My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 99 Terungkap?



Enju, Keisya, dan Nana pun menuju ke mobil untuk kembali ke rumah Enju. Mobil pun di kendarai oleh Barra dan berjalan dengan kecepatan sedikit tinggi namun tetap hati-hati. Di dalam mobil Enju ingin sekali segera sampai di rumahnya, karena ia ingin segera membuka barang itu. Sedangkan dua perempuan itu sedang asik mengobrol. Sesampainya di rumah. Enju menyerahkan Keisya ke Nana, sedangkan dirinya ingin membuka benda itu.


"Sayang, kamu sama Nana dulu ya?, aku mau meeting di rumah dulu" ucap Enju.


"Baiklah, semoga lancar" jawab Keisya.


"Terimakasih, sampai nanti" balas Enju.


Enju pun masuk ke dalam rumah, sedangkan Keisya dan Nana berada di taman.


"Bibi, tolong ambilkan alat makan" ucap Nana.


"Baik non, tunggu sebentar" jawab pembantu.


Tak lama kemudian, pembantu itu datang membawa alat makan ke taman. Dua perempuan itu pun menikmati kue yang diberikan oleh Leona. Sedangkan disisi lain, di ruangan rahasia milik Enju.


"Apa ini? flashdisk?" ucap Enju penasaran.


Enju pun mengambil laptop miliknya lalu memutar video yang berasal dari flashdisk itu. Vidio pun di putar, ia terkejut karena ada beberapa pesan pesan berupa tulisan dan tanda tangan yang ia kenal. Enju pun mepause Vidio itu untuk membaca tulisan.


"Fina? apa yang terjadi?" tanya Enju.


Enju pun membaca tulisan itu, dan untuk berjaga jaga ia juga memfotonya. Setelah itu Vidio itu pun menampilkan sebuah rekaman seseorang wanita yang Enju kenal suaranya sedang mengobrol dengan seorang pria lain.


"Apa maksudnya?" tanya Enju lagi.


Enju juga tak lupa juga untuk merekam video itu untuk berjaga-jaga. Setelah merekam Vidio itu, Enju mengirim Vidio itu ke Toji. Tak lama setelah Enju mengirim Vidio itu, Toji menghubungi Enju.


"Halo, apa yang sebenarnya terjadi?, kalian di sana baik baik saja?" tanya Toji.


"Aku juga tak tau yah. Aman Keisya saat ini bersama dengan Nana di taman" jawab Enju.


"Beritahu mereka untuk segera masuk ke dalam rumah, untuk vidio nya biarkan ayah yang menyelidiki " ucap Toji.


"Baik" jawab Enju.


Telepon pun di tutup oleh Toji. Enju pun segera menuju ke luar rumah untuk memberitahu dua perempuan itu, tuk masuk kedalam rumah sebelum terjadi hal yang tak di inginkan. Namun sudah terlambat, Nana menghadapi sosok wanita itu kembali dengan di temani oleh bawahan Enju. Enju segera berlari ke arah Keisya berada.


"Sayang, kamu gapapa?" tanya Enju.


"Siapa dia sebenarnya?" tanya Keisya.


"Na mundur, bawa Keisya ke dalam biar aku yang menghadapinya" perintah Enju.


"Anda saja yang mundur, anda baru pulih kan. Jadi biarkan saya yang menghadapinya tolong kali ini saja" ucap Nana memohon sambil menyerang sosok wanita dan rekan rekannya yang ia bawa.


"Baiklah, ayo sayang" ajak Enju.


"Tapi Nana.." jawab Keisya.


Tak menunggu lama, Enju pun menggendong Keisya dan membawanya ke dalam rumah dan memasukan Keisya ke ruangan itu.


"Sayang, di almari ada banyak makanan, jadi tunggu disini ya?" tanya Enju.


Keisya pun mengangguk, dan Enju segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke luar rumah tuk membantu Nana. Namun langkahnya terhenti karena Keisya memanggil namanya.


"Sayang, jangan sampai terluka" ucap Keisya.


"Iyaa aku janji" jawab Enju.


