
Pagi ini Starla menjalani pemeriksaan kembali, sorenya ia mulai terapi berjalannya. Starla di bawa ke ruangan khusus dimana di ruangan tersebut tersedia berbagai alat yang akan membantunya dalam terapi. Max selalu mendampinginya, ia tak pernah lelah dalam hal pengobatan untuk Starla.
Namun ada hal yang membuat Starla bingung. Setiap kali ia berdekatan dengan uncle Max nya dadanya terasa dag dig dug, terlebih apa bila mereka bertatapan wajahnya langsung terasa menghangat seakan seribu semut mengerubungi wajahnya. Apakah jantungku bermasalah ? apa yang salah denganku? cicitnya dalam hati.
Setelah 3 hari terapi di dalam ruangan, kini Starla sudah banyak kemajuan. dr Chan menganjurkan agar Max mengajak Starla berkeliling di taman RS. Max mendorong kursi roda Starla sampai di samping taman, lalu Max mengandeng Starla berjalan di taman. Saat asik berjalan seseorang memanggil Max
" Max... haii disini kau rupanya " ucap seorang wanita dewasa yang sangat cantik, setidaknya itulah yang di lihat Starla. Max lalu mendudukkan Starla di kursi taman
" Duduklah dulu di sini, uncle ada perlu dengan nona vee " ucapnya lembut lalu berjalan mendekati wanita tersebut. Mata Starla tak lepas mengikuti pergerakan Max.
Nona Vee memeluk Max dan cipika cipiki. Keduanya berbincang akrab dan sesekali tertawa tanpa menyadari Starla yang mulai meneteskan air matanya melihat adegan itu.
" Mengapa hatiku sakit melihat Uncle Max dengan wanita itu, apakah wanita itu kekasihnya? hik hik hik " ucapnya dengan nada cemburu
Max yang tak sengaja melihat ke arah Starla kaget melihat Starla menangis, tanpa pamit pada Nona Vee Max berlari mendekati Starla di kursi taman
" Ada apa Starla... mengapa kau menangis, apakah ada yang sakit? " tanya Max panik sambil meraba kening Starla
Starla memegang dadanya
" Dadaku sakit Uncle " jawabnya dengan air mata yang tambah banyak, Max langsung membopong Starla dan berlari menuju ruang pemeriksaan dr. Chan
" dr Chan tolong.. dada Starla sakit... tolong periksa " teriaknya begitu sampai, ia membaringkan Starla di brangkar dengan nafas ngos ngosan.
Dokter Chan segera mengambil stetoskopnya dan memeriksa dada Starla, cukup lama dr Chan memeriksanya. Selesai dengan pemeriksaannya dr Chan mengajak Max untuk berbicara di luar
" Max tak ada masalah apapun dengan dada Starla, masalahnya lebih ke psikisnya. Coba kau ajak bicara dari hati ke hati apa yang membuatnya menangis tadi, usahakan jangan melakukan apapun yang membuatnya tertekan dulu karena ia baru sadar dari komanya " ucap dr Chan
" Baiklah dr Chan, saya akan menanyakannya " ucap Max sambil menarik nafas lega
" Max satu lagi.. bisakah kau menyediakan foto-foto keluarga Starla dan orang-orang yang disayanginya, kami membutuhkannya untuk melakukan tes lebih lanjut " lanjut dr Chan
Max tersentak mendengarnya
" Ba... baik dokter aku akan usahakan " ucap Max terbata. Max mengatur nafasnya... ia menenangkan dirinya sendiri terlebih dahulu.
Max mendatangi Starla yang menunggunya. Max kembali membopong Starla sambil tersenyum manis padanya
" Ayo kita kembali ke kamar " ucapnya
" Uncle apa kata dokter " bisiknya di kuping Max, Max hanya tersenyum sambil terus berjalan menuju kamar mereka
" Uncle Max..... " panggilnya manja. Sesampainya di kamar Max mendudukkan Starla di sofa, Max duduk di hadapan Starla.
" Sekarang katakan pada Uncle mengapa dadamu sakit, apa ada yang tidak kau sukai? " tanyanya pelan, Starla diam sejenak
" Aku tidak suka melihat nona Vee " ucapnya tertunduk
" Mengapa? "
" Aku.tidak tau uncle, dadaku sakit melihat uncle dekat dengannya hik hik hik " Starla kembali menangis, Max memeluk Starla
" Baiklah uncle berjanji tidak akan bertemu dengan nona Vee lagi, berhentilah menangis " rayunya
" Benarkah uncle? " ucapnya dengan mata berbinar
" Uncle tidak marah atau keberatan? "
" Tentu tidak... tak ada yang lebih penting selain kebahagiaanmu, uncle sangat sayang padamu " ucap Max kembali memeluk Starla
" Apakan nona Vee adalah kekasih uncle? " tanya Starla sambil tertunduk
" Bukan... nona vee adalah pemilik Spa dan massage , aku berbincang dengannya hanya ingin bertanya apa dia bisa melakukan spa dan massage untukmu di sini... di ruanganmu. Tapi terserah padamu Starla " jawab Max
" Tidak uncle... aku tidak mau " sungutnya
" Uncle apa ada yang salah padaku ?"
