My Bossy Husband

My Bossy Husband
Episode 3



...WELCOME BACK...


"Bos akhirnya anda tiba , saya pikir anda akan membatalkan wawancara hari ini " sekretaris David membuka pintu mobil sedan hitam .


"Dimana mereka" dia keluar dari mobil.


"Mereka semua sudah di tangani pihak HRD tinggal menunggu kehadiran anda " David menjelaskan secara singkat.


Kaki panjang Arvian dan dengan diringi dua bodyguard nya di susul dengan beberapa mentri dan direktur serta karyawan , ia memasuki pintu perusahaan . Sejejeran karyawan kantor berbaris rapi menyambut mereka , dengan membungkuk mereka memberi salam kepada pemilik perusahaan.


Tapi tampang cuek dibalik kaca mata hitam itu terlihat sangat jelas menunjukkan betapa berbahayanya pria dengan status CEO Dominan tersebut.


Bruk~Seorang karyawan tanpa sengaja menabrak nya .


"Apa kau buta, coba kamu lihat jalan ini , jalan yang akan di lalui bos kenapa berlarian disini " David langsung mengambil alih keadaan . Karena dia mengerti jika Arvian yang langsung bertindak mungkin karyawan itu sudah gak memiliki pekerjaan lagi , lebih parahnya ia akan sangat sulit mencari pekerjaan kedepannya.


"David jangan membuang waktu , lempar dia keluar" kata Arvian dengan kejamnya . "Dasar tidak beretika" lanjutnya penuh penekanan.


Semua karyawan disana menelan ludah mereka melihat bagaimana sang CEO bertindak itu cukup membuat mereka tidak akan semena-mena lagi , dan akan lebih memperhatikan etitud ketika berada di perusahaan terutama di depan Arvian.


"Bawa dia keluar , lakukan seperti biasa"


"Baik , sekretaris David"


***


"Bos...." terlihat mereka menyambut kedatangan Arvian. Dia sudah di ruangan tempat wawancara akan berlangsung.


"Duduklah" sahutnya .


"David dimana daftar yang akan wawancara hari ini" Arvian menoleh.


"Ini bos... begini bos sepertinya kita keliru setelah saya hitung kembali peserta magangnya melebihi kapasitas yang kita terapkan di brosur " David memberikan daftar nama.


Arvian dengan acuhnya dia menerima itu lalu berkata "Keliru dibagian mana" dia bertanya .


"Di bagian penerimaan CV, kita hanya menerima 20 calon peserta magang disini tapi tercatat ada 21 orang yang akan mengikuti wawancara hari ini dan besok ... " jelas David .


Arvian membuka map yang di berikan David dia menilisik kata demi kata dengan bola matanya . "Kenapa bisa begini apa standar perusahaan kita sudah sangat rendah sampai menerima anak yang gak lulus sekolah SMA" dia melempar map itu keatas meja dan langsung berdiri .


Semuanya tertunduk diam.


"Siapa yang mengurus ini David" kata dia bertanya .


"Itu bos , asisten Tina dia bilang wanita yang berada di urut akhir itu adalah rekomendasi teman anda bos" sahut David yang juga tertunduk.


"Temanku siapa ? panggil Tina sekarang juga"


Arvian murka.


Sementara David mencari keberadaan Tina , Icha setelah kejadian tadi dia mengomel di sepanjang jalan dengan map cokelat dia tenteng . "Aku yakin bos pemilik perusahaan itu pasti orang tua yang mesum makanya dia sekarang tengah sibuk dengan wanita-wanitanya , mana ada bos seperti dia semuanya sekehendak dia , jelas di jadwal aku wawancara hari ini kenapa malah besok " kira-kira begitulah omelan Icha yang tersirat.


"Aku kesal banget" Icha menendang kaleng soda di depan kakinya .


Phak~"Akh....." .


("Aku , apa aku menendangnya sampai mengenai orang , dari teriakan dia seharusnya seorang wanita berumur 40 tahunan semoga dia gak pemarah")


Icha mendekati suara itu. "Bibi maaf aku gak sengaja , tadi aku sangat kesal dengan seseorang makanya menendang kaleng itu tanpa sengaja mengenai bibi" Icha membungkuk di hadapan wanita itu.


