My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 63 Bujuk keisya untuk tinggal se atap.



Selesai menghubungi ibunda, Enju pun segera masuk ke mobil untuk pulang ke apartemen bersama Keisya. Saat Enju masuk ke mobil, Enju melihat keisya yang ketiduran dengan lelap sekali. Karena acaranya juga lumayan lama jadi wajar saja keisya ketiduran. Karena sudah malam juga jadi Enju melepas jas nya lalu memakaikan ke Keisya sebagai selimut supaya tak kedinginan. Acaranya berlangsung selama 4 jam lamanya. Untung saja keisya masih menerima keadaan Enju saat ia membongkar semuanya.


"Ayo pak dan tolong pelan pelan ya" ucap Enju kepada sang supir.


"Baik tuan" jawab sang supir lalu ia mengendarai mobil dengan sangat pelan supaya Keisya tak terbangun dari tidurnya.


...*****...


Sesampainya di apartemen, seperti biasa Enju mengendong keisya untuk di bawa ke apartemen nya saja. Saat sudah menaruh keisya ke kasur, Enju pun segera mengirim pesan kepada sang ibunda. Pesan nya yang berisi "Bu, jangan menghubungi keisya ya, ia sedang tidur kalau bisa besok saja terimakasih". Tak lama setelah mengirim pesan itu, sang ibunda pun menjawab nya "iya nak ingat jangan sentuh dia sebelum kalian menikah nanti, jaga mahkotanya" balas bunda. Enju pun mengiyakan ucapan sang bunda lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya sebelum tidur. selesai membersihkan badan nya ia pun langsung tidur di sofa seperti biasa.


...*****...


Keesokan harinya, Enju pun terbangun terlebih dahulu sebelum Keisya bangun. Karena khawatir keisya pulang ke apartemen nya tanpa izin ke dia jadi ia mengeceknya. Saat mengecek keisya, Enju bersyukur karena telah bertemu dengan Keisya saat keisya juga butuh dirinya. Enju pun membatin "Tetap bersamaku ya sayang" lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi. Selesai mandi Enju langsung membuatkan sarapan untuk dirinya dan keisya, namun keisya tak kunjung bangun. Enju memutuskan untuk bersiap siap saja untuk berangkat kerja.


Selesai bersiap siap dan sebelum berangkat Enju kembali mengecek keisya, ia masih tidur lelap dan kelihatan nya lelah sekali. Enju pun merasa bersalah karena dia telah mengajak keisya untuk makan bersama terlalu lama. Enju pun membatin "Maaf ya keii". Karena ia ada meeting dengan klien penting, jadi ia berangkat agak pagi supaya tak ketinggalan. Tak lupa ia juga menulis pesan untuk Keisya yang berisi:


..."Sayang selamat pagi, maaf ya sudah mengajak kamu keluar terlalu lama. Kalau kamu masih lelah sebaiknya kamu tak masuk kerja saja tak apa. Kalau butuh apa apa hubungi aku ya. Oh iya aku sudah memasak menu spesial loh untuk kamu semoga suka....


...- Enju....


Surat itu di taruh di meja lampu yang berada di samping ranjang kamarnya. Selesai manaruh kertas itu, ia langsung berangkat.


Sesampainya di kantor, seperti biasa ia menuju ke ruangan nya terlebih dahulu untuk mengambil beberapa dokumen yang akan di gunakan untuk meeting. Enju kali ini berencana untuk membongkar semuanya di depan karyawan nya tapi sayang sekali keisya belum bangun. Jadi rencana itu di laksanakan besok saja itu yang ada di pikiran Enju. Tapi kenyataannya keisya bangun setelah beberapa menit ia berangkat ke kantor.


Keisya kini tak asing lagi dengan tempat dimana ia telah tiduri. Tentu saja tak asing karena ia telah beberapa kali tidur di sana sendirian. Enju sejak awal juga tak berani tidur di samping keisya. Setelah bangun lalu keisya bengong, ia di kaget kan oleh bunyi ponselnya yang berdering. Ponsel nya berdering karena ia di hubungi oleh sang ibunda untuk membujuk keisya.


