
Cupp bibir Starla bertemu dengan bibir Max, Starla terkejut sekali matanya sampai melotot. Tangan Starla hendak mendorong Max tapi malah di pegang dan di tahan dengan sebelah tangannya. Sedangkan sebelah tangannya memegang leher Starla. Max memperdalam ciumannya
" Balas ciumanku Starla, jika tidak aku tak akan berhenti menciummu! " bisiknya di sela-sela ciumannya.
Starla tak ada pilihan lain, mau tak mau ia membalas ciuman Max atau Max tak akan berhenti. Berlahan namun pasti Starla membalas ciuman Max, Max tersenyum penuh kemenangan. Tak lama Max melepas ciumannya sambil menjerit kecil karena Starla mengigit bibir bawahnya
Keduanya mengatur nafasnya yang sedikit menderu. Starla memukuli lengan Max karena kesal
" Kurang ajar mengapa kalian lelaki Montenegro senang sekali memaksa!! " teriaknya marah.
Max diam saja, ia langsung menjalankan mobilnya. Starla masih saja memukul lengan Max. Max kemudian meraih tangan Starla, mengenggamnya dan meletakkannya di dadanya
" Diamlah Starla jika mobil ini bergoyang maka mata-mata Anthony akan curiga " ucapan Max membuat Starla berhenti memukul
" Kau tau ada yang mengikutiku? " tanya Starla terkejut
" Starla... Starla walau bagaimanapun aku juga seorang Montenegro, pengawalku tak kalah banyak dari pengawal Anthony. 5 Orang menyamar di RS ku dan 10 orang di sekitarmu, bukankah begitu? " jawab Max lagi
" Darimana kau tau? " kembali Starla terkejut
" Starla berpikirlah lagi untuk menjadi istri Anthony, kau akan hidup seperti burung dalam sangkar dan tak lama mati, entah diracun, di tembak atau di bom " ucapnya sambil melepas tangan Starla
" Dulu Clara adalah kekasihku, namun Anthony menyukainya dan memperistrinya, kupikir Clara akan bahagia jadi aku mengalah. Kau tau Starla hanya 4 bulan pernikahan mereka dan Clara mati di racun. Seandainya aku tak mengalah aku yakin Clara masih hidup " ucap Max sedih
" Karena itu kau ingin merebutku dari Anthony, ingin membalas dendam? " tanya Starla
" Tidak Starla, sesuatu yang sudah pergi tak akan bisa kembali lagi. Aku sudah menyukaimu sejak pertama kali melihatmu di sekolahmu. Aku ingin membahagiakanmu dan melihatmu menua disampingku " aku Max
Kembali Starla terkejut dengan pengakuan Max.
" Tapi Max, aku sudah terlanjur menyukainya " ucap Starla
" Berilah aku kesempatan yang sama dengan Anthony, sebelum kalian menikah biarkanlah aku menunjukkan cintaku padamu. Bandingkanlah cinta kami Starla, aku sungguh tulus padamu " ucap Max lagi
Starla hanya bisa diam, ia tak bisa menjawab apapun.
" Aku akan memikirkannya " hanya itu yang bisa diucapkannya
Sisa perjalanan hanya diisi dengan keheningan. Sementara itu Rita dan teman-temannya tetap mengikuti mobil Max dari kejauhan.
Tepat satu jam perjalanan, mobil Max memasuki sebuah bangunan besar. Sudah banyak mobil terparkir si tempat itu. Max membukakan pintu mobil untuk Starla dan mengandenga tangan Starla menuju taman tempat acara dilaksanakan.
Starla menarik tangannya
" Maaf Max tak ada kontak fisik atau Senior akan menghukumku " ucapnya pelan, Max mengangguk mengerti. Akhirnya Max dan Starla hanya berjalan berdampingan.
Dari kejauhan Rita dengan peralatan canggihnya merekam setiap pergerakan Starla dan langsung tersambung dengan layar komputer Anthony. Anthony melihat Max yang mengandeng tangan Starla merasa cemburu dan marah, namun saat melihat Starla menarik tangannya bibirnya kembali tersenyum.
" Good girl " ucapnya, Denbe yang berada di sebelahnya hanya tersenyum melihat bosnya yang sedang kasmaran itu.
