
" Anthony ada apa ...mengapa kau diam saja ? " tanya Starla tanpa dosa
Pertanyaan itu tambah membuat Anthony marah, sudah membuatku cemburu malah ngak merasa sama sekali keluhnya dengan geram dalam hati, Anthony lalu mendudukkan Starla di bangku tanpa suara, lalu Ia duduk membelakangi Starla menghadap jalanan.
Starla dan Denbe sama-sama bingung dan saling bertatapan melalui kaca spion. Denbe bertanya tanpa suara
" Ada apa? " kodenya
Starla hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak mengerti
" Ehem... Senior kita kemana? " tanya Denbe memecah keheningan
" Kita ke Mansion mengantarkan Starla, lalu pergi lagi " ucapnya dingin, kembali Starla dan Denbe saling tatap lewat spion.
" Kau mau pergi kemana Anthony? " tanya Starla, namun Anthony diam saja tak menjawabnya. Merasa di diamkan Starlapun jadi kesal.
" Denbe berhenti di sini " ucap Starla tiba -tiba, Denbe terkejut ia melirik ke arah Anthony, namun Anthony tak merespon apapun. Akhirnya Denbepun meminggirkan mobilnya. Starla langsung keluar dari mobil dan berjalan menjauh dari mobil.
" Anthony... apa yang terjadi ? " tanya Denbe begitu Starla keluar
" Aku marah, aku cemburu pada Max tapi Starla malah tak mengerti kalo aku cemburu " curhatnya pada Denbe, Denbe menarik nafasnya panjang
" Anthony... Starla itu masih muda dan tak pernah berhubungan dengan siapapun sebelumnya . Pengalamannya minim tentang cinta entah pernah apa tidak ia jatuh cinta sebelum bertemu denganmu. Wajar jika ia kurang peka " ucap Denbe
" Setidaknya ia kan paham kalau aku cemburu? " balas Anthony
" Kalau dia paham tak mungkin ia bertanya tadi Anthony, kau yang lebih tua seharusnya lebih dewasa bukan kekanak-anakan begini " nasihatnya
" Kau memihaknya? kau setuju ia dekat dengan Max dan aku harus membiarkannya saja, aku ini suaminya Max itu orang lain Dembe!! " ucapnya marah
" Terserah kau Anthony, banyak kumbang-kumbang meliriknya, jika kau kehilangan dia... jangan salahkan aku, aku sudah mengingatkanmu " ucap Denbe akhirnya menyerah, ia menjalankan mobilnya kembali menuju Mansion
" Mau kemana ini? " tanya Anthony
" Ya ke Mansion lah " jawabnya santai
" Putar balik.. cari Starla !! " titahnya marah, Denbe tersenyum mendengarnya... bos.... bos... jika Starla meninggalkanmu bisa bisa kau mati berdiri ha ha ha
🏵🏵🏵🏵
Sementara itu di belakang mobil Anthony, mobil Diego pun berhenti begitu melihat mobil depannya berhenti. Terlihat Starla keluar dari mobil dan pergi seorang diri.
" Mengapa Senorita pergi sendiri? " tanya Diego
" Mungkin berkelahi dengan Senior " ucap Rita
" Apakah Senorita berani marah pada Senior? " tanya Diego lagi, karena selama ia bekerja dengan Anthony tak ada satupun orang yang berani marah atau melawan Anthony.
" Kenapa tidak, Senorita kan istrinya, pasti Senior yang salah. Namanya juga lelaki pasti Senior melirik wanita lain lagi " bela Rita
" Belum tentu, kau jangan sembarang tuduh. Siapa tau Senorita yang mendua kau tau kan sekarang setiap hari Senorita merawat dr Max " protes Diego
" Dimana mana lelaki yang suka mendua!! " balas Rita lagi
" Jaga mulutmu itu Rita, aku lelaki dan aku tak pernah mendua!! " ucap Diego marah
keduanya pun saling membuang muka
" Huh lelaki memang mau menang sendiri " gerutunya
" Diamlah... kau lebih cerewet dari istriku, lelaki mana yang mau memperistrimu jika kau seperti itu " jawab Diego kembali
" Siapa juga yang mau punya suami, jika hanya bikin sakit hati... lebih baik aku sendiri sampai tua...wek " kembali Rita membalas tak mau kalah. Diego akhirnya diam saja.... mengapa jika tuannya berkelahi ia dan Rita juga selalu ribut keluhnya
Mereka mengikuti Starla cukup lama sampai Starla masuk ke sebuah Mall
" Ahh Shett..... Rita ambil alih kemudi nanti Senorita tak terlacak " teriak Diego langsung berlari meninggalkan mobil diikuti beberapa pengawal
Diego mengikuti Starla dalam radius 2 meter, Ia tak berani terlalu jauh karena ini si tempat umum dan Starla berjalan sendirian. Starla berhenti sejenak melihat ke sekeliling, lalu Ia melangkah ke bioskop dan mengantri tiket. Selesai mengantri tiket Starla membeli popcorn dan minuman.
