiksanya aku Starla!! " ucap Anthony marah. Ia menurunkan Starla dari pangkuannya lalu berdiri sambil memegangi pagar balkonnya ( ngambek ceritanya ya guess 😅😅 )


Starla bukannya tak tau, Anthony pasti sangat tersiksa menahan keinginannya. Tapi mau bagaimana lagi, jika ia menerima keinginan Anthony untuk mempercepat pernikahan pasti magangnya tak akan selesai.


Starla berjalan mendekati Anthony, dipeluknya Anthony dari samping. Sambil berjinjit ia berbisik pada Anthony


" Jangan marah sayang, nanti kau cepat tua "


" Apa katamu... ulangi lagi " pintanya senang


" Sayang.... jangan marah lagi ya.... bersabarlah sedikiiiiit lagi " rayu Starla sambil mengoyang-goyangkan tangan Anthony, bibirnya tersenyum senang. Ditariknya kembali Starla ke kursi dan memangkunya lagi


" Mulai sekarang panggil aku sayang saja, " pinta Anthony


" Baiklah sayangggg... ha ha " Starla tertawa geli. Sudah tua tapi kok bucin banget hi hi


Anhony mengeratkan pelukannya pada pinggang Starla, Starla melingkarkan kedua tangannya ke leher Anthony. Anthony melahap bibir ranum Starla. Starla membalas ciuman tersebut, bunyi kecupan menghiasi pagi yang damai.


Hp Anthony berbunyi, Starla melepaskan pagutan mereka sambil membenahi rambut dan gaunnya yang berantakan


" Hallo " jawabnya malas


" Bagaimana Anthony, aku menunggu kabar darimu " suara Dolga terdengar. Anthony memandangi Starla yang sedang merapikan rambutnya


" Nanti malam jam 20.00 di Restoran Hotel ku jangan terlambat " jawab Anthony akhirnya


" Starla ganti bajumu, kita akan ke kebunku " ajak Anthony


" Ke kebun... horeee " Starla senang sekali akhirnya ia bisa jalan-jalan


Dengan cepat Starla kembali ke kamarnya. Ia berganti pakaian. Starla memakai atasan kaos ketat berwarna putih dan celana panjang levis berwarna biru. Diambilnya sebuah scraf lalu mengikatkannya di lehernya untuk menutupi kissmark nya. Jaketnya mana ya ??


Starla masih asik mencari jaket yang sesuai, ah ini saja ucapnya senang


" Nona, Senior sudah menunggu anda di parkiran " ucap maid


" Oh ya... aku terlalu asik memilih baju he he " ucapnya malu. Dengan berlari lari kecil Starla menuruni tangga. Dilihatnya Anthony sudah menunggunya di mobil, tampan sekali... cicitnya dalam hati


" Maaf, apakah kau lama menunggu? " sapa Starla, sambil naik ke atas mobil. Anthony tersenyum melihat scraf yang melingkar di leher Starla


" Tak usah ditutupi, aku suka melihatnya " ucapnya sambil melepaskan scraf tersebut


" Tapi aku malu, Anthony " jawabnya


Beberapa maid datang membawa 2 keranjang dan beberapa kotak. Mereka meletakkannya di kursi belakang.


" Selamat berpiknik Senior, Nona " ucap mereka sambil menunduk


Anthony menjalankan mobilnya menuju area kebunnya yang terletak sekitar 10 km dari Mansionnya. Beberapa mobil dan motor nampak mengikuti dengan jarak yang telah di atur.


" Kebun apa yang kau punya sayang? " tanya Starla antusias. Anthony tersenyum mendengar panggilan sayang dari Starla hatinya berbunga-bunga.


" Kebun buah " jawabnya


" Wah benarkah, nanti aku boleh memetiknya kan? " tanyanya


" Sepuasmu Starla "


" Yey.... " Starla bertepuk tangan kegirangan. Sepanjang jalan mata Starla tak berkedip, ia sangat menikmati jalan-jalan nya hari ini.


" Sepertinya kau senang sekali? apa kau senang bepergian " tanya Anthony


" Ya... aku senang sekali bepergian, tapi karena tak punya uang jarang sekali aku bisa berlibur seperti orang lain " jawab Starla polos


" Jika kau senang bepergian, setiap kau dapat libur magang aku akan mengajakmu jalan-jalan, bagaimana? " ajak Anthony


" Sungguh..... terimakasih " Starla senang sekali senyumnya semakin mengembang. Aku janji akan membuatmu selalu tersenyum Starla ucapnya dalam hati.


