MY STARLA

MY STARLA
105. Slowdown



" Jawab.....!! " Marla bergerak hendak turun dari pangkuan Anthony, namun Anthony menahannya


" Setelah kematian Starla hanya kau yang pernah merasakan ini... " ucapnya kembali melakukan aktifitas yang sempat terhenti. Jarak yang cukup jauh antara pantai dan apartemen Marla benar benar mengutungkan si vampir tua


" Mengapa kau memakai baju seperti ini " keluh Anthony di sela-sela ciumannya


" Mengapa memangnya "


" Menyusahkan saja ! "


" Susah ngapain hem? " goda Marla geli melihan Anthony yang kesulitan ingin memainkan gunung kembarnya.


Marla menjauhkan wajah Anthony dari dadanya lalu kembali duduk di sebelah Anthony sambil membenarkan pakaiannya yang sudah acak-acakan karena keterampilan jari jemari Anthony.


" Marlaaa.... " sungutnya Anthony manja


" Cukup kita hanya teman dinner bukan sepasang kekasih Senior... " ucap Marla menyinggung Anthony, Anthony memandangi gadis cantik di sebelahnya


" Apakah kau mau jadi kekasihku Marla ? " tanyanya tiba-tiba


Marla membalas tatapan Anthony, Sebenarnya hatinya bersorak gembira... akhirnya... Namun Ia harus bermain cantik


" Kau yakin dengan pertanyaanmu itu Anthony? ini baru pertemuan kedua kita, apa kau tidak terburu-buru " ucap Marla


Tanpa bisa di tolaknya, kembali Anthony mengangkat Marla ke pangkuannya


" Rasa ini.. saat bersamamu sama rasanya saat bersama Starla, rasa yang tak akan bisa kutemukan saat bersama wanita lain, aku yakin Marla " ucapnya di telinga Marla


" Tidak usah kau jawab sekarang, Nanti saja setelah kau tampil aku akan ke ruanganmu, kuharap kau sudah akan memberikan jawabanmu"


Anthony mendekap Marla di pelukannya. Sebenarnya hatinya juga penuh pergolakan. Bukannya Ia tak ingat dengan janjinya di pusara Starla, namun menemukan Marla juga adalah kesempatan sekali seumur hidup.


Ia bukanlah lelaki ******** yang dengan mudah bisa berpindah ke lain hati, namun entah mengapa sekarang Marla bisa meruntuhkan pertahanan hatinya dengan mudah... siapa kau sebenarnya Marla...??


" Starla... apakah kau marah jika aku bersama Marla, jawablah sayang datanglah dalam mimpiku " desahnya dalam hati, namun kedua tangannya tak mau melepaskan pelukannya pada Marla yang tengah tertidur di pelukannya.


Sesampainya di Apartemen, Anthony mengangkat Marla yang masih tertidur, Denbe memencet bel lebih dulu. Shasa membukakan pintu, tanpa dipersilahkan Anthony masuk


" Di mana kamarnya? " tanyanya, Shasa menunjukkan sebuah pintu pada Anthony, Anthony melangkah memasuki kamar Marla .


Anthony meletakkan Marla berlahan di ranjangnya, di lepaskannya hinghillnya lalu menyelimutinya


" Marla selamat tidur, mimpikanlah aku " ucapnya sambil mengecup keningnya lama lalu meninggalkan apartemen tanpa suara, hanya Denbe yang berbasa-basi dengan Shasa.


Sepanjang perjalanan pulang tak henti-hentinya Denbe mengoda Anthony, karena hatinya sedang berbunga-bunga Anthony tak menanggapi ucapannya Denbe


" Bagaimana kau sudah menembaknya boss? "


" Hemmm... "


" Hem.... hem what, aku bukan paranormal yang mengerti bahasa isyaratmu itu boss " protesnya, Anthony tak mengubrisnya


" Boss...... boss....... "


" Denbe sepertinya aku memerlukan supir baru, besok kau carikan untukku. Supir lamaku sepertinya Ingin liburan ke kampung halamannya di Afrika...." ucapnya


" Ya ya ya.. aku tak akan bertanya-tanya lagi... puas!! " ucap Denbe kesal


🌵🌵🌵🌵


Matahari pagi menyeruak malu-malu, menyinari wajah cantik Marla yang engan membuka ke dua matanya. Namun keributan di luar kamarnya membuatnya mau tak mau mulai mengumpulkan nyawanya satu persatu.


Tanpa mandi Marla keluar kamar, mendatangi sumber suara. Nampak Sisi dan Felix yang kejar-kejaran di ruang tamu sambil saling olok, pemandangan yang setiap hari dilihatnya


" Felix... mengapa tak kau lamar saja Sisi, jadi ia berhenti mengejarmu " ucap Starla mengoda keduanya


Sisi dan Felix otomatis berhenti dan terdiam


" Kau ingin aku mati muda Starla, memperistrinya seorang gadis bar-bar seperti ini!? " ucap Felix


" Siapa juga yang mau jadi istrimu, melihat performamu paling satu ronde keok... " sahutnya tak kalah pedas


" Apa kau bilang... satu ronde? Si boyku ini bisa bertahan sampai 4 ronde.. enak saja " ucapnya marah karena Sisi selalu saja meremehkan kekuatannya


" 4 rode.. yakin.... uh tatut.... " olok Sisi, Felix yang tidak terima langsung berdiri dan mengendong Sisi seperti sekarung beras


" Felix apa-apaan kau, turunkan aku "


" Tidak.. tidak Felix kau tak akan berani, Starla tolong aku... Starlaaa " suara Sisi tenggelam di balik pintu


Mungkin itu yang terbaik, jika mereka berdua menikah kan aman ucapnya dalam hati. Starla memakan sarapan yang sudah tersedia di meja makan sambil memainkan hpnya. Matanya tiba-tiba berhenti pada sebuah berita gosip terbaru. Ada Fotonya yang sedang menyuapi Anthony di restoran tadi malam dengan judul


SENIOR MOVE ON??


