
BUDAYAKAN LIKE SETELAH MEMBACA 😍😍
Sementara malam itu di istana Ivan, setelah makan malam Ivan mengantar Starla ke kamarnya. Sudah menjadi kebiasaan bagi Ivan selama 2 minggu ini duduk menemani Starla sampai Starla tertidur. Itu dilakukannya setelah mendapat laporan dari maid bahwa Starla selalu menangis setiap malam.
Ivan membaringkan Starla di ranjangnya lalu ia duduk di kursi di samping ranjang. Tak ada perbincangan... yang dilakukan Ivan hanya menatap Starla sampai ia memastikan Starla benar-benar terlelap. Setelah 2 jam Ivan berdiri, di kecupnya kening Starla sambil mengelus perut Starla...
" Selamat malam kesayanganku " ucapnya pelan
Nery yang baru malam itu berada di rumah Ivan merasa sangat cemburu. Ia bolak balik seperti gosokan sambil sesekali melihat ke arah kamar Starla
" Apa yang dilakukan Ivan berjam-jam di kamar wanita itu Felix? " tanyanya kesal
" Boss hanya menunggui Starla sampai tertidur " sahut Felix
" Apakah Ivan pernah melakukannya dengan Starla? " tanya Nery lagi
Felix menghentikan kegiatannya ia memandangi Nery
" Ivan memang penjahat Nery... tapi ia bukan penjahat kelamin " jawabnya marah, Nery langsung tersenyum senang mendengarnya.
Ivan keluar dari kamar Starla dan langsung menuju kamarnya. Nery juga langsung masuk ke kamarnya... malam ini ia akan mengoda Ivan habis-habisan. Nery mengambil lingerie merah yang di belinya di China lalu memakainya tak lupa ia menyemprotkan parfum ke tubuh sexy nya lalu ia menutupi tubuhnya dengan baju mandi sutra miliknya.
Dengan percaya diri Nery berjalan ke kamar Ivan, ia membuka pintu tanpa mengetuknya. Nery tau Ivan tak pernah mengunci kamarnya sejak dulu. Nampak Ivan yang sudah tertidur hanya mengenakan celana piyama tanpa atasan, pemandangan yang sangat mengoda.
Nery melepaskan baju mandinya, ia naik berlahan mendekati Ivan. Tangannya meraba wajah Ivan lalu turun ke leher sampai ke perut Ivan....
" Ivan... I love you... " bisiknya dengan erotis di kuping Ivan, Ivan diam tak bergeming. Nery terus menciumi Ivan dan mencumbunya, Ivan tetap diam.
" Sayang bangunlah.... aku akan memuaskanmu " bisik Nery lagi, ia hendak membuka lingerie nya. Tiba tiba Ivan duduk dan menariknya menuruni ranjang, Ivan memakaikan baju mandi Nery dan menariknya sampai ke pintu
" Nery lihatlah walau apapun yang kau lakukan... juniorku tak bereaksi padamu. Pergilah jika kau ingin kepuasan kau bisa memesan pria di luar sana " ucap Ivan sambil menutup pintu dengan keras.
" Kurang ajar kau Ivan... I Hate you " teriaknya keras sambil menendang pintu kamar Ivan berulang kali, Nery sangat marah tak pernah ia di permalukan seperti ini
" Tunggu saja pembalasanku Ivan " rutuknya dalam hati
Felix hanya mengawasi kejadian itu melalui cctv di layar laptopnya. Ia sangat menghawatirkan keselamatan Starla, Felix paham benar sifat dan watak Nery.
" Boss mengapa kau lakukan itu, aku takut Nery lepas kendali " chatnya pada Ivan
" Besok aku akan mengusir Nery dari sini " jawab Ivan
" Entah mengapa perasaanku sangat tak enak boss, sebaiknya kau tidur di kamar Starla malam ini Boss " saran Felix
" Baikk " Ivan pun masuk ke kamar Starla, lalu tidur di Sofa sambil memandangi starla sampai ia terlelap.
Pagi harinya Starla terkejut mendapati Ivan tertidur di kamarnya, ia berdiri di samping Ivan lalu membangunkannya
" Ivan... ivan bangun mengapa kau tidur di sini " panggilnya, Ivan pun bangun dan menarik Starla hingga Starla terduduk di pangkuannya.
