
"Ini beberapa dokumen dari perusahaan yang akan bekerjasama dengan kita." Karyawan yang mengantarkan dokumen itu pergi dari ruangan Genta setelah menyerahkan beberapa bahan untuk ia kerjakan.
Genta meraih dokumen itu dan meneliti kelengkapan data. Dirinya mengangguk dan meletakkan kumpulan kertas itu dengan malas di atas meja.
Otaknya masih berkecamuk memikirkan kejadian kemarin dan penemuan barang aneh di kamarnya bersama Elizabeth.
Hal itu menghantuinya dan membuatnya terus tersiksa karena sakit di kepalanya setiap kali ia berusaha memaksa agar ingatannya kembali.
Ia penasaran apa yang terjadi di masa lampau. Dokter mengatakan ia kehilangan ingatan akibat terbentur benda keras saat jatuh di jurang.
Genta menarik napas dan mengingat orang yang telah menyelamatkannya. Genta menikahi Elizabeth atas dasar balas budi dari kebaikan Elizabeth kepada keluarga angkatnya yang telah menolong dirinya.
Genta berusaha mencintai Elizabeth meski kadang hatinya menolak terang-terangan. Sekarang ia dipercaya oleh wanita itu untuk mengurus perusahaannya.
Ia masih bingung dengan benda kemarin seolah Elizabeth mengetahui banyak tentang masa lalunya dan merahasiakan banyak hal darinya.
Selain itu Genta juga merasa ada yang aneh dengan kecelakaan Elizabeth seolah telah direncanakan, tetapi siapa pelakunya. Mungkin itu hanya dugaannya dan Elizabeth murni mengalami kecelakaan pada umumnya.
"Beban ku akhir-akhir ini semakin bertambah," lirih Genta dan bangkit dari tempat duduknya.
Ia meraih benda yang biasanya selalu membantunya berjalan. Ia akan melakukan terapi agar kakinya dapat disembuhkan.
Ia tidak tahu kenapa bisa tertembak di sana dan ditemukan di dalam jurang, Genta rasa yang pasti sesuatu yang besar telah terjadi beberapa tahun lalu.
Setelah mencari penyebabnya Genta yakin jika ia salah satu korban di tragedi besar yang ada di pelabuhan.
Genta belum bisa melakukan penelitian besar-besaran, ia hanyalah menumpang hidup dengan Elizabeth. Ia tidak bisa menggunakan koneksi nya untuk masalah pribadi.
Maka dari itu Genta dengan tekun belajar bisnis dan mulai mempelajari jaringan organisasi untuk menghimpun kekuatan agar ia bisa memilik organisasi sendiri dan memudahkan dirinya mengakses sesuatu.
"Halo aku ingin kau mengantarkan ku ke rumah ayah ku."
"Baik Tuan," ujar orang dari seberang sana.
Genta menarik napas dan meninggalkan ruangan itu. Sepanjang jalan orang menyapanya dan ia hanya membalas dengan senyuman tipis.
Genta disambut oleh beberapa bodyguard dan asistennya. Ia masuk ke dalam mobil dan menatap lurus ke depan.
"Bagaimana keadaan istri ku!" tanya Genta dengan datar kepada asistennya yang menyupir.
Genta tertunduk dan tersenyum kecut. Jika ia terus menunda bertemu dengan petani itu mungkin ia akan semakin gila dibayangi oleh rasa khawatir.
"Kita hanya sebentar."
"Apa Anda yakin perjalanan kita tidak akan lama?"
"Ayah ku telah pindah di sekitar sini. Kita tidak akan ke desa."
Sang asisten mengangguk dan mengikuti instruksi dari Genta.
Tidak membutuhkan waktu yang lama Genta dan sang asisten bersama beberapa bodyguard yang lain telah sampai.
Rumah itu lumayan kecil dan Genta tersenyum melihat sang petani penyelamat dirinya tengah bersantai di taman.
"Ada gerangan apa yang membawa mu kemari?" Pria itu terkekeh dan meletakkan kopinya di meja. "Apakah kaki mu sudah membaik?"
Ia menatap Genta yang sangat berbeda dengan penampilannya dulu. Genta tersenyum dan duduk di kursi kayu.
"Ada hal penting yang harus ku tanyakan pada mu. Dan yah sesuai yang kau lihat, kaki ku mulai lumayan dari sebelumnya."
Laki-laki tua itu mengubah ekspresinya serius dan membenarkan posisinya. Ia mengamati Genta dengan seksama.
"Hal penting apa yang membuatmu repot-repot mendatangi ku?" tanyanya dengan penuh heran.
"Apa kau tahu siapa Elizabeth?"
Pria itu tampak berpikir yang ia tahu Elizabeth adalah anak dari orang kaya yang keluarganya masih misterius. Ia sama seperti Genta merasa ada yang aneh dengan Elizabeth.
"Aku tida tahu banyak tentangnya," ujar pria itu dengan rasa bersalah.
Genta menarik napas dan berpikir sejenak. Ia menyentuh dagunya dan menghela napas beberapa kali.
"Elizabeth mengalami kecelakaan dan koma di rumah sakit. Aku harus menemuinya." Pria tadi tercekat dan menatap Genta tidak percaya.
_______
Tbc