MY STARLA

MY STARLA
96. Berdebar



Pembaca setia... menjawab permintaan untuk sering up, mohon maaf sebelumnya. Sebenarnya ide cerita tak pernah habis di kepala berputar-putar seperti nyamuk nyari mangsa 😂😂😂 namun keterbatasan waktu memegang hp menjadi kendala. Mohon maaf dan terimakasih atas semua suportnya selama ini baik melalui like, komen maupun Vote 🙏🙏😘😘😍


-


-


-


-


-


Anthony sedari pagi hanya duduk di kursi kebesarannya sembari memainkan polpennya. Matanya menerawang melamun, memikirkan seorang biduan bersuara merdu yang sudah seminggu ini menganggu pikirannya. Padahal berkas menumpuk di meja tak satupun yang di sentuhnya.


Seminggu lalu Rita memperlihatkan sebuah video nyanyian seorang biduan di sebuah bar baru, mengapa Rita memperlihatkan Video itu? pikirnya


Ternyata suara biduan itu yang menjadi ketertarikan Rita, menurutnya suara gadis itu sama persis dengan almarhum istrinya.. Starla. Dengan penuh rasa penasaran Anthony melihat video tersebut, alangkah terkejutnya ia ternyata bukan hanya suaranya saja yang mirip gestur tubuhnya pun sama persis. Namun entah dengan wajahnya karena wajahnya tertutupi topeng.


Untuk memuaskan rasa penasarannya, ia mengajak Denbe untuk menonton langsung di bar FELA. Selama ini ia ke FELA hanya untuk makan dengan teman atau rekan bisnisnya. Pertama kali Anthony menonton langsung, dadanya serasa bergemuruh mendengar suara Marla yang sama persis dengan Starla, jika ia memejamkan matanya seolah-olah Starla yang bernyanyi.


Namun seperti apa wajah wanita itu, itulah yang membuatnya selalu menonton pertunjukan Marla. Setidaknya dengan mendengar suara Marla sedikit mengobati rasa rindunya pada Starla.


Berulang kali hp nya berbunyi, namun Anthony tak mengindahkannya... ia masih sibuk dengan pikirannya sendiri.


Brak... bunyi pintu dibuka mengagetkan Anthony


" Tak bisakah kau mengetuk pintu old man " gerutunya pada Denbe


" Aku menelfonmu berpuluh kali, mengapa tak kau angkat? kukira kau sudah mati " balas Denpe marah


" Berani sekali kau menyumpahiku. "


" Ini lihatlah Marla akan mengadakan mini konser, dia akan membuka topengnya di konsernya... apakah kau tak mau menontonnya hah? " tanya Denbe mengebu


Anthony langsung menyambut hp Denbe dan membaca pengumuman si sosmed tersebut


" Pesan 2 tiket " ucapnya


" harganya......."


" Cuma segitu Denbe.. cepat!! " titahnya


Denbe langsung mengambil hpnya dan menelfon no pembelian tiket


" Semoga masih kebagian, tiketnya terbatas " ucap Denbe


Tak lama telfonnya bersambut, panitia mengatakan hanya tersisa 2 tiket dengan harga @ 10 juta karena bisa berfoto dengan Marla. Dengan senang hati Denbe mengambil kesempatan tersebut, membayangkan ia bisa berfoto dengan penyanyi baru idolanya.


" Sipp done... kita bahkan bisa berfoto. dengan Marla nanti " ucap Denbe senang


" good job, sekarang kau baca berkas-berkas ini dan selesaikan aku mau tidur. Semalam aku kurang tidur Junior sedang rewel " ucapnya santai lalu berebah di sofa.


Tanpa suara Denbe pun membuka berkas yang menumpuk di meja Anthony. Ya begitulah selama Anthony tidur dengan Junior, Denbe lah yang selalu mengerjakan tugasnya dan ia pun mengambil jatah tidurnya yang tertunda. Bos mah bebas gerutu Denbe dalam hati sambil terus melakukan pekerjaannya.


