
Note: Semua adegan dalam novel di bawah ini hanyalah fiktif belaka. Jika terdapat kesamaan Nama, alur ataupun kejadian, itu semua hanya dibuat untuk kepentingan cerita saja ya gengs.... Happy Reading🙏❤️
Jangan Lupa like dan komennya ya,,, vote juga boleh bangettt.
******
Pagi ini, tajuk utama di setiap media massa, elektronik, maupun sosial di hebohkan dengan foto mesra dari Barra Pratama dengan seorang model wanita. Keduanya tertangkap kamera sedang berciuman di ruangan Barra. Entah bagaimana caranya para wartawan itu bisa masuk ke perusahaan sekelas GM Corporation dengan mudah.
Namanya mulai redup di panggung hiburan, Model cantik ini banting stir jadi pehubor (perusak hubungan orang)
Sepi job dan tak kunjung mendapat tawaran modelling maupun iklan, Angeline kembali buat ulah. Netizen: Pansos mulu!
Minim prestasi, Angeline mengaku telah lama pacaran dengan seorang petinggi GM Corporation. Siapa Dia?
Beberapa judul berita yang tersebar di media massa yang menampilkan foto Angeline mencium Barra. Angeline nampak tersenyum dan melemparkan majalah yang sedang di bacanya. "Rencana berhasil,,, yes!" serunya seraya berpose dengan tangan terkepal di depan dagunya.
My Manager calling...
"Hallo," jawabnya dengan nada bahagia dan manja.
". "
"Apa? yang benar saja." Buru-buru ia mencari remote TV dan menekan tombol ON. Mencari channel yang di maksud manajernya, Angeline langsung terkesiap. Satu tangannya membekap mulutnya.
Angeline langsung mencari berita di laman-laman media online dan betapa terkejutnya dia melihat berbagai judul yang menampilkan adegan mesra Barra bersama seorang wanita.
Heboh! Terungkap pacar Tuan Muda Gunawan yang digadang-gadang akan menikah akhir tahun ini!
Barra Pratama Gunawan dikabarkan akan mengakhiri masa lajangnya di usia 30 tahun. Ini dia profil lengkap calon istrinya!
Tertangkap sedang menggendong seorang karyawan perempuannya dengan mesra, Barra Pratama punya pacar?
Mengintip aksi seru penyelamatan seorang karyawan perempuan oleh wakil direktur GM Corporation, Barra Pratama Gunawan.
"Kampr*t, sia-sia usaha Aku datang ke sana. Dasar, resepsionis s*alan, Aaaaarrrgh!" teriak Angeline, setelah mematikan saluran televisi yang mengabarkan berita tentang kejadian kemarin di kantor Barra. Sebelumnya, dia telah beberapa kali memindah channel Tv, namun berita yang di sajikan tetap sama dan membuat Ia merasa kesal.
Angeline beralih ke laman media sosial instalgeram. Ia menscrool berita di beberapa akun gosip. Kebanyakan akun gosip memviralkan foto dan video Barra dengan seseorang, meski ada juga foto Angeline dan Barra sedang berciuman 😝. Seperti dalam akun gosip Gigi Perih yang sudah terkenal memiliki kredibilitas tinggi sebagai akun gossip.
"Sesembak model nyosor duluan gaes, Minceu ilfeel jadinyah"
caption salah satu foto kebersamaan Angeline dan Barra yang diunggah oleh akun gossip Gigi Perih. Foto ini pun mendapat hujatan beragam dari pengguna Instalgeram.
"Si teteh, jaim sakedik atuh teh.. kedah aya ka isin upami janten istri mah!" celetuk salah satu pengguna dengan akun @Sari_N15.
"Apaan sih ini orang? Pansos mulu kerjaannye, pen gue ketekin," ketus akun @Rahma_Dhika
"Mbak, bosen idup lu?" Pengguna dengan akun @Kozume_kenma komen emosi guys.
"Perlu di basmi pake pestisida nih yang beginian🙄"
Akun @Na_sari membalas.
"Dengan kekuatan camdig usang, demi apah Nyai ketemu foto beginian. Hari patah hati nasional inih, Nyai mau ngomong apah atuh, cuma remahan rengginang."
caption di akun gossip lain yang menampilkan foto Barra menangkap seorang karyawan perempuannya mendapat berbagai komentar positif dari netizen.
"Uluh uluh, so sweet banget si akang atuh," tulis seorang netizen @Jibrilibrahim di kolom komentar.
"Tangkap aku juga bang, tangkap aku,,,,, " komentar seorang netizen @seul_ye
"pupus sudah harapanku, sekian purnama menunggu, kini ku tunggu duda mu Mas," Dari akun @Fafa_affandi
"Beginilah cinta, kebahagiaannya tiada akhir," Akun @eka_Magisna berkicau.
"Sial, kenapa jadi foto mereka yang banyak mendapat komen positif daripada foto Aku sama Barra siih,, Aaaaarrrgh!" Lagi-lagi Ia berteriak, lalu melemparkan ponsel mahal berlambang buah yang bagian ujungnya tergigit putri salju itu ke sudut tempat tidur.
"Gila, beruntung banget tuh cewek, Padahal kemana-mana masih bagusan Aku. Beda kelas lah, netizen pada enggak pake kacamata kayaknya ya, huuuuhhhh!" menghembus rambut bagian depannya, lalu kedua tangannya terkepal.
"Dia cuma beruntung, Aku yakin dia bukan siapa-siapa bagi Barra," jawabnya lagi berbicara sendiri.
Terdengar nada dering ponsel Angeline berdering. Buru-buru ia kembali mengambil ponsel yang sudah terlanjur ia lempar. Ia segera menggeser ponselnya, untuk menjawab panggilan namun sudah tak terhubung. Ia mendengus kesal, kembali membanting ponselnya. Tak lama berselang, Angeline langsung menjawab panggilan dengan raut wajah penuh dengan senyuman.
"Halo, Sayaaaaaang!" sapanya manja pada seseorang di seberang sana.
". "
"Aku sudah memberikan akting terbaikku, tapi siapa yang menduga semuanya akan seperti ini?" adunya seraya mencebikkan bibir yang dipoles lipstik merah darah itu.
". "
"Hmmmmm, Kau pikir Aku suka apa berita-berita itu? Kenapa tidak Kau kerahkan saja para awak media agar menyebarkan foto-foto ku?" tanyanya lagi, masih dengan wajah mendengus kesal.
"Hmmmm, ya! Baiklah..... Okey,,,,, iyaaaa,,,,,, Hmmmmm,,,,, iya iya Aku mengerti. Okey, bye honey!"
Angeline langsung mematikan panggilan tersebut. Ia meletakkan kembali ponselnya ke atas nakas. Kali ini dia tidak melempar, hanya meletakkan dengan perlahan. Masih dengan wajah tak bersahabatnya itu, yang mulai menggulingkan diri dalam selimut tebal di atas bed empuk miliknya.
*****
Selesai makan siang, Qiandra, Barra, Manda dan suami, serta papa dan mama bersantai dan mengobrol di taman samping rumah. Sedangkan Mikhayla sedang bermain bersama mbak Lilis dan mbak Nurul.
Sebelumnya, ketika mereka menyelesaikan sarapan , Mama Renata, Papa, Manda dan juga Adam berbicara di ruang kerja Papa. Berita pagi ini sempat membuat keluarga shock, bahkan beberapa dewan direksi sempat menelfon Papa Gunawan, karena khawatir akan berimbas pada perusahaan.
Sekarang di sinilah mereka. Qiandra merasakan atmosfer berbeda kali ini. Firasatnya lagi-lagi sok tahu dan seolah mengerti, akan ada shock therapy yang akan ia dengar.
“Barra, Qiandra, tujuan Papa memanggil kalian di sini adalah untuk membicarakan peristiwa kemarin, yang hari ini beritanya ada di mana-mana.”
Deg. Qiandra tersentak, lagi lagi firasat buruk menghampirinya.
“Think positive, Qia.” Qiandra bergumam dalam hati, menenangkan pikirannya.
“Pah, enggak usah ditanggapin lah berita begituan juga. Lagian di sana kemarin bukan Barra dan Angeline aja kok, ada David dan Andin juga. Nih, dia ada juga nih di lokasi kejadian.” Barra mengarahkan telunjuknya ke Qiandra, yang hanya menunduk.
“Papa tau Nak. Tapi Papa belum selesai bicara. Maksud Papa bukan seperti itu.” Menarik nafas dalam-dalam, papa mempersiapkan dirinya untuk mulai bertutur kata. Terlihat Mama Renata memberikan kode-kode kepada papa yang membuat papa makin deg-degan.
“Berita yang beredar dan berkembang saat ini begitu mengguncang keluarga dan juga perusahaan. Pagi ini Papa di hubungi oleh jajaran dewan direksi mengenai kekhawatiran mereka tentang imbas berita itu pada perusahaan. Mereka malah meminta Barra harus mengundurkan diri jika terjadi sesuatu pada perusahaan.”
“Kenapa harus sampai mengundurkan diri Pa?” tanya Adam mengerutkan dahinya yang langsung mendapat tatapan tajam dari sang istri.
