
...WELCOME BACK...
Pagi hari, di rumah sederhana Icha dan Sisil sedang bersiap-siap , mereka tinggal berdua sejak Icha memutuskan ingin hidup mandiri . Tapi ya gitu dia numpang hidup di rumah sahabatnya .
"Cha masih gak nyerah kamu?" tanya Sisil sambil mendandani dirinya .
"Ya harus di coba siapa tahu hari ini hari yang bagus , dan juga aku punya firasat hari ini aku bakal dapat kerjaan".
"Cha kamu liat lipstik aku gak? kok gak ada ya disini" dia mengobrak-abrik meja riasnya , hanya karena lipstik kesukaannya gak ada disana.
"Hehehe ... jangan marah ya Sil"
Sisil menoleh. "What demi apa , hari ini hari apa sih sumpah gak nyangka liat kamu dandan kek gini pake mini rok dengan kemeja putih cassual di balutin jas item "
"Coba aku liat , ini ... bajuku Icha kamu "
"Sisil temenku yang paling baik , hari ini aja boleh ya aku pinjem dan tadi aku juga pake lipstik kamu " puppy eyesnya menatap Sisil.
Sisil gak bisa ngomong apa-apa melihat tingkah temannya yang satu ini , dia di buat geleng-geleng kepala . Mumpung hari ini dia harus pergi bekerja jadi dia gak mempermasalahkan apa yang di lakukan Icha.
"Aku pergi ya , takut telat , aku saranin kamu mengurai rambutmu kalau kamu pake rok itu , tapi kamu juga bisa ganti pake celana ada di lemariku karena aku tahu kamu gak akan nyaman pake rok kek gitu" katanya sebelum pergi jauh.
Seperti saran Sisil padanya Icha dengan cepat mencari celana yang di maksud. Dan dia berhasil mendapatkannya.
"Nah ini baru nyaman" ucapnya setelah berganti memakai celana panjang item , kini dia gak perlu menggerai rambutnya.
***
Rumah mewah keluarga J.F Cole
Begitu banyak pelayan sedang membersihkan rumah dan ada juga yang menyapu halaman memotong rumput serta menata barang , mengepel lantai , menyapu , bahkan Nyonya Crolleta pemilik rumah juga ikut andil di sana.
"Kenapa tiba-tiba membersihkan rumah"
Arvian menuruni tangga , matanya menatap sekeliling ada sedikit perbedaan karena beberapa barang tidak berada pada tempatnya serta sebuah meja makan kecil sedang berjejer di ruangan tamu.
"Mami apa yang terjadi disini"
"Apa kamu lupa , ck ini pasti karena kamu yang sibuk kerja ... malam ini kan mami ngadain jamuan makan nanti temen-temen sosialita mami akan datang , oh iya satu lagi papi kamu juga pulang"
*Jamuan makan \= mencari menantu.)
"Jadi kamu harus datang malam ini" tegasnya.
Vian dengan cepat menelfon David.
"Ada perintah apa bos" suara di telfon.
"Soal malam ini jadwalnya gak jadi di tunda"
Nyonya Crolleta merampas ponsel di tangan Arvian , " David kamu berani " ancam dia .
("Bagaimana ini aku harus mendengarkan siapa? bos apa nyonya , kalau aku milih bos nanti Nyonya ngamuk , kalau aku milih Nyonya tandanya aku cari mati ... Bos menelfon , aku pikir ada bonus ternyata bukan bonus tapi aku seperti di lempar ke jurang kematian") batin David bermonolog.
"Mi hp ku" pinta Arvian kepada Nyonya Crolleta.
"Mami akan balikin kalau kamu setuju datang malam ini"
"Kekanakan" Arvian malas ngeladenin maminya jadi dia hanya lewat gak peduli dengan hpnya . ("Jamuan makan aku benci itu") sambungan nya dalam hati.
Selama beberapa waktu ini Nyonya Crolleta sangat sering membuat acara begituan hanya karena ingin mencarikan dia pasangan , jadi Arvian sudah terbiasa untuk mencari alasan begitu juga hari ini.