Beberapa kali hp Anthony berbunyi, namun Anthony tak menghiraukannya. Denbe mengambil Hp Anthony yang berada di meja kerjanya, dilihatnya nama Monalisa di sana


" Anthony... pacarmu menelfon... " oloknya


" Tak usah dihiraukan... dan kau Denbe sekali lagi kau katakan ia pacarku akan kupotong 50 % gajimu bulan ini " sahut Anthony kesal


Denbe tergelak tanpa suara, namun Monalisa tak mau menyerah selama 5 menit hp Anthony terus bernyanyi. Akhirnya Denbe mengeser tombol hijau dengan kesal


" Hallo..... "


" Hallo Anthony sayang, mengapa lama sekali kau mengangkat panggilanku ? " ucapnya manja membuat Denbe serasa ingin muntah mendengarnya


"Maaf Nona ini dengan Denbe, Anthony sedang tertidur ia kelelahan karena semalam bergadang menjaga Junior "


" Bangunkan dia Denbe... aku ada perlu " pintanya


" Maaf nona saya tidak berani, tadi Senior berpesan agar jangan menganggunya... selamat siang " ucapnya langsung mematikan hp Anthony


" Belum jadi Senorita saja sudah menyebalkan, Ya Tuhan bisakah kau mengirimkan pada kami seorang senorita yang baik bukan yang menyebalkan " omel Denbe tak berhenti sambil terus menyelesaikan pekerjaannya


" Diamlah Denbe, kau cerewet sekali seperti nenek nenek aku mau tidur " protes Anthony yang merasa terganggu


Denbe tak bersuara, namun matanya melotot memandang ke arah Anthony sambil menyumpah dalam hati


" Tak baik menyumpahi orang yang sedang tidur " ucap Anthony lagi


" Whattt... apakah kau ada keturunan paranormal " cicitnya dalam hati Denbe tak berani bersuara lagi 😅😅😅


Sementara itu Sisi dan Felix kembali melakukan tos, karena belum ada 15 menit Felix mengirimkan pengumumannya pada Denbe dan Anthony, mereka sudah memesan tiket Starla


" Sekali lagi ku akui Felix kau yang terbaik " puji Sisi, wajah Felix kembali memerah


" Terimakasih " ucapnya malu malu


" Ow Felix kau mengemaskan sekali " goda Sisi sambil mencubit pipi Felix yang memerah


" Kau juga mengemaskan red hair " balas Felix


Hadehhh benar juga kata Starla, jangan terlalu benci lama lama jadi suka 😂😂😂


Tik tok tik tok.... waktu terus berjalan


Tak terasa mini konser Starla sudah di depan mata, Starla sedang berada di ruang gantinya. Sisi sedang merias wajah Starla dan mengikat rambut Starla, sedangkan Starla sedang menata hatinya yang degdegan karena Sisi memberitahu bahwa setelah konser ia akan berfoto dengan Anthony.


" Sisi. benarkah aku akan berfoto dengan Anthony setelah bernyanyi? aku takut Si "


" Tenanglah Starla kau konsentrasi saja bernyanyi, sisanya serahkan padaku dan Felix... okay " jawab Sisi menenangkan Starla


" Nah sudah selesai, ayo kita ke belakang panggung " ajak Sisi


" Sisi doakan aku ya, semoga penampilanku lancar "


" Tentu sahabat terbaikku, aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu muahhh " ucap Sisi sambil memeluk Starla


Sementara itu di Bar, para penonton sudah berdatangan. Dengan penonton yang di batasi bar terasa luas. Anthony dan Denbe juga sudah datang, pengawal keduanya hanya bisa berjaga di luar bar karena tak bisa masuk. Juan dan Dolga juga tak ketinggalan, Anthony memperhatikan 95% penonton adalah laki-laki dan mereka kebanyakan adalah para pengusaha, ia tersenyum getir bukan hanya dirinya yang mengincar dan penasaran dengan Marla.


Band pembuka tampil membawakan 2 buah lagu, tiba-tiba lampu bar mati di gantikan dengan lampu led yang yang jumlahnya ratusan menerangi sebuah titik di tengah panggung. Nampak seorang wanita berdiri di tengah panggung yang tidak lain adalah Marla. Ia nampak menawan dengan mengenakan gaun putih mengkilat tanpa lengan dengan rambut di kuncir kuda menampilkan leher jenjangnya namun ia masih mengunakan topengnya. Semua mata memandang Marla tanpa berkedip.


Marla menyanyikan sebuah lagu lawas Meksiko diiringi gitar. Suara merdunya membahana di dalam bar. Suara merdu Marla seakan masuk menembus kalbu Anthony, sudah lama ia tak merasakan debaran seperti ini, debaran yang hanya dirasakannya saat bersama Starla.