“Menurut mereka, skandal Barra dengan model itu kemungkinan besar memunculkan reaksi negatif. Sedikit besar akan berdampak pada GM Corp. Tetapi... " Papa tiba-tiba memutus pembicaraannya.
"Tapi apa Pa?" Tanya Barra penasaran.
Papa sekilas melirik ke arah Mama. Mama pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya menyakinkan papa.
"Mengingat desakan para dewan direksi, tadi pagi Mama mengirim beberapa foto Barra dan Qiandra yang ada di ponsel Mama kepada beberapa media elektronik, media massa online dan akun gossip. Mama membuat skandal tandingan, dan respon netizen luar biasa positif. Hanya saja, dewan direksi minta kalian segera menikah agar tidak ada celah ke depan yang mengatakan bahwa kabar ini hanyalah isu tandingan demi menyelamatkan perusahaan," jelas Papa panjang lebar.
"Apa? Menikah?" tanya Barra dan Qiandra bersamaan. Keduanya saling berpandangan, lalu memutus mata pandang mereka. mengambil ponsel masing-masing dan segera mencari tahu sejauh mana kabar berita terkait mereka berdua.
"Barra, Qiandra, Mama sudah lama punya niat akan menjodohkan kalian berdua. Tapi selama ini Mama belum punya kesempatan untuk berbicara pada kalian berdua. Mama mohon, agar kalian mau mencoba perjodohan ini. Qiandra, ini salah satu janji Mama dengan Bundamu Nak."
Mendengar ucapan mama Renata, Qiandra mengalihkan pandangannya kepada mama. Bulir bening mulai memenuhi sudut matanya, bersiap akan luruh.
"Tapi Ma, bagaimana mungkin? Qia dan Barra, Kita berdua masih belum mengenal satu sama lain dan kami juga tidak saling mencintai," cecar Qiandra.
Barra bangkit dari duduknya. "Ma, Pa, Barra jelas menolak semua ini. Barra tidak mungkin menikah dengan Qiandra Pa, setidaknya untuk saat ini biarkan Barra berpikir jernih. Pernikahan sesuatu yang sangat sakral, dan Barra ingin melakukannya dengan orang yang mencintai dan Barra cintai. Barra permisi dulu." Barra langsung pergi masuk ke dalam rumah meninggalkan mereka semua di taman samping.
"Barra, dengarkan Mama dulu Nak, " sela Mama yang refleks berdiri hendak mengejar Barra. Namun Papa mencekal pergelangan tangan Mama.
"Ma, sudah, berikan waktu padanya untuk berfikir. Biarkan Ia memutuskan dengan akalnya sendiri, Barra sudah dewasa Ma. Papa tidak ingin mereka berdua menerima ini karena terpaksa. Biarlah mereka memikirkan sebelum memutuskan," ucap Papa bijaksana.
"Qiandra, Kau bisa berpikir terlebih dahulu sebelum memberikan jawabannya pada Kami. Masuklah Nak, jika Kau ingin istirahat," ucap papa pada Qiandra lagi.
"Ia Qia, Kau masuklah. Kakak tahu ini berat untukmu, namun Kakak yakin Kau mampu memilih yang terbaik di hidupmu," ujar Manda pada calon adik iparnya itu.
Mama pun duduk di sebelah Qiandra, lalu memeluk dan mengelus lembut bahunya. Qiandra menangis kecil, menemukan kenyamanan di pelukan orang yang sudah dipanggilnya Mama itu.
Tak berselang lama, Qiandra melepas pelukannya. Ia pun beranjak dari duduknya setelah meminta izin pada yang lainnya untuk segera masuk kembali ke kamar.
.
.
.
.
.
********
.
.
.
To Be Continue
Hai semua, Maaf updatenya lama yah, hhihihi
Makasih ya buat semua pembaca yang sudah mau menunggu update novel ini. Aku MyNameIs merasa senang sekali Kalian masih mau mendukung karya pertama Author ini. Beberapa alasan membuat Author hanya bisa up beberapa kali dalam seminggu ya.
Oh ya, Aku juga mau ucapin makasih banyak buat Author kesayangan Mbak Tris Rahmawati, yang dari awal Aku ngedubbing karyanya, paling getol minta Aku buat novel sendiri. Usut punya usut, Kami orang sekampung yang baru kenalan di NT😀😀
Yang rela aku gangguin terus, Ahh pokoknya kalau gak ada Beliau ini, Aku gak bakalan mulai nulis lah😀🤭🤭
May Allah always gives you health and guidance.
Succes for your new project.
Buat temen-temen yang selalu mendukung, yang gak bisa ditulis satu-satu di sini,,,, Makasiiih ya, sepertinya kalau novel ini tamat, perlu satu bab special thanks for kayaknya deh.
See you all 🥰🥰❤️