My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 98 Barang itu.



Dokter dan perawat membantu Enju untuk pindah dari kursi roda ke ranjang miliknya. Setelah Enju pindah, dokter pun keluar dari kamar Enju. Enju segera memeluk Keisya dengan eratnya sampai ia ikut tertidur juga. Untung saja malam kali ini terasa sepi dan hening tak ada pertarungan lagi di luar rumah, jadi Enju bisa tidur bersama Keisya lagi.


...***********...


Beberapa Minggu pun berlalu, Enju sudah pulih. Para penjaga yang berada di luar rumah juga sudah diperintahkan untuk kembali, namun masih harus mengawasi.


"Sayang kamu beneran sudah tak apa? masih sakit tak?" tanya Keisya.


"Sudah tak apa, lagian sudah beberapa Minggu setelah operasi itu. Sudah ayo kita berangkat" jawab Enju.


"Baiklah, kalau sakit bilang ya?" tanya Keisya.


"Iyaa iyaa aman" jawab Enju.


Mereka berdua meninggalkan rumah untuk menuju ke cafe milik ibu Enju. Mobil kendarai oleh Barra untuk memastikan keamanan Enju dan Keisya. Sesampainya di cafe, mereka langsung menuju ke ruangan Leona.


"Ehh nak? kamu sudah tak apa keluar dari rumah?" tanya Leona.


"Sudah tak apa bu, lagian sudah lama juga jadi cepat pulih" jawab Enju.


"Syukurlah. Maaf ya nak ibu tak ke sana sama sekali, ibu tak di perbolehkan ayahmu untuk keluar sama sekali" ucap Leona.


"Tak apa kok Bu, ayah juga pasti khawatir. Apalagi aku sampai seperti itu" jawab Enju.


"Oh iya, duduk dulu. Mau minum dan makan apa?" tanya Leona.


Mereka bertiga pun duduk di sofa.


"Tak usah bu, cafenya ramai sekali ada apa?" ucap Keisya.


"Tak ada apa-apa sudah biarkan mereka melayani, jadi ayo mau minum sama makan apa?" jawab dan tanya Leona.


"Mau menu yang paling enak" jawab Keisya.


"Baiklah, kamu nak?" tanya Leona.


"Aku kopi saja" jawab Enju.


"Sayang! kan sudah di bilangin jangan minum kopi!" ucap Keisya kesal.


"Kalau begitu susu saja, padahal kan aku lagi kangen minum kopi.." jawab Enju.


"Tak di sangka ternyata kamu mau menuruti kata istri mu ya?" ucap Leona.


"Belum jadi istri loh Bu.." jawab Enju.


"Haha baiklah, tunggu sebentar ya biar ibu bawakan pesanan kalian" ucap Leona.


"Iyaa bu.. di tunggu.." jawab Keisya senang.


Beberapa menit kemudian, Leona kembali ke ruangannya dengan membawa beberapa makanan dan minuman.


"Wah banyak sekali, buat siapa?" tanya Enju.


"Buat istrimu, buat siapa lagi memang? kamu kan ga terlalu suka dessert. Sudah nih nak, makan yaa biar tambah manis" jawab Leona.


"Iyaa sih, kamu bakal habis kan semua ini sayang?" tanya Enju.


"Kalau tak habis, bawa pulang saja. Nanti ibu tambahin makanannya" jawab Leona.


"Beneran Bu? asikk" tanya Keisya.


"Tentu saja" jawab Leona.


Keisya pun memakan makanan itu tanpa memperdulikan Enju dan Leona. Enju tak menyia-nyiakan kesempatan, ia meminta beberapa barang yang di titipkan kepada Leona untuk di serahkan ke Enju.


"Dimana barangnya?" tanya Enju.


"Oh kamu sudah tau ya?, coba ambil di laci ibu. Jangan sampai terlihat dari jendela" tanya dan jawab Leona.


"Baiklah, tolong alihkan dia" ucap Enju.


"Tentu saja" jawab Leona.


Enju pun menuju ke jendela untuk memeriksa apakah ada orang yang mengawasi ruangannya Leona. Sesuai prediksi Leona, orang itu tentu saja ada. Enju pun menutup gorden jendela untuk membutakan pandangan orang orang itu. Setelah itu, Enju pun mengambil barang itu dengan hati hati.


