
" Yohana katakan bagaimana Ivan bisa berada di RS ini, bahkan Starla sudah 3 hari bersamanya !! " bentak Anthony begitu melihat Yohana, Yohana tertunduk takut
" Sayang jangan memarahi Yohana " bela Starla, Anthony langsung terdiam
Rita datang dengan membawa tas yang berisi baju ganti untuk Starla
" Senorita sebaiknya anda ganti baju dulu, nanti anda bisa masuk angin " ucap Rita
" Pergilah ganti bagimu dulu Starla!! " titah Anthony
" Tapi janji kau tak akan memarahi Yohana ya " pintanya lagi, Anthony menganggukkan kepalanya
Starla akhirnya pergi ke toilet ruangan Max, untuk mandi dan berganti pakaian
🍎🍎🍎🍎
" Katakan Yohana bagaimana bisa Ivan sampai di rawat oleh Starla, tak mungkin kebetulan " ujar Anthony
" Maaf kan saya, saya lengah. Dokter Max sudah berpesan padaku agar Starla hanya merawat wanita dan anak-anak saja. Namun karena sebulan lebih saya mengantikan pekerjaan Max, saya kurang memperhatikan nya " jawabnya
" Lalu bagaimana bisa ketahuan Ivan berada di sana? " tanya Anthony lagi
" Tadi pagi dr Max baru datang dari konfrensi, tak sengaja jam istirahat Max melihat-lihat cctv, dan ia melihat Starla sedang merawat seorang pria. Max marah lalu memanggil saya, setelah saya cek saya melaporkan nama dan lama ia disana. " jelas yohana
" Max mengingat sepertinya pernah melihatnya, akhirnya ia teringat bahwa pasien tersebut adalah Ivan sang pembunuh bayaran, Max langsung berlari menyelamatkan Starla " lanjutnya
Plakkk sebuah tamparan di layangkan Denbe ke pipi Yohana.
" Bersyukurlah yo... Starla baik-baik saja!! " bentak Denbe pada adiknya itu, walaupun marah pada Yohana... Anthony tak melakukan apa-apa karena sudah berjanji pada Starla.
Tak lama Starla dan Rita datang kembali, Starla sudah segar dan bersih kembali. Ia mengenakan atasan sabrina berwarna peach dan rok selutut berwarna hitam.
Starla langsung duduk di pangkuan Anthony karena Anthony memintanya
" Ayo kita pulang " ajaknya
" Tidak, aku harus memastikan Max baik-baik saja " tolaknya, Anthony merasa cemburu akan perhatian Starla pada Max tapi ia tak bisa egois, Max terluka karena menyelamatkan Starla.
" Apakah kau sudah makan? " tanya Anthony lagi, Starla mengelengkan kepalanya
" Rita... siapkan makanan untuk kami, Denbe apakah kau mau makan dengan kami? " tanya Anthony
" Tidak, aku makan dengan Yohana saja " tolak Denbe
Rita langsung menghubungi anak buahnya, agar menyiapkan tempat makan yang enak untuk majikan mereka
" Amankan dan siapkan tempat makan untuk senior dan istri, jaga ketat jangan sampai ada yang melihat mereka! " perintah Rita sambil menunggu olahan makan dari Mansion
20 menit tempat makan dan makanan sudah siap, Rita memberitahu Anthony dan Starla. Nampak Anthony yang memangku Starla, tak berhenti Anthony menciumi istrinya tersebut
" Beruntung sekali kau Senorita, pria-pria Montenegro sangat tergila-gila padamu itu karena kau memang wanita yang patut dicintai " ucapnya dalam hati
" Permisi Senior makan sudah siap " ucap Rita, membuat Anthony menghentikan kegiatannya
Rita menyiapkan makan di ruangan Yohana hingga tak ada siapapun bisa melihat mereka, Anthony sudah mulai makan namun tidak dengan Starla, ia hanya mengaduk-aduk makanannya. Anthony tau Starla sedang cemas akan Max
Anthony berdiri lalu mengangkat Starla di pangkuannya kembali , ia menyuapi Starla dengan sabar. Jika Starla menolak membuka mulutnya Anthony mengancam akan menciumnya, tentu itu membuat Starla tak bisa melawan. Berlahan namun pasti akhirnya makanan Starla habis kemudian Anthony meminta Starla untuk menyuapinya balik.
Tok tok tok Rita mengetuk pintu ruangan Yohana
" Masuk!! " sahut Starla
" Dokter Max sudah keluar dari ruang operasi, sekarang masih berada di ruang ICU " lapor Rita, bergegas Starla berlari ke ruang ICU ia tak sabar ingin mengetahui keadaan Max.
" Starla... Starla... " panggilan Anthony tak dihiraukannya, ia sudah menghilang.