Tiba-tiba Nery memasuki kamar Starla, ia penasaran karena Ivan tak ada di kamarnya. Mata Nery melotot melihat pemandangan di depannya, Starla berusaha bangun dari pangkuan Ivan
" Nona... ini hanya salah paham " ucap Starla lagi
" Dasar kau wanita pengoda !! " teriak Nery mendekat hendak menampar Starla
Ivan langsung berdiri menutupi tubuh Starla dari Nery
" Keluar!! " ucapnya
" Ivan... mengapa kau sungguh tega " cicitnya
Felik lari tergopoh-gopoh ke arah Ivan
" Boss... Nery, gawat ada penyerangan semalam " lapornya
" Panggil bantuan lihat terus perkembangan di lapangan, jika sampai siang masih begitu aku sendiri yang akan turun tangan " ucap Ivan
" Nery... bantulah Felix " titahnya pada Nery
Pagi itu mereka sarapan seperti biasa. Ivan memaksa untuk menyuapi Starla pagi itu
" Makanlah yang banyak agar anakmu sehat " ucapnya sambil tersenyum. Nery hanya bisa menahan kesal
Selesai makan Ivan mengandeng Starla ke taman, ia menemani Starla berkeliling taman lalu mereka memetik buah di kebun.
" Ivan... mengapa kau terlihat lain hari ini? " tanya Starla, Ivan memeluk Starla dari belakang
" Lepaskan Ivan.. lepaskan!! " pinta Starla
" Tolonglah biarkan seperti ini... sebentar saja please " ucapnya sambil menyesap wangi rambut Starla
Nery yang melihatnya dari kejauhan tambah sakit hati
" Nery... iklaskanlah Ivan, biarkan ia bahagia " ucap Felix
" Tidak Felix tidak... hik hik hik " Felix memeluk Nery yang menangis, ia berusaha menenangkan Nery.
Anak buah Ivan datang dari lapangan dan melaporkan perkembangan pada Felix. Ternyata benar sejak semalam para pengawal mereka telah di lumpuhkan satu persatu, dan musuh sudah mulai mendekat.
Felix menelfon Ivan dan melaporkan informasi tadi. Ivan pun segera membawa Starla kembali ke rumah. Ia menyuruh maid agar menjaga Starla di kamar saja tak boleh keluar.
Ivan segera merapatkan barisan. Ia dan Nery langsung ke lapangan beserta puluhan pengawal mereka. Ivan dan Nery berburu sampai sore namun musuh tak habis-habis.
" Nery... kembali kerumah dan bawa Starla ke ruang bawah tanah, sembunyikan ia di sana " perintahnya pada Nery
Nery yang merasa mendapat angin langsung kembali ke rumah, segudang rencana sudah tersusun di otaknya selama di perjalanan. Sesampainya di rumah Nery segera mencari Felix
" Felix... Ivan menyuruhmu menyusulnya ke lapangan " ucapnya, tanpa curiga Felix pun bersiap, tak lupa ia membawa laptop dan hpnya
" Bagaimana denganmu? " tanya Felix
" Aku akan menyusul setelah mengobati lukaku " jawabnya sambil memperlihatkan lengannya yang terluka
" Baiklah... aku duluan " ucap Felix lalu pergi dengan mobilnya.
Nery tersenyum senang, matanya mengarah ke kamar Starla. Tanpa membuang waktu Nery langsung naik dan masuk ke kamar Starla.
" Haii wanita pengoda " sapanya pada Starla yang sedang duduk santai, tanpa ba bi bu lagi Neri menembak ke dua maid yang sedang menemani Starla, Starla sangat terkejut
Nery kemudian menarik rambut panjang Starla dan menyeretnya keluar kamar
" Lepaskan... lepaskan nona sakit " mohon Starla, Nery tambah mengencangkan tarikannya
" Sakit katamu? kau tau hatiku jauh lebih sakit " teriaknya sambil mendorong Starla ke dinding, nery menghantupkan kepala Starla ke dinding berulang kali. Starla hanya bisa pasrah tangannya hanya melindungi perutnya, ia takut Nery akan menyakiti bayinya.
Darah mulai mengalir dari kepala Starla
" Hentikan Nona... hentikan!! " teriak beberapa maid yang melihat kejadian itu, tanpa segan Nery menembaki maid tersebut. Kembali Nery menarik rambut Starla, ia membawanya ke ujung tangga
" Sekarang kau akan tau apa yang nanya terjun bebas Starla ha ha ha " Nery tergelak seperti orang gila dan wuss tangannya mendorong Starla dengan kuat, hingga Starla jatuh berguling di tangga
Bruk brak buk... bunyi tubuh Starla yang menghantam dinding dan tangga bergantian, Starla hanya melindungi perutnya dengan kedua tangannya, jangan sampai perutnya terluka walaupun karena itu kepalanya berdarah tambah parah begitu pula dengan kakinya
Starla benar-benar terjun bebas di iringi tawa Nery yang mencekam......
See you next eps
Jangan pelit ya untuk like komen dan vote karya aku