Enju pun segera menuju ke taman. Ternyata sudah ada Barra yang membantu Nana. Para sniper juga terus menerus menembaki rekan wanita itu.


"Kali ini biar aku yang membalas karena sudah menusukku" jawab Enju.


Enju pun langsung maju tanpa aba aba menyerang wanita itu. Wanita itu tentu saja kewalahan, kali ini Enju benar benar sangat gesit dan kuat. Saat menyerang wanita itu, Enju membisikkan sesuatu. "Apa yang sebenarnya terjadi Fina?" bisik tanya Enju.


Seketika wanita itu langsung melompat mundur. Wanita itu panik karena Enju tau siapa sebenarnya dirinya dan ia takut Nana akan tau siapa dia sebenarnya.


"Hoi hoi kenapa kau terkejut seperti itu? sepertinya kau benar benar menginginkan kan? jawab aku!" tanya Enju suara lantang.


Enju pun memerintah bawahannya untuk menyerang rekan wanita itu dan hanya menyisakan wanita itu.


"Apa yang kau mau?!" tanya wanita itu.


"Aku ingin penjelasan tentang semuanya, karena mu target mu kaget sampai gemetar ketakutan" jawab Enju.


Para bawahan Enju pun menyerang rekan wanita itu dan mengabaikan wanita itu. Tiba tiba di belakang wanita itu ada Enju yang ingin memborgolnya.


"Apa apaan ini?" tanya wanita itu.


"Diam atau ku beritahu semuanya ke kakakmu tentang mu" bisik Enju.


Seketika Fina pun diam dan menuruti perintah Enju. Tangan Fina pun terborgol, Nana tentu saja tak heran karena ia menyangka bahwa wanita itu/Fina akan diintrogasi Enju.


"Barra ajak istrimu ke ruangan Keisya, dan jangan biarkan mereka keluar" ucap Enju.


"Baik" jawab Barra.


Barra pun mengendong Nana untuk menuju ke dalam rumah dan menuju ke ruangan dimana Keisya berada. Sedangkan di taman, Enju membawa Fina ke dalam ruangan yang Enju gunakan untuk menonton Vidio itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?, mengapa kau mengkhianati kami?, bahkan kau sampai tega sekali menusuk ku?!" tanya Enju.


"Maaf, aku terpaksa melakukan ini. Karena orang tua kami di siksa" jawab Fina.


"Apa?!, ada apa dengan mereka? bukannya mereka sedang di luar negeri?" tanya Enju.


Fina menceritakan semua kejadian yang ia alami dari awal sampai saat ini. Enju merasa bersalah karena semua kejadian yang Fina alami semata hanya karena perintahnya.


"Sial!" ucap Enju kesal.


"Ini semua bukan salah anda, aku saja yang kurang berhati hati. Soal luka itu, maaf aku tak bisa mengelak dari pemerintah" ucap Fina.


"Lalu bagaimana kau bisa mengirim benda itu sampai di cafe ibu ku?" tanya Enju.


"Karena cafe ibu dekat dengan perbatasan, jadi gampang untuk menyerahkannya. Tapi aku lagi lagi ketahuan dan berakhir disini. Sebenarnya, aku juga sering ke cafe ibu untuk makan kue kesukaan kakak" Jawab Fina.


"Apa? sejak kapan?" tanya Enju.


"Sejak setelah anda melamar Keisya. Namun ibu tak tau wajahku, dan beliau baru tau wajahku saat aku menyerahkan benda itu untuk di serahkan ke anda" jawab Fina.


"Licik juga kamu, untuk sementara kau tinggal di bawah tanah dulu. Jangan sampai keluar apalagi bertemu dengan kakakmu. Di sana ada persediaan selama 1 tahun" ucap Enju.


"Tapi bagaimana soal beliau?, beliau memerintah ku untuk merebut xxxxxx, untuk alasannya aku tak tau. Kalau tidak bisa merebutnya aku akan mati" tanya Fina.


"Apa?!" tanya Enju terkejut.


 


Bagi yang mau ajaa.. https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true