"Bu, kenapa gordennya di tutup?" tanya Keisya


"Sebenernya pengen, tapi sudah kenyang" jawab Keisya sedih.


"Yasudah nanti bawa pulang ya, nanti ibu siapkan yang lebih enak" ucap Leona.


"Benar Bu? ga rugi kan?" tanya Keisya.


"Tidak kok, kan sudah ibu bilang biar kamu semakin manis. Dengan kamu semakin manis, suamimu akan terus mencintaimu dan kalian tak akan berpisah" jawab Leona.


"Sudah kalian ngobrol dulu ya, aku mau ke toilet dulu" ucap Enju tiba tiba.


"Baiklah, jangan lama lama" jawab Keisya.


Enju pun keluar dari ruangan Leona. Enju bukan ke toilet, namun ia pergi ke ruangan kedap suara dan kedap cahaya. Enju ke ruangan itu untuk menghubungi bawahannya melalui headset khusus. Enju menghubungi mereka tuk menyingkirkan orang orang itu yang telah mengawasinya di luar.


"Eminju, tolong singkirkan orang orang yang mencurigakan di sekitar cafe xxxx" ucap Enju.


"Code 129, baik segera" jawab bawahan Enju.


"Eminra, aku sudah mendapatkan barang itu. Tapi orang orang itu mengawasi ku. Bisa tolong kirimkan Emina? langsung ke ruangan EminLe" ucap Enju.


"Eminra, baik Emina akan segera datang secepatnya" jawab Eminra.


Setelah Enju menghubungi mereka, ia mengecek barang itu apakah seperti yang Enju dengar atau tidak. Setelah itu Enju kembali ke ruangan Leona. Tak di sangka ternyata Nana datang lebih cepat daripada perkiraannya.


"Kok lama sayang? sampai sampai Nana kesini" tanya Keisya.


"Maaf maaf, perutku sakit banget" jawab Enju.


"Sudah mendingan?" tanya Keisya.


"Sudah, aku juga sudah meminum obat dari ibu" jawab Enju.


"Syukurlah, oh iya Nana kamu kenapa kemari?" tanya Keisya.


"Aku pengen makan kue buatan ibu, karena kata kasir ibu di sini jadi aku ke sini" jawab Nana beralasan.


"Ohh seperti itu, nih makan aku sudah kenyang" ucap Keisya menyodorkan kue.


"Tak apa nih?" tanya Nana.


"Iyaa tak apa, lagian nanti aku mau di bawakan kue untuk di bawa pulang" jawab Keisya tak sabar.


Nana pun memakan kue itu, namun suasana itu di rusak oleh Enju yang tiba tiba mengajak Keisya untuk pulang.


"Ayo pulang sayang, Nana juga" ucap Enju


"Yahh padahal Nana baru sampai dan baru makan kue itu" jawab Keisya sedih.


"Tak apa kok, aku sudah kenyang juga. Jadi ayo kita kembali" ucap Nana.


"Iyaa tak apa, biar ibu bawakan kue lagi untuk di makan di rumah ya?" ucap Leona.


"Baiklah ayo kembali" jawab Keisya.


Mereka semua pun keluar dari ruangan Leona menuju keluar cafe.


"Nih nak, makan sampai habis yaa. Biar tambah manis" ucap Leona.


"Iyaa bu, terimakasih" jawab Keisya.


"Iyaa hati hati di jalan" ucap Leona.


Enju, Keisya, dan Nana pun menuju ke mobil untuk kembali ke rumah Enju. Mobil pun di kendarai oleh Barra dan berjalan dengan kecepatan sedikit tinggi namun tetap hati-hati. Di dalam mobil Enju ingin sekali segera sampai di rumahnya, karena ia ingin segera membuka barang itu. Sedangkan dua perempuan itu sedang asik mengobrol.


N: Eminju panggilan yang digunakan untuk menyebut bawahan Enju.


Eminra panggilan yang digunakan untuk menyebut Barra.


Emina panggilan yang di gunakan untuk menyebut Nana.


Eminji panggilan yang di gunakan untuk menyebut Toji, ayah Enju.


EminLe panggilan yang digunakan untuk menyebut Leona, ibu Enju.


Bagi yang mau ajaa.. https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true