My Handsome Maid

My Handsome Maid
Part 35



"Papa kenapa belum datang ma?" tangis Drake yang sedari tadi menunggu kedatangan Genta di teras rumah megah milik keluarga Arakhe.


Alice hanya mampu meneguk ludahnya. Ia juga was-was dan hatinya gundah. Matanya berkelana di sekitar, hari akan sore tapi Genta belum diketahui keberadaannya.


Telepon darinya juga tidak diangkat oleh Genta. Hal itu kian menambah kekhawatiran Alice, ditambah lagi tidak ada sama sekali orang di rumah ini yang tahu keberadaan Genta.


Ia mondar mandir ke sana kemari seperti orang kebingungan. Perempuan itu memutuskan untuk ke depan pintu gerbang. Hal pertama yang ia lihat adalah para security yang berjaga ketat di depan sana.


Napas Alice menghela ia hendak berbalik meninggalkan gerbang itu. Tapi, mata elangnya menangkap sesuatu. Perempuan tersebut dengan tangan gemetar mengambil kalung yang tergeletak di tanah.


Matanya memanas melihatnya, ia terduduk di tanah. Kalung itu adalah kalung milik Genta, tadi malam pria tersebut masih mengenakan kalungnya. Kalung tersebut Alice yang memberikan.


Tentu penemuan benda tersebut malah menambah Alice semakin takut. Ia panik dan makin mencari jejak terakhir Genta.


Dirinya merasa frustasi saat kemampuannya tidak berdaya. Perempuan itu terduduk dengan tangis menderai.


"Mama kenapa?!!" teriak Adaire yang khawatir melihat kondisi Alice.


Drake dan Adaire berlari ke arah Alice dan memeluk perempuan itu. Alice menangis, ia sangat takut jika terjadi sesuatu dengan Genta. Terlebih paling ia takutkan adalah William ayahnya mengetahui siapa Genta, bagaimana jika Genta diculik oleh William, oh Tuhan sungguh Alice tidak bisa membayangkan.


"Aku tidak apa-apa," lirih Alice dan mendekap sayang kedua anaknya.


Adaire dan Drake menatap sedih wajah Alice. Salah satu dari bocah itu menghapus jejak air mata di wajahnya.


Mata Drake melihat kalung di tangan Alice. Ia tahu kalung itu milik ayahnya, kenapa ada di tangan mama Alice pikirnya.


"Mama itu bukannya kalung papa ya?"


Alice terkesiap dan melirik kalung tersebut. Ia mengangguk membenarkan pertanyaan Drake.


Hati Alice merasa tersentuh melihat kepedulian kedua anaknya. Ia mengusap puncak kepala keduanya dengan sayang.


Alice membawa mereka ke tempat yang lebih layak dan cukup sepi. Sebelum mengungkapkan sesuatu ia terlebih dahulu mengamati dua bocah yang ada di depannya itu.


Mungkin sudah saatnya bagi dirinya mengaku siapa dia sebenarnya bagi kedua anak ini. Alice tidak sanggup lagi berlama-lama memendam rasa sakitnya harus merahasiakan hal besar ini.


Dengan wajah puas serta penuh kegugupan Alice mengangkat suara.


"Drake tau ibu Darek siapa?" tanya Alice dengan wajah yang memerah dan gugup.


Drake menggeleng. Anak itu tertunduk dengan wajah sedih. Sampai sekarang ia belum tahu siapa ibunya, ia dilarang keras oleh Genta melihat foto ibunya sendiri.


Padahal Drake sangat ingin mengetahui bagaimana rupa sang ibu, Genta sering mengatakan jika ibunya mirip dengannya.


"Adaire kau tahu orang tua mu yang sebenarnya siapa?"


Kedua anak itu terbengong mendengar pertanyaan Alice. Selama ini yang Adaire tahu ibu nya adalah Lina. Dia hanya tidak mengetahui siapa ayahnya.


"Mama Adaire mama Lina, kalau papa Adaire, Adaire tidak tahu," ungkap Adaire dengan wajah berusaha kuat dengan keadaan.


Ia tersenyum kepada Alice nona mudanya sangat jarang berlaku seperti saat ini. Adaire tidak ingin menyia-nyiakan waktunya.


Hati Adaire sakit mendengar ucapan yang keluar dari mulut Drake dan Adaire. Ia telah jahat, mungkin dirinya akan masuk ke dalam kategori ibu terkejam. Ya dirinya memang pantas mendapatkan reward itu.


Alice memeluk mereka dengan erat. Ia meletakkan dagunya di atas kepala Drake. Kedua tangannya senantiasa mengusap punggung Adaire dan Drake.


"Maafkan aku." Sebutir air mata lolos dari kedua kelopak matanya. Ia terisak-isak, berat rasanya ia ingin mengatakan. "Maafkan aku. Aku ibu kalian hiks, hiks, aku ibu kalian yang sesungguhnya, dan Genta adalah ayah kalian, hiks hiks hiks, maafkan aku, anak ku!!"


Tangis Alice pecah saat mengatakan sambil menahan perih di dada. Drake dan Adaire kaget bukan main, meskipun keduanya masih anak-anak tapi keduanya cukup paham dan mengerti.


