
Nana berada di sebuah gudang yang lumayan lusuh. Setelah Nana melihat mobil yang telah di tumpangi oleh keisya tadi, ia pun segera masuk ke gudang tersebut. Lagi lagi hasilnya nihil, keisya tak ada di sana. Nana pun mengerahkan bodyguard yang bersama nya untuk mencari keisya di sekeliling gudang itu. Setelah beberapa saat, Enju tiba tiba datang. Enju bingung mengapa Nana mengerahkan beberapa bodyguard untuk berkeliling di sekitar gudang dan seperti mencari sesuatu.
Setelah menemukan Enju yang berlumuran darah, Nana pun segera menghampiri Enju. Nana pun basa basi terlebih dahulu sebelum Enju menanyakan soal keisya.
"Bos tak apa? ada yang sakit?" tanya Nana.
"Cih kenapa kau sendirian dimana keisya?, dan mengapa mereka seperti mencari sesuatu" tanya Enju bingung.
"Maaf bos sebenarnya..." jawab Nana.
"Bu Nana saya menemukan sebuah ikat rambut" teriak salah satu bodyguard.
"Bagus, bawa kemari" balas Nana.
"Nana kau tak punya telinga? dimana keisya?" tanya Enju semakin marah.
"Maaf bos.. sebenarnya keisya di culik sama orang yang menyamar sebagai bodyguard pihak kita" jawab Nana sambil menundukkan kepalanya. Nana langsung punya firasat bahwa dirinya akan di hukum lebih berat daripada hukuman kemarin.
Saat Enju tau bahwa keisya kekasihnya di culik, darah Enju langsung panas. Tak hanya itu, perasaan dan badan Enju seketika langsung marah karena keisya di culik.
"Apa? sejak kapan?" tanya Enju.
"Sejak 5 jam yang lalu" jawab Nana.
"Sialan apa yang kamu lakukan sampai keisya di culik seperti itu si?, kalian juga mengapa malah tak mengikuti keisya diam diam" tanya Enju memarahi semua bawahannya itu. Para bawahannya itu pun langsung menundukkan kepala mereka. Tentu saja mereka merasa bersalah karena telah lengah, apa lagi Nana yang dekat dengan keisya sebelum keisya di culik oleh bodyguard palsu.
Mereka semua pun kena marah Enju karena telah lengah. Enju bahkan sampai membuat janji untuk menghukum mereka termasuk Nana. Tapi sebelum hukuman di mulai, mereka harus mencari Keisya sampai dapat kalau tidak hukuman tersebut akan lebih berat daripada hukuman Nana sebelumnya.
"Sialan kalian bisa bisa nya lengah sampai keisya di culik seperti itu. Kau juga Na, padahal kau sudah ku naikan jabatan mu malah seperti ini. Awas saja kalian semua akan ku hukum nanti, tapi cari keisya sampai dapat kalau tidak habis kalian" ucap Enju.
"Ba-baik" balas mereka semua.
"Dah kalian semua boleh pergi, kecuali kau Nana" ucap Enju lelah. Para bawahan Enju yang berada di gedung yang sama dengan Enju pun pergi.
Mereka pergi ke semua tempat untuk mencari Keisya tentu saja. Setelah mereka pergi, Enju pun Interogasi Nana dengan halus namun tatapan Enju berbeda dari biasanya.
"Apa yang telah kau perbuat selagi aku menahan mereka?" tanya Enju.
Setelah Enju berkata seperti itu, Nana pun tak sengaja melihat tatapan Enju yang berbeda dari biasanya, kali ini Enju benar benar bahaya. Seketika Nana membatin "Sial aku sepertinya sudah tak lama lagi".
"Saya telah mengerahkan seluruh bawahan Anda yang tersisa untuk mencari Keisya, saya juga sudah memperketat keamanan di negara ini maupun di perbatasan" jawab Nana.
"Bagus lanjutkan.." ucap Enju. Lalu Enju pun pergi meninggalkan Nana sendirian.
Enju berjalan keluar dengan lemas. Tak lama kemudian setelah dirinya berjalan, ia pun menemukan sepatu milik keisya. Nana pun menghampiri Enju, karena Enju tiba tiba berhenti di suatu tempat.
"Ada apa?" tanya Nana memastikan.
"lihat ini, ini milik keisya kan?" tanya Enju sambil menunjukkan ikat rambut keisya.
"Intinya saya mau keisya kembali cari sampai dapat dan jangan sampai mencolok, tau sifat ayah kan?" tanya Enju. Enju berkata seperti itu karena takut sang ayah akan ikut campur.
Tapi Enju juga tak berharap banyak soal sang ayah tidak tau soal keisya di culik. Karena sebelumnya sang ayah bahkan tau keisya sebelum Enju memperkenalkannya.
"Baik saya kan berusaha" jawab Nana.
Enju pun langsung keluar dari gudang, lalu ia menuju ke mobil yang ia kenakan untuk pergi ke gudang dimana tempat terakhir keisya berada, setalah itu jejaknya hilang. Lalu Nana kembali membatin "Sepertinya aku melupakan sesuatu tapi apa ya?". Setelah itu Nana pun berfikir keras. Tiba tiba handphone Nana berdering, seketika Nana langsung tertawa karena orang yang ia lupakan adalah Fina adiknya sendiri.
Nana pun langsung mengangkat telepon dari adiknya itu setelah tertawa.
"Halo ada apa?" tanya Nana.
"Kaka kok ga ngasi tau aku si kalau keisya di culik" jawab Fina.
"I-itu tadi mau ngasih tau kamu eh kamu nya malah telepon kaka duluan" balas Nana.
"Ga mungkin pasti bohong" jawab Fina.
"Ga mungkin Kaka bohong dong" balas Nana
"Sudahlah, jadi bagaimana kondisinya?" tanya Fina tiba tiba mode serius.
"Masih belum ketemu, semua masih sibuk mencari Keisya termasuk tunangannya" jawab Nana menjelaskan.
"Siapa tunangan nya?" tanya Fina. Fina saat itu masih belum tau jika bos nya / Enju yang menjadi tunangan keisya. Setelah itu Nana pun menceritakan dari awal sebelum kejadian pagi tadi terjadi sampai berakhir saat itu.
Sedangkan disisi lain, Enju sedang mencari informasi tentang keisya lewat tim yang kerja di bagian lampu merah. Lagi lagi hasilnya nihil, para bodyguard palsu itu tak melewati jalan yang terpasang cctv. Enju pun semakin marah, sampai Enju datang ke markas mafia yang ia tau tempatnya saja. Saat Enju sudah sampai, ia langsung mengancam bosnya. Enju datang datang mengancam bosnya dengan kesadaran yang sudah hampir tak terselamatkan. Tak hanya mengancam bos nya saja, ia bahkan menghancurkan markas mereka sambil mencari keisya. Kali ini ia seperti menyetorkan nyawa, karena ia datang sendirian tanpa bawahannya. