My Bossy Husband

My Bossy Husband
Episode 5



...WELCOME BACK...


Rumah mewah keluarga J.F Cole



Ruangan utama tempat perjamuan.


Para tamu sudah mulai berdatangan , tak sedikit yang hadir karena yang mengundang adalah nyonya rumah . Mendapat undangan darinya adalah bagi mereka yang ingin menjalin hubungan bisnis karena mereka yakin pasti banyak pebisnis-pebisnis kelas atas yang juga ikut hadir . Bukan perjamuan namanya jika mereka tidak saling menjilat untuk berbisnis , baru mulai berdatangan saja sudah ramai membicarakan bisnis keluarga kaya satu ini . Tak sedikit berharap bisa bekerja sama dan menjadi partner mereka.


Tapi berbeda dengan wanita yang baru melangkah masuk di ambang pintu , dia kebingungan harus ngapain . Dia juga terpikir dengan bodohnya dia menyetujui keinginan Nyonya Crolleta untuk hadir disini. ("Aku memang bodoh , masih sempet gak ya aku pergi dari sini") pikirnya ingin pulang .


"Terimakasih sudah hadir , malam ini aku mengadakan jamuan makan ini bertepatan dengan kepulangan suamiku tercinta mas Rahendra Jeffri Frouth Cole" Nyonya Crolleta menuruni tangga dengan anggun .


Seluruh tamu bertepuk tangan dan tak lupa membuka jalan untuk pria terhormat ini lewat . Icha yang masih di ambang pintu juga menyingkir takut menghalangi . ("Sungguh keluarga yang sangat kaya , aku gak cocok berada disini aku harus nyari waktu berterima kasih atas udangannya setelah itu aku pulang") . Dia agak menepi .


Tuan Rahendra memeluk istrinya dan tidak lupa mengecup kening istri tercintanya . "Sayang kamu sangat cantik malam ini" goda dia kepada sang istri .


Ekhem..


Seseorang menyela manisnya pasutri itu saling kangen-kangenan pasalnya sudah hampir 5 bulan kepergian suaminya jadi mereka sudah lama gak bertemu .


"Ibu , ibu juga disini" tuan Rahendra menoleh .


Wanita tua itu tersenyum , dengan cepat Rahendra memeluknya . "Menantu ibu menelfon , dia bilang ingin mengenalkan beberapa gadis untuk cucu tersayangku bagaimana bisa aku gak ikut andil dalam menilai nya" wanita tua itu balas memeluk anaknya.


"Nikmatilah pesta kalian malam ini" Nyonya Crolleta memberi perintah . Para tamu pun menyibukkan diri mereka sendiri .


"Ibu" dia memeluknya .


"Leta dimana cucu ku" . Balas dia memeluk .


"Dia mungkin sebentar lagi datang bu" .


"Sayang, kamu beneran mau ngenalin gadis untuk Arvian malam ini" suaminya bertanya penuh rasa penasaran .


"Iya.." dia mengangguk.


Tap tap tap


Seorang pelayan menghampiri mereka . "Nyonya besar , tuan , nyonya .. keluarga Non Sherly yang nyonya undang sudah datang .. " ucap pelayan itu .


"Dimana dia " Nyonya Crolleta bersemangat .


"Itu disana " pelayan itu mengarahkan .


"Baiklah , kamu boleh pergi . Mas , Bu aku kesana dulu ya nanti kita ngobrol lagi ..." dia pergi .


"Bu lihat menantu ibu"


"Biarkan dia Hendra , ibu sudah tua gak kuat berdiri jadi ibu akan duduk , kamu silahkan menyapa tamu ibu menunggu Vian datang ".


Dia berjalan masuk , sepanjang jalan tak nampak sedikit pun sudut bibirnya tersenyum . Beruntung dengan parasnya itu siapa yang tidak tertarik padanya .


Aaaaa... dia sangat tampan . Para gadis disana di buat gila oleh pria satu ini .


("Apa yang mereka lihat kenapa sampai berteriak seperti itu , tapi bukan urusanku . Aku harus mencari kemana ya ") . Icha mencelingak celinguk mencari orang yang mengundangnya karena dia mau berpamitan .


("Kok gak keliatan ya") batinnya masih mencari.


Dia mengitari ruangan tempat pesta mencarinya tapi masih gak ketemu . Uhuk uhuk .. batuk seorang wanita tua mengalihkan perhatiannya . "Ada apa dengan nenek itu" .


Dia menghampirinya . "Nenek minum air dulu " Icha menyodorkan segelas air putih kepadanya . "Apakah nenek sakit dimana obat nenek Icha bantu ambilin" kata dia khawatir .


"Gak papa kok nak" wanita tua itu tersenyum .


Dia lantas bertanya kepada Icha , karena bingung saat melihat Icha mondar-mandir seperti mencari sesuatu . "Katakan nak kamu tadi nenek lihat seperti sedang mencari sesuatu apa kamu kehilangan barang atau suatu benda penting begitu " .


"Ah , ah , gak kok nek , sebenarnya aku mencari bibi cantik , eh maksudku yang mengadakan acara ini "


Nenek itu kaget saat melihat tingkah lucu Icha menjelaskan apa yang dia cari . "Kamu sangat lucu , kenapa kamu mencarinya nenek mungkin bisa bantu kamu" .


"Beneran nek" Icha tiba-tiba bersemangat . "Begini nek aku tuh mau pamit sama bibi cantik eh maksudku Nyonya Crolleta karena acara ginian aku gak cocok " lanjutnya dengan murung .


"Gak cocok??" nenek itu bingung .


"Iya nek , aku gak ngerti acara ginian pergi aja gak pernah tadi itu aku gak sengaja bilang iya ke bibi jadi mau pamit dulu ke dia takutnya dia nyariin Icha entar "


"Loh kok pamit"


"Hehehe gak papa kok nek " Icha tertawa bodoh di depan nenek itu . Dia mengusap kepala Icha sambil mengatakan "itu disana yang kamu cari , pergilah .." nenek menujukkan keberadaan Crolleta .


"Makasih nenek" dia lekas berlari pergi .


Dari jarak 10 langkah , lelaki yang menyita perhatian tadi memperhatikan neneknya yang tersenyum setelah kepergian Icha . ("Nenek bicara dengan siapa tadi sampai dia tersenyum bahagia") dia tidak memerhatikan wajahnya. Vian pun mendekati neneknya .


"Nenek.." ucapnya langsung memeluk sang nenek .


***


DON'T FORGET TO


✓Like


✓Komen


✓Vote


✓Favorit


...SEE YOU NEXT EPISODE ...