Starla tergelak membacanya, bukan main hebatnya paparazi itu, padahal pengawal Anthony sudah mengamankan area, masih bisa saja mereka mendapatkan foto sebagai ini. Starla sudah sangat tau dengan sistem pengawalan Anthony, apakah Anthony sengaja membiarkan nya... karena jika ia ingin menyembunyikannya pasti tak ada satupun paparazi yang bisa mengambil foto mereka.


Tiba-tiba hp nya berbunyi, nampak vc dari Anthony tanpa ragu Marla mengeser tombol hijau, ia tertegun melihat Anthony yang sedang duduk tanpa memakai bajunya.. so sispex


Glek... bunyi Marla meneguk air liurnya


" Haii cantik bagaimana kabarmu pagi ini? " sapanya sambil mengelap badannya dengan handuk, rupanya Anthony baru selesai mandi


" Baik.... " ucapnya dengan wajah memerah, starla tak bisa menghilangkan kebiasaan malunya saat melihat Anthony tak berpakaian walaupun sudah menjadi suaminya


" Mengapa wajahmu seperti itu, kau sudah tergoda? "


" Apaan sih....ada apa menelfon, aku bahkan belum mandi Senior " ucapnya mengalihkan pembicaraan


" Tidak apa-apa, aku hanya rindu " blus... wajahnya semakin bersemu merah mendengar jawaban Anthony


" Kau dan mulut manismu itu Senior " jawab Starla kesal


" Kau sudah baca gosip terbaru, ada foto kita semalam " tanya Anthony


" Hemm ya... apa kau sengaja membiarkannya Senior? " selidiknya, Anthony hanya tertawa tanpa menjawab


" Mengapa kau membiarkannya Senior, kau senang ya aku jadi samsak para pengemarmu? " tanya Starla


" Bukannya terbalik... kau yang punya banyak pengemar, aku hanya ingin para pengemarmu tau dan bisa menjaga jarak denganmu " jawabnya santai


" Sudah kuduga " jawab Starla sambil melanjutkan makannya


" Kau marah? " tanya Anthony, Starla hanya menaikkan ke dua bahunya


" I don't care " jawabnya pendek, tiba-tiba keributan terdengar di belakang Anthony


" Anthony... sayang, mama sudah melihat foto wanita itu... cantik sekali, kapan kau akan mengenalkannya pada Mama " suara cempreng Carmelia seakan-akan hendak memecahkan layar HP 😆😆


" Mama mengapa kau menerobos kamarku, tidak sopan " protes Anthony hendak menyembunyikan hp nya, namun Carmelia langsung merebutnya


" Berani kau membentaknya... anak durhaka, haiii cantik kenalkan aku Mama Anthony... calon mertuamu, Oh cantik sekali kau muah muah... Anthonyyy..... " teriak Carmelia marah karena Anthony merebut kembali hp nya


" Slowdown mama, kau ingin calon menantumu lari mendengar suara cemrengmu " jawabnya sambil mendorong Carmelia agar keluar kamar


" Yuhuuuu Marla... mama tunggu kedatanganmu.. daa " sempat-sempatnya Carmelia berteriak


" Berisik.... " ucap Anthony sambil menutup pintunya


Starla tergelak geli melihat kelakuan keduanya, mama kau tak berubah. Keduanya melanjutkan perbincangan melalui vc tanpa terasa sudah 1 jam.


Kletek..... tiba-tiba pintu kamar terbuka, Felix keluar dengan keadaan berantakan...


" Kau sudah sarapan? " tegurnya, Starla langsung memutus vc nya dengan Anthony setelah beralasan ingin ke toilet


" Felix aku tadi sedang vc dengan Anthony, apakah ia mendengarmu? " tanya Starla khawatir


" Aku rasa tidak " jawabnya santai lalu duduk dan makan di samping Starla


" Kau sudah menjinakkan si bar-bar? " olok Starla, Felix tersenyum


" Kau boleh tanya Sisi, kekuatan boy ku. Sekarang ia tak akan berani lagi menghinaku " jawabnya


Di sisi lain, Anthony kaget mendengar suara seorang lelaki di apartemen Marla namun ia pura-pura tak mendengarnya. Siapa lelaki itu? setauku Marla kan hanya tinggal dengan Shasa manajernya, mengapa sepagi ini sudah ada seorang pria di sana? dadanya berdesir hebat, rasa cemburu menghantuinya....


" Aku harus memyelidikinya " ucapnya lalu menekan no seseorang


See you next eps


Jadilah pembaca bijak, dengan mengapresiasi karya kami. Tekan like beri komen dan votenya sista


Happy Reading