
" Mommy... mommy... " ucap Junior mengagetkan semua orang yang mendengarnya, Marla tertawa mendengar suara lucu Junior yang memanggilnya mommy
" I'm not your mommy... call me auntie " ucapnya berpura-pura walaupun hatinya sebenarnya bersorak girang
" Mommy.... "
" Auntie ...sayang... "
" Mom.... mommy.... " kekeh Junior, kembali Marla tergelak lalu mencuiminya kembali
" Baiklah terserah padamu Junior... kau boleh memanggilku sesukamu "
ucapnya di sela-sela ciumannya
"Ehem -ehem... asik sekali kalian, sampai melupakanku " protes Anthony dengan nada cemburu, ia lalu duduk di sebelah Marla sambil mengulurkan tangannya pada Junior namun Junior menolaknya, ia malah merebahkan kepalanya ke dada Marla
" Hey Junior.. gadis ini milikku, mengapa kau yang menguasainya " kembali Anthony protes
Carmelia senang sekali melihat pemandangan di depannya, ia berharap Junior bisa mendapatkan ibu sambung yang menyayanginya dengan tulus
" Anthony bolehkah aku bermain di pantai dengan Junior ? " tanya Marla, Anthony dan Carmelia saling pandang, Carmelia pun mengangguk
" Baiklah... ayo aku akan menemani kalian... " ucap Anthony...lalu menghubungi Rita agar mengamankan lokasi
Ketiganya lalu berjalan ke pantai, Marla melepas alas kakinya lalu ia menurunkan Junior ke pasir
" Pegang sebelah tangannya Anthony " pintanya sambil memegang sebelah tangan Junior, kini mereka bertiga berjalan beriringan. Junior yang masih belajar berjalan senang sekali karena kakinya basah terkena buih ombak
" Mommy.... papa...ha ha ha " rucaunya berkali kali sambil melompat dengan kedua tangannya di pegangi oleh mama.. papanya, hati Starla terasa teriris... Junior maafkan mommy yang selama ini tak ikut merawatmu... maafkan mommy, tak terasa air matanya menetes
Anthony tak sengaja melihat air mata Marla, ia mendudukkan Junior di pasir lalu menarik pinggang Marla agar menempel padanya
" Ada apa.. mengapa kau menangis? " tanyanya sambil menghapus air mata Marla, Marla menunduk menyembunyikan emosi yang berkecamuk di dadanya
" Tidak... aku hanya kasihan pada Junior... ia bahkan tak pernah merasakan pelukan mommynya " jawabnya lalu mendorong Anthony, di angkatnya Junior ke pelukannya lalu menciuminya kembali
" Maafkan mommy.. maafkan mommy " ucapnya berkali-kali dalam hati, Anthony tersenyum melihat kelakuan Marla
" Apa kau menyukai anak kecil Marla? " tanyanya
" Tentu saja... wanita mana yang tak menyukai anak-anak, apalagi anak setampan ini " jawabnya cepat
Lagi-lagi Anthony memeluk Marla yang sedang mengendong Junior
" Kalau begitu maukah kau menjadi istriku, menjadi ibu sambung untuk anakku dan melahirkan anak-anak kita kelak " ucap Anthony di kuping Marla
Marla speccles ia kaget mendengar pertanyaan Anthony yang begitu mendadak..
" kau.... kau... melamarku Senior? " tanyanya ragu
" Ya bisa di bilang begitu.. maaf jika mendadak, Kau tidak perlu menjawabnya sekarang. kita kembali dulu nanti Junior masuk angin " ajak Anthony, Anthony mengambil Junior lalu mengangkatnya tinggi membuat Junior tambah tergelak senang.
Marla mengandeng sebelah tangan Anthony, mereka kembali ke Villa sambil bercanda.
Carmelia menunggu ketiganya dengan 3 buah handuk di tangannya, matanya mengawasi Marla yang sedang bergurau dengan anak dan cucunya
" Memang benar kata Miranda... Dia sangat mirip dengan Starla, ah besok aku akan membawa Miranda ke sini agar bisa melihat gadis ini, perasaan seorang Ibu tak akan salah " gumam Carmelia
Setelah mencuci kaki dan membersihkan Junior , mereka duduk santai sambil memandangi pantai. Anthony pamit karena ada pekerjaan yang harus di lakukannya di ruang kerja dengan Denbe.
