My Bossy Husband

My Bossy Husband
Episode 4



...WELCOME BACK...


"David dimana dia" sorot matanya menatap sangar ke arah David . Dia Arvian yang diselimuti kabut hitam amarah .


"Ayolah Vian jangan membuat dia takut"


Vian beralih menatap dimas . "Apa kau juga ingin ku beri pelajaran , bagaimana cara menerima seorang karyawan karena kamu kurang memperhatikan standar kualitas atau kamu hanya merekrut karyawan melalui wajahnya" .


Mendengar kata itu keluar dari mulut Arvian Dimas langsung terdiam gak bisa berkata-kata . Dia hanya berharap bisa lekas pergi dari sana . Tapi Arvian menahannya lagi .


"Katakan padaku siapa yang meminta kamu melakukannya" .


"A apa maksud kamu Vian.." gugubnya tapi di tahan agar gak keliatan . ("Apa dia seorang peramal bisa tahu segalanya tanpa ku kasih tahu padahalkan itu hanya aku dan Sisil yang tahu") dia membantin sambil menggenggam erat kedua tangannya.


"Katakan" Arvian membentak Dimas .


"Sisil " sahut dia yang keceplosan .


"David , siapa Sisil" ucapnya beralih ke arah David .


"Nona Sisilia Anastasia adalah sekretaris tuan Dimas Atmajaya " .


Arvian mamicingkan mata. "A aku ada urusan , jadi aku pergi dulu" . Dimas berlari keluar .


***


"Hey , kau menabrakku" .


"Aku buru-buru" .


"Apa kau di kejar hantu , sampai ketakutan seperti itu ".


"Ini lebih berbahaya dari hantu , dia itu iblis" .


"Iblis berdarah dingin" Dimas terlihat menjelaskan. " Kamu , Icha.." kaget dia setelah melihat dengan seksama wanita yang bicara dengannya.


"Aku saranin kamu gak usah masuk kesana" .


Icha hanya mendengarkan .


"Dia itu iblis" dia bergidik ngeri di depan Icha .


"Kamu lihat aku , apa aku takut" Icha menatapnya .


Aaaaaa ... Teriaknya kaget saat melihat mata Icha . "Apa kalian berdua iblis" Dia berlari meninggalkan Icha . ("Hari ini sial banget ketemu Vian udah serem di tambah temen Sisil juga sama apa Sisil gak tahu kalau dia punya temen mirip iblis tatapannya") .


"Apa seseram itu , bukankah dia hanya lelaki tua yang mesum pasti orang tadi halusinasi nya bermasalah" Makinya menghina Dimas .


Icha sudah di ambang pintu , dia mengetuk pintu.


Klek~ pintu terbuka . "Masuk nona" David mempersilahkan dia untuk masuk .


Icha sudah berada di dalam , dia membungkuk hormat tanda memberi salam pada lelaki yang membelakanginya . "Halo tuan , saya Felicha Kimberly , silahkan anda bertanya apa saja tapi saya ingatkan untuk tidak menatap tubuh indah saya" Katanya memperingati .


"Kau pikir aku tertarik dengan tubuhmu yang kecil"


Lelaki itu berbalik .



Icha mendongak. ("Ternyata bukan bapak-bapak").


"Kamu" Ucap keduanya kompak .


"Oh aku mengerti rencana kamu , semalam masih bertindak gak suka dengan orang kaya sekarang setelah tahu siapa aku jadi kamu mendaftar kesini , takutnya nanti abis ini kamu akan mengancam ku kan dengan kejadian semalam" .


"Apa kau sangat suka menempel padaku sampai - sampai mendaftar bekerja disini bahkan menggunakan temanku untuk membantumu" .


Icha diam bukan karena takut tapi karena dia sedang gak mau ribut , apa lagi sekarang dia sedang butuh pekrjaan . Dan ini adalah perusahan yang mau menerimanya . ("Tahan Icha kamu butuh pekerjaan") dia berusaha untuk menahan amarah.


"Terserah apa kata bapak , tapi saya hanya ingin tahu kenapa saya di panggil kesini" senyum terpaksa Icha bertanya.


"Oh , masih punya muka bertanya"


("Kenapa dia membuatku kesal") .


"Kamu tahu , perusahaan ku ini adalah perusahan terbaik banyak yang ingin bekerja disini dan kamu yang gak lulus sekolah SMA aja masih punya muka buat daftar disini"


"Sadar gak , perusahaan terbaik pasti memiliki standar tinggi dalam mencari karyawan meski hanya karyawan magang pun paling gak lulusan S1 sedangkan kamu..."


"Jadi bapak memanggil saya kemari untuk apa" tanya geram Icha yang tetap tersenyum walau kepaksa.