"Tunggu dulu Vian" kejarnya menghalangi jalan putra semata wayangnya. Nyonya Crolleta mengembalikan hp di tangannya kepada pelimik asli.
"Bukan nyerah tapi mami yakin kamu akan datang malam ini , karena nenek akan hadir dia sangat merindukan kamu , kalau kamu gak peduli dengan dia coba saja kamu gak datang kesini malam ini"
("Aku mau liat keras kepala kamu itu mau sampai kapan kamu pelihara , gak tahu keturunan siapa dia ini sampai bikin pusing . Untung ibu mau datang jadi dia gak akan nolak datang malam ini") celetuknya dalam hati.
("Nenek") Batin Arvian kaget. "Baiklah malam ini aku akan pulang dan mengikuti acara yang mami buat , tapi aku gak mau ada kenalan-kenalan cewek lagi baik itu di suruh nenek atau di suruh siapapun" tegasnya.
"Tapi , aih sudahlah terserah kamu yang penting kamu datang malam ini" dia sudah sangat pusing membujuk Arvian. "Tapi jangan terlambat" lanjutnya .
"Pagi ini aku ada rapat dan perusahaan ada wawancara karyawan magang , jadi aku pergi . Pamit mi" langkahnya sudah keluar dari rumah.
***
"Aku ... ijinkan aku masuk , aku sudah mendaftar kerjaan disini semalam kalau kamu gak percaya coba aja tanya bos kamu"
Seorang wanita tengah bercekcok dengan security perusahaan mereka sangat berisik hingga mengundang perhatian dari para pekerja yang baru berdatangan , ada yang mau wawancara ada juga yang sudah jadi karyawan tetap disana.
"Ada apa ini" suara David membuat keduanya menoleh di ikuti juga para penonton disana.
"Kalian membuat keributan besar di pagi hari ini, pak Suryo ada apa ini jelaskan" dia meminta pak Suryo security perusahaan menjawab pertanyaannya.
"Begini tuan wanita ini bersikeras ingin masuk , katanya dia adalah salah satu calon karyawan magang yang keterima dan akan wawancara final hari ini" pak Suryo menjelaskan.
"Lalu kenapa kalian ribut disini" tanya dia lagi.
"Ini ... " pak Suryo bingung harus menjawab apa.
"Baiklah, baiklah karena semua masalahnya ada padaku jadi aku akan menjelaskannya , begini bapak ......"
Beberapa detik kemudian. Icha selesai bercerita .
"Ternyata bener , maafkan bapak ya neng .." ucap pak Suryo merasa bersalah akan tindakan kasarnya pada Icha.
("Ternyata dia berhasil melewatinya") seorang wanita pergi menjauh dari kerumunan.
"Em begini , sebelumnya saya mau minta maaf dulu dengan anda nona siapa nama anda.. " kata David
"Icha pak , Felicha Kimberly " bersemangat.
"Oh iya nona Icha kalau untuk wawancara anda ini bukan hari ini tapi besok karena hari ini yang wawancara hanya beberapa orang yang sudah di setujui kebetulan yang akan menilai wawancara kalian itu bos , jadi semua tergantung padanya".
"Karena jadwal dia yang padat hari ini , jadi dia hanya akan mewawancarai beberapa orang dulu sisanya akan di wawancarai besok"
"Silahkan anda datang lagi besok nona di jam yang sama" Ucap David dengan sopan pada Icha.
Layak menjadi seorang sekretaris CEO sifat dan cara dia berbicara sangat wibawa dan itu membuat mulut Icha langsung terdiam gak bisa berkata-kata , tapi dalam hatinya Icha memaki bos yang di katakan David.
"Semuanya bubar bos akan datang sebentar lagi"
Dengan cepat sudah tidak terlihat lagi kerumunan di sana begitu juga Icha dia sudah tidak terlihat disana.
***
DON'T FORGET TO
✓Like
✓Komen
✓Vote
✓Favorit
...SEE YOU NEXT EPISODE...