Wanita itu terkekeh , dia mengira tindakan Icha itu sangat imut dan lucu tapi dia juga jujur . "Berdiri yang benar" ucapnya membuat Icha membetulkan posisinya.


"Wajahmu cantik , siapa nama kamu nak"


"Icha bi " sahut Icha dengan ramah.


"Nyonya apa anda baik-baik saja" tanya seorang pria berpakaian hitam yang mendekati mereka dan berkata pada wanita di depan Icha.


"Aku gak papa" sahutnya.


"Baiklah , nak ibuk pergi dulu lain kali jangan panggil bibi" dia tersenyum ramah ke arah Icha lalu pergi. "Ayo pak kita pulang" dia memerintah pria berbaju hitam tadi.


Icha terdiam sejenak . Dia terkagum-kagum melihat wajah wanita paruh paya tadi meski sudah berumur 40an , Icha memperkirakan segitulah umurnya tapi dia masih terlihat muda dan cantik.


("Bibi itu sangat cantik , ramah , baik , kalau dia punya anak pasti anaknya juga seperti dia kalau anaknya cewek tapi kalau anaknya cowok dia pasti ganteng") batin Icha.


"Aaaaa.... kenapa jadi mikirin cowok semalam"


Icha menepuk-nepuk pipinya sembari lanjut berjalan . Telfon genggam miliknya tiba-tiba saja berbunyi . "Hallo. .." ucapnya di telfon.


"Dengan nona Felicha.."


"Iya benar saya"


"Bisa anda ke perusahaan sekarang"


("Kan bener bos mereka ini pasti orang gak becus karena ngeliat wajahku yang cantik jadi dia ingin cepat-cepat wawancarai aku") pikirnya tak senonoh.


"Baiklah .." Icha memutuskan telfon. ("Jika dia berani memiliki niat gak bagus terhadap tubuh ku aku akan memberinya pelajaran") lanjutnya dalam hati sambil memutar arah kembali ke perusahaan tadi.


***


"Dimana wanita itu"


Suasana ruangan itu benar-benar berubah 360° tadinya masih terlihat baik-baik saja tapi saat dia tahu ternyata Dimas yang merekomendasikan orang tak berguna menurutnya , dia benar-benar marah dan membuat semua orang disana menjadi imbas amarahnya.


"S-sebentar lagi di-dia kesini tuan" Tina sang asisten menjawab dengan sekujur tubuh yang gemetar .


"Lebih baik jika dia cepat atau kamu kehilangan pekerjaan kamu Tina" Arvian memperingati.


("Habislah aku").


"Dimas" Vian menoleh kearah David.


Belum sempat David berbicara pintu ruangan sudah terbuka . "Ada apa ini kenapa atmosfer disini sangat dingin padahal di luar masih cerah" Dimas memasuki ruangan.


"Masih ada waktu untuk bercanda"


"Ayolah Vian ada apa dengan suasan hati kamu hari ini , terus ini kenapa mereka tertunduk di sini , dan juga David kenapa memintaku ke sini" Dimas langsung duduk tanpa disuruh.


"Dimas Atmajaya sudah sangat senggang sekarang , sampai-sampai ada waktu merekomendasikan aku seorang karyawan" Vian masih menahan emosinya tapi raut wajah dia sudah seperti ingin memangsa orang hidup-hidup.


"Gak usah berterima kasih Vian, aku sebagai seorang teman kamu yang paling setia akan selalu membantu kamu" ucap Dimas dengan bangga.


"Apa kamu ingin merusak reputasi ku"


Dia melemparkan map kuning yang isinya belum ia baca kecuali sepintas tahu bahwa wanita itu gak lulus SMA dan gak memiliki pengalaman kerja.


"Sudah sangat bagus kamu tidak mengganggu hidupku sekarang malah ingin merusak reputasi ku" .


"Aku gak tahu kalau dia gak lulus SMA dan gak punya pengalaman kerja" Dimas berkata setelah melihat isinya . "Tapi dia cantik" foto gadis itu ditangannya.


"Bos wanita itu sudah tiba" David berkata setelah dia menerima telfon .


***


DON'T FORGET TO


✓Like


✓Komen


✓Vote


✓Favorit


...SEE YOU NEXT EPISODE...