MY STARLA

MY STARLA
25. Aku menginginkannya



Maaf buat semua nitizen, kemaren up nya slowly karena lagi memperbaiki naskah untuk pengajuan kontrak novel. sekarang dah kelar mudahan up nya bisa lebih sering.


Jangan lupa dukung thor terus, supaya thor juga semunguttt buat nulisnya... 😍😍


Kesibukan dan kepanikan terlihat jelas di Sebuah Rumah Sakit terkenal di Meksiko. Kedatangan rombongan Senior Dolga semakin membuat keadaan Rumah Sakit menjadi mencekam.


Senior Dolga dan para anggota mafianya menunggu di luar ruang operasi. Mereka sudah menunggu selama 1 jam. Tak terkira kemarahan Dolga begitu mendapat kabar anak semata wayangnya terluka karena melakukan duel dengan Anthony yang notabene adalah musuh bebuyutannya.


Tak lama berselang, pintu ruang operasi terbuka. Beberapa Dokter keluar diikuti beberapa perawat yang membawa Juan.


" Bagaimana keadaan Juan, Dokter? " tanya Dolga


" Senior Juan tertolong, untung cepat di bawa ke mari. Terlambat sedikit saja saya tak berani menjamin Senior akan selamat " jawab Dokter tersebut


" Tempatkan anakku di ruangan terbaik, berikan pelayanan dan pengobatan terbaik !! " ucapnya


" Tentu saja Senior " jawab Dokter takut-takut


" Matt... kita rapat di Mansionku, suruh beberapa maid menjaga Juan!! " perintahnya sambil pergi meninggalkan Rumah Sakit, setelah mengetahui anaknya akan baik-baik saja.


Di Mansion Senior Dolga telah berkumpul beberapa kepercayaan Dolga. Nampak pula Matt yang merupakan orang kepercayaan Dolga yang bertugas mengawal Juan ke mana-mana.


" Ceritakan Matt, bagaimana anakku sampai terluka ? Kau sungguh tak becus !! " ucap Dolga marah


Matt menceritakan awal pertemuan Juan dengan gadis bernama Cleo yang ternyata adalah wanitanya Senior Anthony. Juga perkelahian di tempat Omar yang berujung pada penyerangan ke Villa Anthony hingga tantangan duel yang di layangkan Juan pada Anthony.


Keringat Matt menetes deras menceritakan kejadian itu, ia takut Dolga akan marah dan berakhir dengan peluru yang akan memecahkan kepalanya.


" Ha ha ha itu baru anakku.... ha ha " Dolga berucap bangga, ternyata ia bukannya marah malah senang


" Kalian lihat kan calon pengantiku, ia bukanlah seorang pengecut. Sebaliknya ia seorang pria yang pemberani, aku bangga padanya " ucapnya lagi yang di iringi tepukan tangan mafioso yang hadir.


" Tapi senior, terkadang Senior Juan terlalu gegabah tak mau bersabar. Jika sudah ada keinginannya " ucap Matt


" Di situlah fungsimu Matt, menasehatinya bukannya membiarkannya. Kau beruntung Juan selamat, jika tidak.... sudah kupecahkan kepala botakmu itu!! " omel Dolga


Matt kembali menghapus keringat yang menetes di kepala botaknya.... 😅😅 ( jadi geli deh thor bayanginnya)


" Siapa gadis yang disukai anakku itu Matt? "


" Katanya namanya Cleo, tapi aku sudah mencari mengenai data-datanya tak ada yang cocok dengan gadis itu. Kurasa Cleo hanya nama samaran Senior " jawab Matt


" Apakah gadis itu sangat cantik, sampai anakku sebegitunya? "


" Tentu Senior, anda tau bagaimana selera Juan " jawabnya


" Nyalakan tv nya, sepertinya masuk berita! " ucap salah seorang mafioso


Dolga dan semua yang ada di ruangan itu pun menonton tayangan seputar Anthony dan Juan. Dolga memperhatikan dengan seksama wajah gadis yang disukai anaknya. Mengapa wajah gadis itu terasa tak asing bagiku? tanya Dolga dalam hati


" Gadis yang sangat cantik, memang sangat pantas bersanding dengan anakku . Tapi gadis itu milik Anthony... itu adalah masalah besar. Apa kalian ada solusi? " tanya Dolga


" Senior hubungan kita dengan Kartel Montenegro sudah kurang baik, jika kita menganggu wanitanya akan semakin memperparah keadaan. Sebaiknya Senior Juan mencari gadis lain, bukankah Juan sudah punya kekasih? " saran salah seorang mafioso


" Kalau menurutku, jika Senior Juan menyukainya gampang saja. Kita habisi saja Anthony dan kita dapatkan wanitanya. Kesenangan Senior Juan adalah yang utama " usul yang lain


Dolga mendengarkan satu persatu saran yang masuk.