" Rita antar aku ke ruang ICU " pintanya
" Si Senior " jawabnya, Rita berjalan di depan Anthony
" Rita menurut pengawasanmu apakah Starla dan Max ada hubungan lebih? " tanya Anthony galau
" Menurut saya dr Max memang sangat memperhatikan nona, tapi nona tak pernah memberi harapan apapun Senior, percayalah pada Nona " jawab Rita
Anthony menarik nafas panjang, sebenarnya dadanya kini di penuhi rasa cemburu... sangat sangat cemburu, ingin rasanya saat ini ia mengikat Starla dan langsung mengurungnya di kamar hanya untuk dirinya seorang. Tapi apakah itu pantas di saat Max sedang berjuang setelah menyelamatkan istrinya itu.
Starla langsung memasuki ruang ICU, ia melihat Max yang telah selesai si operasi dengan kabel kecil di sana sini. Starla menangis melihatnya, ia memegang tangan Max yang terasa dingin lalu mengosoknya berlahan
Tak terasa 30 menit sudah Starla di ruangan ICU, karena kelelahan Starla tertidur berbantalkan tangan Max, Max berlahan membuka matanya, kepalanya masih terasa pusing badannya pun sangat lemas
" Aku masih hidup.... " ucapnya membuat Starla terbangun
" Max kau sudah sadar? bagaimana keadaanmu? " tanyanya lalu memegang kening Max
" Aku baik saja honey, apakah kau terluka? " tanyanya pada Starla
" Tidak aku baik-baik saja Max, aku akan memanggil dokter jaga " ucapnya sambil berdiri namun Max menahannya
" Temani saja aku disini Starla, aku senang sekali melihatmu saat aku sadar, terimakasih " ucapnya tulus. Starla kembali duduk lalu membenarkan selimut Max
" Max maafkan aku, karena ku kau terluka " ucapnya tertunduk
" Apapun untukmu honey, jika aku mati aku tak menyesal " jawabnya
" Maxxxx.... jangan membuatku semakin merasa berdosa hik hik hik " Starla merasa sedih dan bingung
" Katakan apa yang harus ku perbuat untuk membalas kebaikanmu Max? " tanya Starla sungguh-sungguh
" Kau yakin akan pertanyaanmu Starla, apa kau bisa mengabulkan keinginanku? " tanya Max balik
" Jika bisa akan kulakukan Max " sahutnya
" Baiklah, bisakah kau merawatku selama 1 minggu saja, setelah itu aku akan melepaskan mu, aku iklas asal kau bahagia dengan Anthony " pinta Max
Starla terdiam sejenak, masa magangnya sisa 4 hari jika ia tambah 3 hari tak apa-apa karena ia sudah banyak libur
" Baiklah Max, aku akan merawatmu selama 1 minggu, aku janji " jawab Starla
" Tidak usah kau paksakan jika tak bisa , aku tak mau kau ribut dengan Anthony. Aku yakin dia pasti keberatan " ucap Max lagi
" Aku akan berbicara dengannya " ucap Starla
" Baiklah, sekarang pulang dan beristirahatlah jika kau bisa merawatku kau besok bisa masuk, aku di kamar 007 " ucapnya
" Bukankah Vviv hanya 6 kamar Max? "
" Ya no 007 hanya untukku " jawabnya lagi
" Baiklah aku pulang dulu, sampai jumpa besok " pamit Starla, Max mengamati Starla sampai menghilang dari pandangannya
Tak lama Anthony yang masuk menemuinya, ia menyalami Max
" Terimakasih sudah menyelamatkannya Max " ucapnya
" Apapun untuk Starla " ucapnya dingin
" Kau berjanji akan melindunginya Anthony, lain kali lebih waspadalah !! " ucap Max
" Tentu, sekali lagi terimakasih , aku pulang dulu " pamitnya meninggalkan Max
Starla dan Max sudah berada di helikopter, mereka akan pulang ke Mansion
" Starla mulai besok kau tak usah magang lagi, di Mansion saja ya " ucap Anthony
" Tidak Anthony, aku akan tetap magang seminggu ke depan, aku akan merawat Max " jawabnya
" Starla jangan membantahku, aku suamimu Max orang lain " ucapnya marah
" Tidak Anthony, aku harus membayar hutang budiku pada Max. Hanya 1 minggu Anthony... hanya 1 minggu " pinta Starla
" Kau tau betapa itu sangat menyiksaku Starla, membiarkanmu merawat Max lelaki yang menyukaimu. Aku cemburu Starla!! " omelnya
" Apa yang kau cemburui Anthony, jangan terlalu kejam pada Max. Aku merawatnya hanya satu minggu sedangkan untukmu seumur hidupku " bisiknya di kuping Anthony
Anthony tertegun mendengar perkataan Starla, apakah benar ia terlalu kejam pada Max...????
See you again next eps
Pasti lebih seru
Jangan lupa like komen dan votee nya sista