
"Buang mayat-mayat ini ke jurang dan pastikan tidak tercium media. Rekayasa kejadian ini, dan tutup mulut mereka dengan uang," ujar Damian dingin sembari menatap mayat-mayat yang bergelimpangan, secara logika mustahil tidak akan diketahui warga.
Tapi, dirinya pastikan hal itu tidak akan terjadi. Tidak ada masyarakat yang boleh tahu lebih tentang bentrokan antar organisasi besar tersebut.
Mata Damian menjelajahi setiap tanah yang basah dengan cairan darah. Ia berjalan ke arah tubuh yang dagingnya berhamburan.
Matanya memanas dan dirinya menjemput daging itu. Runtuh sudah pertahanannya kala orang yang sangat ia hormati dan cintai telah tiada dengan cara yang menggenaskan.
"Papa," lirihnya dengan air mata yang berlinangan.
Siapa sangka jika Damian ternyata adalah putra dari hubungan William dan Lina di masa lampau jauh sebelum ia menikahi Tiara dan mengkhianati Lina.
Tapi bagi Damian ia sangat menyayangi ayahnya tidak peduli seberapa buruk perlakukan ayahnya, ia hanya ingin dapat balasan rasa sayang pula dari sang ayah.
William memang menyayangi Damian tapi hanya di ruangan tertutup berbeda dengan Alice. Alice adalah adiknya sudah sepatutnya ia melindungi perempuan itu.
"Papa, maafkan aku," tangisnya seraya mengumpulkan daging-daging yang berhamburan.
Tidak ada yang curiga dengan Damian, anak buah William yang lain dengan enteng membawa manusia tanpa nyawa ke dalam mobil.
"Aku pasti akan menjaga Alice untukmu, pasti kau akan senang."
Damian menghapus kasar air matanya dan menatap kumpulan daging dengan rasa yang tidak terbilang kan sakitnya. Tidak tahu siapa yang menang di antara kedua belah pihak.
Tidak William dan tidak pula Miguel. Semuanya kalah dan meninggal dalam kesia-siaan.
Damian menatap jasad Miguel lalu menarik napas panjang. Di samping jasad itu ada Sean yang tersungkur dengan banyak luka tembakan.
Senyumnya mengembang pada akhirnya ia berhasil menumbangkan pria tersebut, sudah sangat lama ia ingin memberitahukan William tapi William tidak pernah sama sekali percaya dengannya.
"Kau mengkhianati orang yang telah mempercayai mu."
_________
Alice memberontak saat diseret ke dalam rumahnya. Matanya sembab karena sudah kelelahan menangis.
"LEPASKAN AKU BRENGS*EK!!" teriak Alice sembari memaki orang yang dengan lancang menarik dirinya.
"Nona maafkan kami ini perintah," titah orang itu.
Ia tidak bisa meninggalkan Genta begitu saja sementara dirinya tidak tahu nasib pria itu bagaimana. Ia hendak berteriak bak orang gila saja agar diizinkan kembali ke sana, tapi sepertinya sudah terlambat dan kini juga ia sudah berada di tempat yang berbeda dan jauh.
Ia menatap ibunya yang sedang melamun di balkon. Perempuan itu pucat kala mendengar kabar buruk William.
Tidak ada lagi kehidupan di dalam sana yang membuat Alice bisa merasakan. Jika Tiara lebih sakit maka dirinya juga akan lebih sakit kehilangan suami dan ayah sekaligus serta paman-paman yang ada di dalam pertumbuhannya.
Matanya kontan membulat saat melihat gerak-gerik Tiara yang tidak biasa. Ia berdiri di atas pagar pembatas yang bisa saja membahayakan dirinya.
"MAMA!!" teriak Alice dan hendak menahan perempuan itu agar tidak bunuh diri.
Ia berlari ke arah Tiara dan memegang tangan perempuan itu. Tidak lagi Tuhan, kali ini rasa sakit seperti apa yang akan diterimanya? Ibunya sendiri saja hendak meninggalkannya.
"Mama jangan," ringis Alice sembari menahan sekuat tenaga tangan perempuan itu.
Tiara menggeleng dan mengusap kepala putranya dan mencium puncak kepala sang anak dengan penuh kasih sayang.
"Maafkan Mama."
Tidak lama kalimat itu diucapkan, tiba-tiba Tiara menjatuhkan diri dari atas balkon yang membuat Alice melihatnya histeris.
Ia tersimpuh di atas lantai dan menangis kencang sembari memegang dadanya yang sangat sesak.
"Kenapa Mama tega tinggalin Alice juga?" Alice menghapus air matanya dan berniat berdiri di atas balkon.
Jika mamanya bisa melakukan itu maka dirinya juga bisa. Ia akan menyusul sang ibunda dan melupakan rasa sakitnya dalam sekejap.
________
Tbc
Jangan lupa like dan komen yah.
Btw jangan lupa mampir juga ke karya temen aku dijamin seru man teman pokonya top bgt dah.
Jangan lupa like dan komen