Marla sudah menyanyikan 5 lagu, untuk lagu terakhir Marla menyanyikan sebuah lagu yang sedang hit yaitu SIN PIJAMA ( bagi yang belum tau boleh buka youbtube nya ya beb)


Marla menyayikan lagu ngebit tersebut sambil menari dengan lincahnya, kesan seksi terpancar dari suara dan gerakannya membuat penonton seolah lupa bernafas.


1 menit terakhir Marla membuka topengnya dan melemparnya ke arah penonton yang memperebutkannya.


Wajah Anthony pucat seolah tak berdarah melihat wajah Marla


" Denbe... bukankah itu Starla, ya Tuhan mengapa ia mirip sekali dengan Starla " ucap Anthony terkejut


Bukan hanya Anthony... Denbe, Juan dan Dolga juga sangat terkejut melihat wajah Marla. Semua penonton bertepuk tangan dengan sangat puas, mereka mengelu-elukan Marla yang ternyata wajahnya cantik sekali.


" Terimakasih pada semua yang telah menonton pertunjukan saya... terimakasih, selamat malam " ucap Marla lalu berjalan meninggalkan panggung


Di belakang panggung Sisi sudah menunggu Starla, mereka berpelukan senang atas suksesnya pertunjukan Starla. Keduanya lalu kembali ke ruang Marla.


Sisi menekan no hp seseorang


" Hallo Tuan Denbe, anda yang membeli tiket seharga 10 juta? " tanyanya


" Ya nona, bagaimana? "


" Marla sekarang berada di ruang gantinya jika anda masih tertarik untuk berfoto " ucap Sisi sambil mengedipkan matanya ke arah Starla


" Tentu saja nona... kami akan segera ke sana " jawab Denbe semangat


Denbe segera menarik Anthony yang masih shock


" Hei boss jangan pucat begitu, apa nanti kau tak malu bertemu Marla dengan wajah sepucat Vampir begitu " ucap Denbe


" Tunggu Denbe sebentar, coba kau periksa dadaku mengapa begitu berdebar-debar " ucapnya


" Ha ha ha... Anthony... Anthony, kau itu pimpinan tertinggi kartel di Meksiko dan dadamu berdebar karena seorang wanita saja, untung hanya aku yang tau jika tidak mau di taruh dimana wajah pucatmu itu " olok Denbe


Mereka sudah sampai di depan ruang ganti Marla. Denbe lalu mengetuk pintunya. Tak lama pintu di buka, nampak seorang wanita berambut merah menyambut mereka


" Haii saya Shasa manager Marla "


" Saya Denbe dan ini Senior Anthony Montenegro " sahut Denbe


" Baik silahkan masuk "


Keduanya masuk ke ruangan yang ukurannya hanya 4x4 itu, nampak Marla sudah berdiri menyambut mereka


" Selamat malam tuan tuan " sapanya ramah


Anthony dan Denbe tak bisa berucap apapun, keduanya hanya melihat Marla tanpa berkedip bagaimana tidak Marla sangat mirip dengan Starla


" Ehem-ehem maaf nona Marla tidak banyak waktu, bisa kita mulai? " ucap Sisi memecah kediaman, Anthony dan Denbe tersenyum kikuk


" Kalian ingin foto bertiga atau sendiri sendiri? " tanya Sisi lagi, keduanya tetap tak bersuara hanya memandangi Marla


" Halloooooo....... " teriak Sisi sambil melambaikan tangannya ke depan wajah keduanya dengan kesal


" Eee... foto berdua saja " jawab Anthony terbata, Sisi langsung menarik Anthony agar berdiri disamping Marla


" Ke mari lambat sekali kau tuan, cepatlah waktu Marla tak banyak, mana hp anda " omelnya, Anthony lalu menyerahkan hp nya. Anthony terus memandangi Marla yang berdiri di sampingnya, ingin sekali rasanya ia memeluk gadis itu


" Ok bersiap.. 1...2...." belum sampai hitungan ketiga hp Anthony berbunyi, Sisi melihat nama di pemanggil...Monalisa, ia langsung melotot memandangi hp Anthony


Apa yang akan terjadi selanjutnya? 1500 kata sista, spesial untuk para pembaca setiaku 😍


See you next eps


Like komen dan votee nya selalu di nanti


Happy reading


Penampakan Marla ( Starla) dengan rambut hitamnya