"Halo nak selamat pagi, ibu ganggu kamu ga?" tanya sang ibunda.


"Tidak bu, saya juga baru bangun" jawab keisya nada mengantuk.


"Begini nak.. ibu ingin membicarakan sesuatu boleh?" tanya sang ibunda.


"Boleh bu, mau bicara apa?" jawab dan tanya keisya. Sang ibunda tak ingin langsung ke intinya.


Karena sang ibunda ingin menyogok keisya dengan masakannya. Keisya menolaknya karena dia tiba tiba melihat kertas yang berisi tentang dimana Enju telah memasakkan nya sesuatu yang spesial.


"Kamu mau ga ibu kirim makanan buat sarapan?" tanya sang ibunda.


"Sebentar bu" jawab keisya.


"Ada apa sayang? ada masalah?" tanya sang ibunda khawatir.


"Anu... bu maaf sebaiknya tak usah kirim makanan, soalnya Enju sudah masak" jawab keisya tak enak.


"Loh? kamu tidur di apartemen Enju?" tanya sang ibunda kaget.


"Iyaa bu, lagi lagi aku lupa buat ngasih Enju kunci apartemen ku" jawab Keisya.


"Sepertinya tidur di luar kamar" jawab keisya.


"Ohh syukurlah" ucap sang ibunda.


Sang ibunda bersyukur karena Enju mendengarkan ucapannya.


Keisya tau bahwa ibunda yang bahas tentang makanan tadi cuma basa basi jadi keisya menanyakan kepada sang ibunda tentang topik utama nya.


"Oh iya bu, tadi mau ngomong apa? pasti bukan masalah makanan kan?" tanya keisya.


"Kamu ini ya.. baiklah dengar baik baik ya" ucap sang ibunda nada serius.


"Baik" jawab keisya.


"Jadi gini, supaya kamu tidak kena masalah yang lebih serius daripada kemarin kemarin jadi kamu mau ya tinggal serumah sama Enju?" jawab dan tanya sang ibunda.


"Mengapa ibu bisa tau kalau aku sudah terkena masalah sebelumnya?" tanya keisya.


Sang ibunda tau masalah yang dialami oleh keisya karena ia di beritahu oleh sang ayah pagi tadi saat sang ibunda sedang memasak.


Keisya pun heran kenapa sang ibunda tau tentang masalah yang sudah di hadapi olehnya sebelumnya.


"Enju yang memberitahu ke ayah nak, lalu ayah memberitahu ibu" jawab sang ibunda beralasan, sebenarnya yang memberitahu nya adalah sang ayah bukan dari Enju.


"Ohh begitu.. aku sebenarnya mau bu, tapi aku takut kalau Enju.." jawab keisya ragu.


"Enju kenapa?" tanya sang ibunda.


"Aku hanya trauma bu, tak ada kaitannya dengan Enju" jawab keisya. Keisya trauma terhadap pukulan yang di berikan oleh teman temannya yang berada di sekolah dahulu dan orang panti asuhan.


Keisya takut sekali mengalami kejadian yang sama, karena Enju juga masih asing baginya.


"Tenang saja, kalian tak hanya tinggal berdua kok. Nanti ada bibi, supir, tukang kebun, dan satpam kok" ucap sang ibunda menenangkan dan membujuk keisya.


"Baiklah, tapi besok saja kalau libur lagi aku akan ke rumah itu untuk lihat lihat apakah benar begitu" Jawab keisya.


"Silahkan nak, gerbang akan terbuka bebas untuk keisya yang paling cantik ini" ucap sang ibunda.


"Ibu bisa aja" jawab keisya.


"Bisa dong, oh iya Enju kemana?" tanya sang ibunda penasaran.


"Udah berangkat duluan, katanya meeting" jawab keisya sambil memegang kertas yang berisi pesan untuk keisya dari Enju.