Mobil mereka memasuki area perkebunan yang luas. Awalnya mereka melewati tanaman jagung yang tersusun rapi, tak lama ribuan pohon lombok berjejer berwarna warni buahnya.


Semakin ke dalam tanaman nanas berjejer di tanah yang berlereng. Buahnya masih kecil baru seukuran genggaman tangan saja. Jalan yang mereka tuju semakin naik, udara yang dihirup juga semakin sejuk. Sampailah mereka di kebun apel. Anthony menghentikan mobilnya.


" Ayo turun, kau boleh memetik apel sepuasmu " ucap Anthony. Starla berlari ke pohon terdekat. Pohon pohon itu tidak terlalu tinggi, namun buahnya banyak sekali. Starla memetik satu apel lalu memakannya


" Manis dan segar sekali " ucapnya


" Ya semanis dan sesegar dirimu Starla " jawab Anthony lalu mengecup bibir ranum itu.


Puas memakan apel langsung dari pohonnya, Starla mengambil hpnya lalu berselfie ria. Tak lupa ia berselfie dengan Anthony. Anthony membawa keranjang di tangannya mengikuti Starla yang asik memetiki buah apel di sekelilingnya. Matanya tak lepas memandangi kecantikan gadisnya itu. Sesekali ia mencuri ciuman pada pipi atau bibir Starla. Starla tak ambil pusing karena hatinya sedang senang sekali.


Hari sudah siang waktunya makan siang. Pengawal Anthony mengangkat keranjang dan perlengkapan yang di bawa dari Mansion.


Rita menyusun makanan yang akan disantap oleh Senior dan Starla. Sedangkan untuk mereka sudah tersedia nasi kotak siap saji.


Setelah siap mereka memanggil Anthony dan Starla yang sedang asik memetik apel. Keduanya makan siang dengan riang. Starla kembali menyuapi Anthony sambil sesekali berbincang. Dari kejauhan pengawal-pengawal Anthony merasa senang melihatnya, akhirnya Senior mereka bisa tersenyum dan bahagia kembali setelah sekian tahun.


Setelah kenyang, Anthony berbaring di paha Starla. Starla mengelus-elus rambut hitam Anthony, tanpa sadar Anthony tertidur hingga sore. Sementara Starla hanya menunggui Anthony tidur sambil menikmati pemandangan indah yang terhampar di sekelilingnya.


Tut... tut... tut... hp Rita berdering


" Hallo... ada apa Denbe? " saut Rita


" Rita... apa yang dilakukan Senior disana sampai sore begini, apakah mereka bercinta disana? " tanyanya tanpa dosa


" Kau dan mulut sampahmu itu setan tua " jawab Rita marah


" Kirimkan foto mereka, aku ingin melihatnya! " pintanya


" Tidak!! "


" Hei hantu laut, kau lupa siapa aku!! "


" Memohonlah setan tua ha ha "


" Baiklah.... tolonglah hantu laut yang cantik jelita.... " rayu Denbe


" Kau berhutang padaku setan tua " ucap Rita lalu mengambil foto Anthony yang tertidur di pangkuan Starla dari kejauhan, lalu mengirimnya pada Denbe


Denbe tersenyum senang melihat foto yang dikirimkan Rita. Akhirnya kau menemukan belahan jiwamu Anthony. Denbe menelfon Carmelia, mama Anthony. Dengan mulut ceriwisnya ia berumpi ria dengan Carmelia. Topiknya tentu Anthony yang tengah bucin dan kasmaran pada Starla. Tak lupa Denbe mengirimkan foto yang tadi didapatnya dari Rita.


Carmelia senang sekali melihat anaknya yang tertidur di pangkuan Starla. Ia sangat berharap Anthony secepatnya menikah dan memberinya cucu. Laki-laki atau perempuan ia tak perduli, yang penting ada suara tawa bayi yang akan meramaikan Mansionnya yang sepi.


" Montenegro... doakanlah anak kita, semoga gadis ini akan menjadi pendampingnya hingga ia tua dan akan memiliki anak yang banyak. " doa Carmelia sambil memandangi foto anaknya dengan Starla.


Ini dah lebih dari 1300 kata ya... jangan dibilang dikit lagi... 😭😭 jempol sampe lemes ngetiknya tau..... 😅😅


Jangan lupa tinggalkan jejak sista


See you next eps


Anthony menunggu di mobil