
Max, Starla dan Sisi terkaget-kaget melihat kedatangan wartawan yang berbondong-bondong seperti mau ngantri sembako 😅
Starla langsung mengambil kacamata hitam besar pemberian Anthony dan langsung memakainya untuk menutupi wajahnya.
Sedangkan Sisi langsung mengambil bedak dan memperbaiki dandanannya.. ha ha siapa tau rezeki masuk koran dan televisi gumamnya.
" Ada apa ini? " tanya Max
" Kami ingin bertanya Senior Max, andakan sepupu Senior Anthony. Anda pasti tau siapa nama wanita atau kekasih Senior Anthony ? " tanya salah seorangnya
" Maaf saya sungguh tak tau masalah itu, bahkan saya baru tau beritanya barusan dari you tube " jawab Max
" Tolonglah Dokter, kami sudah kesana-kemari mencari Senior Anthony dan wanita itu, mereka tak ditemukan dimanapun " rayu mereka
" Sungguh jika saya tau pasti saya akan mengatakannya, saya sudah 2 bulan lebih tak bertemu dengan Anthony " jawabnya
" Lalu siapa gadis cantik ini, apakah kekasih baru anda Dokter? " tanya wartawan lain menunjuk ke arah Starla
" Mudah-mudahan ia mau menjadi kekasihku ha ha doakan saja " jawab Max senang
Starla langsung mencubit lengan Max
" Nona apakah benar anda kekasih baru dr Max? "
" Ti tidak... bukan, saya hanya siswa yang akan magang di sini " jawab Starla tanpa membuka kacamatanya
" Permisi... permisi... " tiba-tiba Rita datang dan langsung membawa Starla menjauhi kerubungan wartawan. Max yang ingin mencegahnya tak dapat berkutik karena wartawan tak mau melepaskannya.
Setelah aman Rita melepaskan tangannya dari Starla.
" Huff terimakasih Rita, jika tak ada kau entah apa yang akan terjadi " ucap Starla
" Sudah tugas saya Nona, sekarang sebaiknya kita pulang saja " ajak Rita
" Bagaimana dengan Sisi? "
" Nanti nona berikan saja alamat nya, biar Sisi pergi sendiri " ujar Rita
" Kau benar Rita, ayo! "
Keduanya keluar dari Rumah Sakit, mereka memasuki mobil taksi yang selalu menunggu.
" Berangkat Diego... " perintah Rita
" Jadi Diego selalu di taksi menungguku? apakah kau tidak lelah Diego? " tanya Starla
" Sudah biasa Nona, lagi pula saya senang mendapat kehormatan menjadi pengawal merangkap supir anda " jawabnya
Sekitar 7 menit mereka sudah sampai di tujuan. mobil memasuki pekarangan yang tidak terlalu besar namun sangat cantik. Berbagai bunga di tanam di pekarangan mungil itu.
" Indah sekali " ucap Starla senang
" Anda menyukainya Nona? Senior memerintahkan tukang kebun khusus untuk membuatnya dalam waktu 2 hari saja. Senior bilang Nona suka bunga " jelas Rita
Wajah Starla berseri-seri, ia senang Anthony sangat memperhatikannya. Senyum manisnya terus mengembang tak hilang-hilang dari wajahnya. Melihat Starla di antara bunga-bunga Rita pun mengabadikannya melalui ho nya, lalu mengirimkannya pada Anthony.
Asik memandangi berbagai macam bunga, pintu rumah terbuka keluarlah Miranda dan Nana menyambutnya
" Mama..... " teriak Starla dan berlari kepelukan sang mama, mereka berpelukan cukup lama menghilangkan rindu di dada.
" Kau tak rindu padaku Starla? " tanya Nana
Starla melepaskan pelukan mamanya, lalu bergantian memeluk Nana
" Tentu saja aku merindukanmu juga Nana, bagaimana kabarmu? "
" Seperti yang kau lihat, masih sehat dan cantik ha ha " mereka tertawa bersama
" Ayo masuk Starla, kami sudah memasak menu yang spesial hari ini " ajak Miranda
" Mama benarkah rumah ini dibelikan Senior untuk mama? " tanya Starla
" Ya... Nana juga dibelikan satu " jawab Miranda
" Boleh aku berkeliling dulu ma, melihat isi rumah mama? " tanya Starla senang
" Tentu... ayo " Miranda dengan senang mengandeng Starla berkeliling
Dilantai satu terdiri dari kamar tamu, ruang keluarga, dapur ,ruang makan dan 2 kamar tidur. Dilantai 2 terdiri dari 1 kamar tidur utama dan 2 kamar tamu, masing-masing kamar mandi dalam, sebuah mini gym, perpustakaan, ruangan spa dan balkon yang juga penuh dengan bunga.