"Menurut kamu"


Arvian menaikan sebelah alisnya , dan menatap ke arah Icha dengan tatapan mengejeknya . Dia melirik dari atas sampai bawah kemudian berjalan mendekati Icha . "Sangat bersemangat sampai lupa kalau kamu gak cocok tetap berada disini" dia kemudian tertawa.


"Atau masih gak ngerti kamu gak di terima"


"Baik bos" . David membukakan pintu padahal beberapa menit yang lalu dia baru menyuruh Icha masuk dan sekarang dia menyuruh Icha untuk pergi .


"Silahkan nona"


Icha pergi tanpa sepatah katapun .


"Bos , sekarang anda.."


"Lanjutkan wawancara minta yang lainnya masuk"


Mereka melanjutkan wawancara karyawan magang dan itu di pimpin langsung Arvian . Tidak ada dari 5 orang yang sudah selesai wawancara dia terima . "David apa standar kita sudah benar-benar turun kenapa mereka semua gak berguna" dia menghempaskan pena di atas meja.


Bingung harus menjawab apa David hanya bisa memanggil orang selanjutnya , dia Sherly Andriano .


"Selamat siang semuanya nama saya Reanova Andriano "


"Kamu sekolah di Amerika, menguasi 4 bahasa asing kenapa memutuskan untuk kembali dan masuk keperusahaan ku bukannya ke perusahaan ayahmu"


"Dan juga dengan statusmu kenapa mendaftar sebagai karyawan magang di perusahaan ku kalau kamu ke perusahaan ayahmu harusnya kamu bisa menjadi direktur"


Wanita itu menjawab dengan profesionalitasnya .


Wawancara terus berlangsung , pertanyaan bukan hanya datang dari Arvian tapi juga pihak HRD yang hadir juga berhak mengajukan pertanyaan . Semua pertanyaan itu di jawabnya dengan sempurna dan dia tetap tenang . Itu adalah poin penting menurut Arvian dalam berbisnis kita harus bisa mengontrol emosi.


"Kamu lulus , David bawa dia"


"Terima kasih tuan" dia membungkuk hormat .


"Mari nona Sherly "


David mengajak Sherly keluar dan memanggil peserta wawancara selanjutnya . ("Aku berhasil") Sherly melirik Arvian sebelum dia keluar melewati pintu .


Mereka terus melanjutkan wawancara.


***


Arrrrgggghh.... dia berteriak di tengah jalan.


"Aku kesal dengannya , harusnya tadi aku meninju wajahnya yang songong itu , dia menghinaku tapi itu fakta argrrrgggghhh...... gak bisa marah" Icha kesal .


Kringgg!!(telfonnya berbunyi)


"Yo gimana wawancaranya" suara ditelfon.


"Gagal lagi" kata Icha membuat Sisil kaget .("Kenapa bisa gagal lagi bukan kah Dimas setuju untuk membantuku") .


"Cha aku matiin dulu ya bosku datang"


Icha hanya berdehem .


"Bos kamu kenapa " Sisil bertanya.


"Sil kamu tahu gak temen kamu itu matanya nyeremin kalau natap .. mana tadi Vian juga sama mereka udah kaya pasangan iblis tau" Dimas merinding mengingat kejadian tadi.


"Iya sih , tadi aku nelfon dia bilang gak ketrima bukannya kamu bilang gampang bos " ejek Sisil pada Dimas .


"Kamu malah mengejekku , gak liat apa aku ketakutan sampai setengah mati sekarang" dia pergi meninggalkan Sisil.


"Bos karena kamu gak bisa berarti malam ini aku gak ikut kamu pergi , sekarang aku mau pulang bye bye bos" Sisil berteriak.


"Terserah kamu , tapi besok gaji kamu aku potong"


"Gak jadi deh bos , tungguin aku" Sisil mengejarnya.


***


"Nyonya anda baik-baik saja"


"Gak papa kok nak , kamu gimana gak papa kan?" wanita itu menoleh . "Kamu lagi , sepertinya kita berjodoh nak hari ini sudah bertemu dua kali .. kenalin nama ibuk Crolleta " dia tersenyum ke arah Icha.


"Aku gak papa kok buk" sahutnya . ("Kebetulan yang menganehkan sudah bertemu dua kali dalam sehari dan dalam keadaan yang canggung banget , tadi aku gak sengaja nendang kaleng soda , sekarang aku karena kesal sampai gak merhatiin jalan dan hampir aja keserempet motor untung ibuk ini membantuku").


***


DON'T FORGET TO


✓Like


✓Komen


✓Vote


✓Favorit


...SEE YOU NEXT EPISODE...