" Senior ada kabar dari Rumah Sakit, Senior Juan sudah sadar!! " lapor salah satu maid


" Ayo kita ke Rumah Sakit " bergegas Dolga bangkit dan kembali melihat anak kesayangannya.


🍯 Di Rumah Sakit 🍯


" Haii Junior, bagaimana kabarmu? " sapa Dolga begitu memasuki ruangan


" Baik pa! "jawabnya


" Mengapa kau gegabah sekali Junior ? hanya karena seorang wanita " tanya Dolga


" Dia wanita yang spesial Papa "


" Mengapa spesial ? kau kan sudah punya kekasih, apakah masih kurang. Kalau kau mau Papa akan mengumpulkan semua wanita tercantik di Meksiko untukmu " ucap Dolga lagi


" Tapi gadis itu wanitanya Anthony, nak. Ia milik orang lain "


" Papa tau apa yang membuatku menyukainya? "


" Apa Junior? "


" Gadis itu mengingatkanku pada Oma, mereka mirip pa. Papa taukan aku sangat menyanyangi Oma " jawab Juan


Dolga tersentak mendengarnya, pantas ia merasa tak asing dengan wajah gadis itu. Ya Juan benar wajah gadis itu mirip dengan mamanya, hanya warna rambutnya yang berbeda. Rambut mamanya gelombang kecoklatan, sedang gadis itu berambut hitam dan lurus. Dolga memijit kepalanya... mengapa gadis itu bisa mirip dengan mamanya


" Papa ada apa? " pertanyaan Juan menyentakkan Dolga dari lamunan


" Tidak apa-apa Junior, apa kau sungguh - sungguh menyukai gadis itu ?" tanya Dolga


" Ya papa, aku tak perduli ia wanitanya Anthony, aku menginginkannya "jawabnya


" Baiklah Junior, papa akan membantumu, sekarang kau istirahat saja sampai sembuh, serahkan masalah ini pada papa " ucapnya sambil mencium kening anaknya


" Si papa " jawabnya


Dolga kembali meninggalkan Rumah Sakit.


" Matt hubungi Ivan.... " perintahnya


" A.... apa? anda sungguh-sungguh? " Matt terkejut mendengar perintah bosnya itu.


Bagaimana tidak Ivan adalah pembunuh bayaran termahal, tak pernah Ivan gagal melaksanakan misinya. Hanya orang-orang tertentu yang mempunyai no kontaknya, karena hanya sedikit orang yang mampu membayar jasanya


" Tentu saja bodoh, kau dengarkan keinginan anakku. Aku harus menyingkirkan Anthony" jawabnya marah


" Jika hanya ingin membunuh Anthony, mengapa tidak menyuruh mafioso kita banyak Senior? "


" Tidak.... aku sudah berulang kali memerintahkannya, tapi selalu gagal. Pengamanan Anthony tak bisa ditembus orang biasa, hanya Ivan yang sebanding " jawabnya lagi


" Baiklah Senior, tunggu sebentar " akhirnya Matt melakukan panggilan pada Ivan


" Hallo Ivan di sini, dengan siapa saya berbicara " suara bariton Ivan terdengar kaku


" Hallo Senior Dolga ingin berbicara dengan anda, sebentar " sahut Matt lalu menyerahkan hpnya pada Dolga


" Hallo Ivan, Dolga disini " sapanya


" Ada perlu apa Senior? "


" Aku ingin kau menyingkirkan seseorang! "


" Siapa?? "


" Anthony Montenegro "


" Ha ha ha... yakin kau mampu membayarku, kurasa uang Anthony lebih banyak darimu " ejeknya


" Sebutkan saja hargamu Ivan, tak usah basabasi! "


" Baiklah nanti akan ku beritahu nominalnya, tapi aku tak bisa cepat Senior Dolga, aku masih punya 4 misi, paling tidak 2 bulan lagi baru bisa menerima misi baru " jawab Ivan


" Ok tak masalah, kutunggu " ucap Dolga sambil tersenyum puas


Itulah seorang Ivan, pembunuh bayaran no 1 di Meksiko. Ia tak pernah bertanya mengapa orang menginginkan kematian targetnya. Yang penting ia mendapat bayaran yang sesuai dengan pekerjaannya.


Tak terhitung sudah pekerjaan yang di terimanya selama 5 tahun ini. Padahal dulu Ivan adalah seorang Polisi yang sangat berbakat. Namun karena teman-temannya iri dengan cepatnya ia naik pangkat, Ivan pun di jebak hingga di penjarakan.


Sakit hati membuatnya jadi putar haluan, sekarang siapa yang tak mengenal namanya, walau hanya sedikit orang yang mengetahui wajahnya.


Apakah Ivan dapat membunuh Anthony, atau sebaliknya?


Baca terus novel ini, semakin lama semakin seru, salam membaca


Jangan lupa tinggalkan jejak selalu