" Kamar utama ini untukmu Starla, itu pesan Senior " Miranda membukakan pintu kamar utama, Starla terkejut melihat isinya yang sangat mewah
" Senior menyediakan ini semua untukmu Starla, kau tau mama bahkan pingsan saat pertama kali melihat kamar ini " ucap Miranda
Starla memasuki kamarnya, ranjangnya sangat mewah seperti ranjang seorang putri, serasi dengan lemarinya. Starla membuka lemari tersebut, isinya penuh dengan pakaian lengkap untuknya. Tangan Starla bergetar menyentuh baju-baju yang tersusun rapi.
Dilemari sebelahnya berjejer sepatu dan juga berbagai macam tas. Tak ketinggalan aksesories dan perhiasan sudah tersedia. Starla duduk di meja rias di samping ranjang, sudah lengkap berjejer kosmetik merk terkenal dan farfume kesukaannya, aroma jeruk. Starla tersenyum mengingat kejadian di Villa, kemesuman si Vampir tua
" Mengapa kau senyum-senyum begitu Starla? " tanya Miranda
" Ah tidak mama, hanya teringat dengan Senior " jawabnya
" Starla bolehkah kita berbicara serius tentang Senior? " tanya Miranda
" Tentu mama, ayo kita ke balkon saja " ajak Starla
Keduanya dengan bergandengan tangan menuju ke balkon kamar Starla, keduanya duduk menghadap jalanan
" Ceritakan pada mama nak, bagaimana kau bisa menjadi wanitanya Senior. Apakah kau mengodanya ? " tanya Miranda
" No mama, tentu saja tidak. Mama kan tau bahkan aku sangat membenci laki-laki. Kejadiannya saat di mansion Senior memintaku mengobati lukanya, saat itu senior mencium dan mencumbuku ma. Makanya keesokan harinya aku pergi ma, aku tak mau membuat masalah untuk mama " cerita Starla terus bergulir sampai Anthony menjemputnya di sekolah. Miranda menyimaknya dengan seksama
" Saat itu Senior bilang mama sakit, makanya aku mau ikut ma. Tapi ternyata Senior membawaku ke Villanya, ia marah dan menghukumku selama 3 hari disana ma" ceritanya pelan
" Apa yang dilakukan Senior padamu disana, apakah kau sudah tidak perawan? apakah ia memaksamu nak? " tanya Miranda terisak
" Jangan menangis ma, Senior tidak sejahat itu. Aku masih virgin ma, percayalah. Aku hanya menemaninya tidur ma, beruntung saat disana aku datang bulan jadi Senior tak bisa melakukan apapun padaku " jelas Starla sambil memeluk sang mama
" Apakah kau menyukai Senior, Starla? " tanyanya lagi
" Awalnya aku sangat takut padanya ma, tapi 3 hari bersamanya aku menemukan fakta bahwa Senior memiliki pribadi yang hangat, sangat penyayang dan lembut ma. Berlahan-lahan aku menyukainya ma... sepertinya aku jatuh cinta " ucao Starla dengan pipi yang memerah
Miranda memandangi wajah Starla, terlihat binar-binar kebahagiaan terpancar dari wajah cantiknya. Miranda bersyukur dalam hati, dipikirnya Starla terpaksa menerima Senior tapi ternyata tidak
" Mama selalu mendoakan, semoga kau bahagia selalu dengan Senior. Tapi mama takut Starla, derajat kita tidak sebanding dengan Senior " ucap Miranda
" Aku sudah mengatakannya pada Senior ma, tapi ia bilang tak masalah bahkan Senorita sudah tau dan tak mempermasalahkannya ma "
" Ya mudah-mudahan ketakutan mama tak akan terjadi sayang "
Tut... tut... tut... Sisi calling
" Ya Sisi ada apa? "
" Starlaaa... kau dimana? apakah kau diculik whoa... whoa... whoa " suara nyaring Sisi memecah kesunyian, Starla sampai menjauhkan hp dari telinganya
" Sisi dengarkan aku dulu, aku ada di rumah kontrakan dengan mama " sahut Starla
" Kau jahat Starla, meninggalkan ku begitu saja " omel Sisi
" He he he maaf, bagaimana apakah kau tinggal di mess atau denganku? " tanya Starla
" Aku.... aku.... bingung Starla ..whoa... whoa... whoa " Sisi kembali lebai
" Starla apakah temanmu itu kurang-kurang? " tanya Miranda
" Shuutt ma pelan-pelan, nanti Sisi mendengarnya " bisik Starla
" Mengapa kau bingung Sisi? "
" Ada yang melamarku tadi hik hik hik "
" Whattt...?? " kok jawabannya ngak nyambung sih, Starla jadi bingung
" Siapa yang melamarmu, dr Max seharusnya kan kau senang bukan bingung Si "
" Ya kalau dr Max pasti kuterima, ini... ini... satpamnya whoa.. whoa... whoa.... " jerit Sisi
" Apaaa... ha ha ha hi hi hi ha ha ha " Starla tertawa geli sampai terjatuh dari kursi
" OMG... Sisi ha ha ha " tak tahan lagi Starla berlari ke kamar mandi
" Kemana kau Starla? " tanya Miranda
" Sebentar ma ngak tahan, takut te ngompol di celana ha ha " teriak Starla dari kamar mandi
See you guess next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya sista