"MAMA!!!"


Drake langsung memeluk Alice dengan sayang. Tangis anak itu pecah dan memeluk tubuh Alice dengan kencang.


Berbeda dengan Adaire, anak itu terdiam di tempat dengan otak yang berusaha berpikir keras.


Ia berjalan mundur dengan mata berderai air mata. Hati Alice merasa tercubit melihat sikap yang ditunjukkan Adaire.


Alice memeluk anak itu yang takut kepadanya dengan kencang. Dia sangat bersalah kepada Adaire. Seharusnya tidak pantas ibu sepertinya dimaafkan, tapi ia ingin egois dan meminta Adaire bisa memaafkannya.


Tangis Adaire pun nyaring, ia langsung memeluk tubuh Alice dan menumpahkan perasaan kecewanya di sana. Pantas saja Adaire sangat mencintai Alice bahkan dirinya tidak sanggup untuk membenci setelah apa yang dilakukan Alice padanya.


"Mama!!" Alice tersenyum melihat kedua anaknya menyebut dengan titel tersebut. Akhirnya lega sudah perasaannya.


Mereka bertiga berpelukan dengan sayang hingga daheman seseorang membuat Alice langsung panik dan ketakutan.


William dan Sean berdiri di depan. Rasanya Alice hendak pergi jauh saat melihat sosok yang berusaha ia hindari berdiri di depan matanya.


Ia mendekap Adaire dan Drake dengan kencang takut jika William akan melakukan sesuatu kepada anaknya.


Mata Alice mengarah pada Tiara yang baru datang. Perempuan tersebut berwajah datar sulit untuk ditebak. Tangis Alice semakin menggila, rasanya ia tidak sanggup ditempatkan di posisi ini.


"Kenapa kau tidak pernah bilang jika Genta yang melakukan itu pada mu Alice?" pertanyaan penuh dingin itu bak menusuk jantung Alice begitu dalam.


"Apa kau berusaha melindunginya?"


Alice menggeleng dan menghapus air matanya kasar. Perempuan tersebut bangkit berdiri tegak. Ia menatap berani orang yang punya kuasa di rumah ini.


"Apa mau papa?" tanya Alice balik dengan penuh tantang.


"Berhentilah bersikap bodoh Alice. Anak itu tidak pantas ada di sini!" sinis Tiara dengan mata tajam mengintimidasi kedua bocah tersebut, "aku baru tau kau melahirkan anak kembar. Begitu banyak kebohongan kau simpan dari orang tua mu sendiri, hm? Kau pikir kami siapa Alice?"


"Ma Alice akan menerima mereka! Alice menyayanginya. Pa! Ma! Hentikan ambisi kalian, maafkan Genta. Aku mencintainya!"


Plakkkk


Tamparan keras yang diterima Alice membuat wajahnya merah seperti lada. Alice menatap William yang telah tega menampar putrinya sendiri.


"HENTIKAN OMONG KOSONG MU ALICE!!! KAU TAHU SIAPA GENTA?! DIA ADALAH ANAK DARI MUSUH KITA!!! LUPAKAN PERASAAN BODOH MU ANAK SIALA*N."


Alice langsung terduduk di tempat. Katakan padanya semua itu bohong, ini lebih rumit kenyataan yang tidak pernah terbayangkan. Alice membencinya.


Ia menangis sesugukan di tanah dengan kedua anaknya yang berdiri di samping ketakutan.


Ia meneguk ludah kasar dan menatap berani pada William. "Kenapa perasaan ku harus menjadi korban?"


William geram dengan putri semata wayangnya. Kemarahan yang dibuat oleh putrinya tidak dapat lagi terkontrol dengan baik. Kakinya siap menendang tubuh Alice namun Adaire lebih dulu menjadikan tubuhnya tameng hingga Adaire merasakan kepalanya berat dan jatuh pingsan.


"TIDAK ADAIRE!!!! HIKS, HIKS, HIKS, ANAK KU BANGUN!!"


Alice puas menggoncang tubuh Adaire tetapi ia tidak kunjung mendapatkan tanda-tanda baik.


Bughhh


"Apa-apaan kau!!" marah William kepada orang yang baru saja memukul wajahnya.


Semua yang ada di sana kaget melihat kedatangan Genta dan langsung memukul William dengan brutal.


Sean tidak tinggal diam, ia menjauhkan Genta yang membabi buta tersebut.


"BERANI-BERANINYA KAU MEMUKUL ANAK KU BAJI*NGAN!!!"


Genta kembali hendak melakukan aksinya tapi sebuah timah panas lebih dulu bersarang di kaki kirinya.


"Akhh!!"


"GENTA!!!!"


"ANAK SIALA*N KAU!! MULAI HARI INI KAU AKAN DIPECAT DAN JANGAN BERANI MENGINJAKKAN KAKI DI RUMAH INI!! INGAT KAU DAN ALICE TIDAK BOLEH BERTEMU! jika aku tahu dari dulu kau anak si kspar*t itu, mungkin sudah lama aku akan membunuhmu!"


____


Tbc


jangan lupa like dan komen hari ini keknya cuman bisa update sekali doang deh