Max dan Starla mendatangi tuan rumah yaitu Mentri kesehatan dan istrinya
" Selamat sore pak mentri, apa kabar? " sapa Max
" Oh dr Max, senang sekali kau bisa datang. Aku sehat selalu. Siapa gadis cantik ini apakah kekasihmu? " tanya mentri sambil menyalami Starla
" Saya Starla, asisten dr Max " ucapnya sopan
" Beruntung sekali dr Max punya asisten secantik dirimu, tetapi mengapa kau jadikan asisten Max? Gadis cantik ini lebih cocok jadi istrimu " todong Mentri
" Kau dengar itu Starla, aku sudah berulang kali memintanya untuk jadi istriku tapi yah.... " ucap Max sambil mengangkat kedua bahunya
Merekapun terus mengobrol sambil sesekali tertawa. Mentri mengajak keduanya untuk menikmati makanan yang disediakan . Sesekali tangan Max merangkul pinggang Starla, hal itu terlihat jelas di layar Anthony.
" Denbe... sepertinya aku kembali harus menghukum Starla " ucapnya marah
" Senior kau lihatlah... Starla tak pernah melanggar perintahmu, sepupumu itu yang terus mengodanya " Denbe membela Starla
" Besok Starla akan dapat jatah libur 2 hari, Senior " jawabnya cepat
" Baiklah... itu cukup " ucapnya dingin
" Cukup untuk apa boss? " tanya Denbe
" cukup untuk membuat anak "
" Whattt.... Senior jangan katakan kau akan mengambil dp pada Starla " protes Denbe
" Tutup mulut rembesmu itu " ucapnya kembali memperhatikan layar monitornya.
" Siapkan Jet kita kembali ke Meksiko " titahnya
Back to Starla
Hari sudah mulai gelap, satu persatu tamu berpamitan pada tuan rumah. Max dan Starla sudah kembali ke mobilnya.
" Starla kita jalan-jalan dulu yuk " ajak Max
" Tidak Dokter, aku takut nanti Anthony akan marah " jawabnya. Max menarik nafasnya dengan berat. Ia tau sifat Anthony yang diktator dan tak mau dibantah
" Sudah kukatakan berfikirlah lagi Starla, ini takut itu takut. Hidup macam apa yang akan kau jalani " ucap Max sambil menjalankan mobilnya
Starla terdiam, memang benar apa yang dikatakan Max. Ia takut membuat kesalahan ia tak mau ada yang kehilangan nyawa karenanya. Mengapa ma, mengapa hidupku jadi rumit begini. Tak bisakah aku menjadi gadis biasa yang ingin bekerja sebagai perawat dan membahagiakan mama. Tak terasa air mata menetes dari sudut matanya.
Baru separuh perjalanan, terjadi kemacetan luar biasa. Bahkan mobil tak bergerak sama sekali. Rupanya ada kecelakaan beruntun yang membuat jalanan macet. Max memperhatikan Starla yang sedari tadi hanya melamun.
Dengan gerakan cepat di lepasnya safety belt Starla, di angkatnya Starla ke pangkuannya.
" Aww... apa yang kau lakukan Max? " teriaknya karena tiba-tiba ia sudah duduk di pangkuan Max.
" Aku ingin mengobrol denganmu " jawabnya santai sambil memeluk pinggang Starla hingga ia tak bisa bergerak
" Tolong lepaskan Dokter Max, nanti Rita bisa melihatnya. Aku tak tau apa yang akan dilakukan Anthony " cicit Starla ketakutan
" Tenanglah Starla, mobilku ini sangat canggih bahkan anti peluru juga. Tak akan ada yang bisa melihat kita didalam walau secanggih apapun alat mereka " ucap Max
" Sungguh? " tanya Starla ragu
" Walaupun kita membuat anak disini, tak akan ada yang bisa melihatnya " ucap Max sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Starla. Starla menahan wajah max dengan kedua telapak tangannya
" Jangan coba-coba mesum ya, jika tak mau wajahmu yang tampan ini rusak karena kucakar " ucapnya marah, Max memegang kedua tangan Starla dengan satu tangannya
Kembali Starla tak berkutik
" Tampan katamu, akhirnya kau mengakui juga kalo aku ini tampan " ucapnya senang
" Lepaskan aku Max... please "
" Aku akan melepaskanmu dengan satu syarat " bisiknya si kuping Starla sambil meniup-niup kuping Starla, membuat bulu romanya berdiri karena geli
" Katakan "
" Aku akan mencumbumu 5 menit saja, dan kau harus menikmatinya . Jika kau tak menikmatinya aka ku double cumbuanku " ucapnya sambil tersenyum mesum.
Tuhan tolonglah hambamu ini hik.. hik... hik
" Whatt.... no... aku tak ma....... "
Apa yang terjadi, mengapa Starla tak menyelesaikan ucapannya ?
See you next eps
Happy Reading guess