Starla duduk seorang diri menunggu filmnya di mulai, Ia mulai memakan snack nya sambil melamun. Starla tak habis pikir mengapa Anthony marah tanpa alasan. Ia memikirkan lagi kejadian demi kejadian saat Anthony di kamar Max. Apakah Anthony cemburu pada Max? aku kan sudah menjelaskan berkali-kali aku hanya membalas budi keluhnya dalam hati.
Diego berdiri sambil terus memperhatikan Starla, matanya tak berkedip Ia takut Senoritanya itu menghilang jika lengah sedikit saja. Ia melihat Starla yang duduk melamun terbersit rasa kasihan di hatinya, apa benar kata Rita...Senior mendua ucap Diego dalam hati.
Pengumuman di bioskop mengagetkan Starla, Starla bersiap untuk masuk ke teaternya, Diego kebingungan ia lupa membeli tiket bagaimana ini, aku tak bisa masuk bagaimana nanti kalau Senorita menghilang... Diego sampai berkeringat
Tiba-tiba Starla berbalik dan memanggilnya
" Diego dimana Rita? " tanyanya
" Rita di mobil Senorita " jawabnya sopan
Mau tak mau Diego mengikuti Starla ke dalam teater, Starla duduk di kursinya Diego bingung mau duduk atau tidak. Ia takut duduk bersebelahan dengan Senoritanya, Ia takut Senior akan marah padanya
" Diego duduklah, jika kau berdiri akan menghalangi orang lain untuk menonton " ucap Starla
Akhirnya Diego duduk di sebelah Starla.
Dug dug dug dadanya berdegup kencang, tak pernah ia sedekat ini dengan Starla bahkan wangi tubuh Starla sampai tercium olehnya.... wangi sekali ucapnya. Diego duduk dengan gelisah
" Oh Tuhannnn wajar saja para lelaki sangat tertarik pada Nyonya Starla, wangi tubuhnya saja sudah membuat seorang pria bergetar " ucapnya dalam hati, Diego melap keringatnya yang bercucuran
" Lebih baik aku disuruh berkelahi dengan penjahat dari pada duduk di sebelah Senorita seperti ini " ucapnya lagi
" Ada apa Diego, apakah kau sakit? " tanya Starla
" Tidak apa-apa Senorita, saya hanya tak terbiasa terlalu dekat dengan anda seperti ini saya takut nanti Senior marah " jawabnya terus terang
" Jangan Panggil aku Senorita, Diego sini banyak orang " ucap Starla
" Si Nona " jawab Diego paham
" Entahlah Diego aku sendiri bingung mengapa Anthony terlalu cemburu, sekarang ia sedang marah padaku karena sepertinya ia cemburu pada Max " curhatnya
" Mengapa Senior cemburu Nona? "
" Ya karena aku merawat Max, padahal aku sudah menjelaskan berkali-kali bahwa aku hanya membalas budi Max tidak lebih " jawabnya
" Jadi Nona keluar dari mobil karena Senior mengusir Nona? " tanyanya lagi
" Tidak... aku pergi sendiri karena aku tak mau ribut dengannya, lebih baik aku menenangkan diri dulu " jawabnya lagi
Keduanya kemudian saling diam karena film sudah di mulai.
Tak lama hp Diego bergetar tanda ada chat masuk
" Diego.. di mana Senorita " Rita
" Di bioskop teater 3 " Diego
" Apakah kau ikut masuk bersama Senorita? "
" Ya, Apakah Senior mencari nya? "
" Ya... itu Senior sudah datang, kau keluarlah"
" OK "
" Nona saya keluar sebentar, mau ke kamar kecil " pamit Diego, Starla hanya mengangguk ia sedang asik menonton. Diego langsung menuju ke pintu teater, dilihatnya Senior sudah bersama Rita dan Denbe
" Dimana istriku? " tanya Anthony gusar
" Di dalam kursi MM no 06 Senior " lapornya
" Kalian tunggu saja di sini " titahnya, ia pun melangkah masuk mencari keberadaan istri kecilnya itu
Sesampainya di bangku yang di tuju Anthony langsung duduk di sebelah Starla, ia langsung memeluk istrinya yang sedang asik menonton, di ciumnya pipinya dengan gemas
" Maafkan aku sayang " bisiknya
" Hemmm " jawabnya singkat lalu mencium balik pipi Anthony
" Ayo kita pulang sayang " ajaknya
" Nanti saja.... temani aku menonton film ini dulu ya... please . Anggap saja kita sedang berkencan "pintanya, Starla mengandeng tangan Anthony dan meletakkannya di dadanya. Keduanya saling memandang Starla tersenyum dengan Indahnya sambil memandang sang suami
" Jangan marah lagi ya.... percayalah padaku, aku hanya milikmu " ucapnya pelan
" Tentu... maafkan aku juga " jawabnya dengan lega
Keduanya pun menonton dengan tenang sampai film selesai.... ternyata masalah bisa selesai jika sama-sama mau mengalah... bukankah begitu guess..... ✌✌✌
See you next eps
Jangan lupa tinggalkan jejakmu selalu
Diego