Carmelia mempergunakan kesempatan itu untuk mewawancarai Marla yang masih asik saja mengendong Junior
" Marla dimana kau tinggal? " tanyanya
" Aku tinggal di Apartemen bersama managerku "
" Orang tuamu.. dimana mereka tinggal? Apakah dia kota ini apa di kota lain? " selidiknya lagi
" Sepertinya aku tak punya orangtua"
" Entahlah Senorita, apakah aku masih punya keluarga atau tidak "
" Bagaimana mungkin kau sendiri tak tau.... apakah kau yatim piatu sejak kecil? " tanya Carmelia semakin penasaran
Marla menarik nafas panjang lalu menghembuskannya berlahan
" Ceritanya panjang, Apakah anda mau mendengarkannya Senorita? " tanya Marla, dengan cepat Carmelia mengangguk
" Beberapa bulan yang lalu aku terbangun di sebuah Rumah Sakit di Singapura setelah koma beberapa bulan. Kondisiku sangat parah, banyak luka di sekujur tubuhku terutama di bagian kepala , aku menderita amnesia parah, tidak ingat apapun namun aku bisa berbahasa Meksiko " ucapnya... Starla sengaja menyembunyikan perawatannya di China untuk menutupi kelakuan Max
" Di sana aku bertemu dengan orang Meksiko juga bernama Mr. Rodrigue Ia berbaik hati membayar perawatanku dan membawaku ke sini untuk mencari keluargaku, itulah mengapa saya menjadi penyanyi dengan harapan jika keluarga saya melihat ku, mereka akan mencariku " lanjutnya
" Apakah sudah ada yang mencarimu? "
" Entahlah sampai sekarang belum ada yang mengakuiku sebagai keluarga.. mungkin memang aku tak punya keluarga " ucap Marla. Melihat Junior yang mulai mengucek matanya, Marla lalu berdiri dan menyanyikan lagu nina bobo sambil mengoyang-goyangkan badan Junior.
Tanpa di ketahui Marla, Carmelia mengamera percakapannya dengan Marla, Ia akan memperlihatkannya dengan Miranda.
" Jangan-jangan Marla adalah Starla, lalu siapa yang kami kubur kemarin??? " banyak pertanyaan yang membutuhkan jawaban
Anthony datang tak lama setelah Junior tertidur, Carmelia mengambil Junior dan pamit pulang dengan alasan ada perlu, dengan berat hati Marla melepaskan Junior dari pelukannya
" Jangan khawatir Marla... menginaplah lagi, besok pagi kami akan kembali lagi ke sini.. okay.. dadah muah.. muah... " pamit Carmelia
Carmelia mendekati Anthony dan berbisik...
" Hei anak durhaka aku sudah membantumu... malam ini buatlah anak dengannya... buatlah ia jatuh cinta.. besok mama akan kembali lagi, ia calon mama yang baik untuk Junior " ucapnya lalu pergi
Setelah kepergian Carmelia dan Junior, tiba-tiba Anthony langsung membopong Marla dan membawanya ke kamarnya
" Auuww.... turunkanlah aku Anthony, apa yang kau lakukan " ucapnya kaget
" Aku hanya menurutinya perintah mama " jawabnya
" Perintah apa? "
" Membuat adik untuk Junior "
" Adik....? apa heii aku bahkan belum menjawab lamaranmu....!! "
Anthony meletakkan Marla di ranjang, lalu mengukungnya
" Terserah kau mau menjawab apa... yang penting kita buat dulu " bisiknya si kuping Marla membuat bulu kuduknya berdiri
" Anthony... ini masih siang.... " tolaknya sambil mendorong dada Anthony, Anthony mengambil ke dua tangan Marla dan mengangkatnya ke atas kepalanya lalu mengenggamnya erat, membuat Marla tak bisa bergerak. Sebelah tangannya meraba pinggang Marla berlahan
" Aku tak perduli, nanti malam kita bisa ulang lagi " ucapnya tak mau di bantah. Anthony kembali menumpahkan hasratnya sampai puas tanpa perlawanan lagi dari Marla, ia malah ikut terhanyut dengan permainan si Vampir tua.
Lelah dengan aktifitas siang sampai menjelang senja, Marla dan Anthony terlelap sampai petang. Keduanya terbangun karena ketukan di pintu. Anthony memakai baju mandinya lalu membuka pintu, terlihat Denbe dengan senyum usilnya
" Sepertinya kau habis bercinta ya... " ucapnya blak-blakan
" Katakan apa maumu, sebelum pistolku yang bicara..." jawabnya kesal karena Denbe selalu saja menganggunya
Orang kita mau memberikan laporan mengenai Marla, seperti yang kau perintahkan..... ucap Denbe, ya beberapa waktu lalu Anthony memerintahkan beberapa orangnya untuk menyelidiki Marla dan mengikuti kegiatannya.
Wajah Anthony berubah... ia takut sensiri mendengan anak buahnya akan melapor, ia sangat berharap investigasinya terhadapnya Marla akan mendapatkan hasil yang bagus.
" Tunggu aku di ruang kerja " ucapnya lalu masuk untuk berpamitan dengan Marla , Anthony merapikan selimut Marla lalu mengecup keningnya
" Sayang terimakasih ya... aku ada pekerjaan sedikit di ruang kerja, kau istirahatlah.. Nanti aku akan memanggilmu jika makan malam siap... " pamitnya
Entah mengapa tiba-tiba perasaan Marla jadi tak enak... dadanya berdegup kencang... ada apa ini.... ucapnya sambil meraba dadanya
See you next eps
Jangan lupa tinggalkan jejakmu