" Aku tidak senang melihat uncle dekat dengan wanita lain, apakah itu wajar? "
" apakah kau cemburu Starla? " tanya Max senang
" Cemburu? cemburu itu seperti apa uncle? " tanya Starla dengan polosnya, Max hanya tertawa sambil mengelengkan kepalanya.
Max menangkup pipi Starla lalu mencium bibirnya sejenak
" Bagaimana... apakah kau menyukainya atau tidak? " tanya Max setelah menciumnya, Starla mengangguk dengan wajah memerah. Max kembali mencium Starla kini dengan durasi yang lebih lama
" Bagaimana masih menyukainya? " kembali Starla mengangguk
" Tapi uncle... mengapa dadaku konser begini? " tanya Starla sambil memegang dadanya, Max tersenyum senang... ohh Starla sepertinya kau jatuh cinta padaku... yess yess yess ucap Max kegirangan dalam hati.
" Tidak apa-apa Starla, itu artinya kau juga menyayangiku " ucap Max lalu membawa Starla ke pelukannya. Keduanya sama-sama menikmati saat ini... saat dada mereka berdetak dengan kencangnya
" I love you Starla " ucap Max pelan, seandainya aku bisa menghentikan waktu... aku ingin waktu berhenti disini... seperti ini... ucap Max dalam hati sambil mengeratkan pelukannya pada Starla
THOR KOK LEBAI KALEE SIH.... HE HE NGAK PAPA YA... SEKALI KALI THOR INGIN MENGUNGKAPKAN RASA HATI MAX YANG TERPENDAM 😅😅😅
🍹🍹🍹🍹
Lain di China lain lagi di Meksiko......
4 bulan telah berlalu, namun kesedihan tak hanya milik Anthony seorang. Senior Irwin nampak termenung di balkon kamarnya yang mewah. Matanya nampak berkaca-kaca sambil menerawang memandangi matahari yang segera berlabuh.
Starla mengapa begitu terlambat aku menyadari bahwa kau adalah cucuku dengan wanita yang sangat kucintai. Saat aku tau... aku hanya bisa mengantarmu ke tempat istirahat terakhirmu... sesal Irwin. Mengapa takdir begitu kejam padamu Starla, air mata Irwin menetes tanpa di sadarinya.
" Papa... papa... " panggil Monalisa mengagetkan Irwin, Irwin bergegas menghapus air matanya
" Ya sayang... ada apa kau mencari papa? "
" Papa tolonglah aku untuk mendekati Anthony lagi Pa... kan sekarang ia sudah tak punya istri, aku masih sangat menyukainya pa " rayu Monalisa pada papanya
" Apa kau sungguh-sungguh menyukainya Monalisa? " tanyanya
" Ya papa sungguh!! "
" Papa akan berusaha membantumu tapi dengan satu syarat mutlak " ucap Irwin
" Apa pa...? "
" Kau harus bisa menyayangi anak Anthony seperti anak sendiri, kau tidak boleh membenci anak itu , walaupun kelak kau akan punya anak sendiri " ucap Irwin
" Mengapa pa... ? syarat yang aneh " selidik Monalisa, Irwin menarik nafas panjang
" Kau harus tau Monalisa, sulit sekali bagi seorang Anthony untuk melupakan Starla karena ia sangat mencintainya, satu satunya caramu untuk masuk ke hatinya adalah dengan tulus mencintai anaknya.....percayalah pada papa " ucap Irwin meyakinkan Monalisa
" Aku rasa papa benar, baiklah pa tidak ada ruginya hanya mencintai seorang anak kecil... aku anggap saja ia adalah adik bungsuku, mudahkan pa? " ucapnya senang
" Dan satu lagi Monalisa... jika kau jadi menikah dengan Anthony kelak, warisanmu akan kuberikan pada anak itu " ucap Irwin
" Why.. papa ? " protesnya
" Karena jika kau sudah menjadi Senoritanya Anthony, kau tak akan memerlukan harta papa lagi, harta Anthony tak akan habis walaupun kau ingin menghabiskannya seumur hidupmu " ucap Irwin
" Baiklah pa... aku mengerti... aku sayaaanggg papa muah " ucapnya senang lalu pergi dari kamar Irwin
" Maaf Monalisa aku harus membohongimu, hanya saja memang ada hak anaknya Starla dari kekayaanku ini " ucap Irwin.... kembali merenung di kamar mewahnya
See you next eps
Happy Reading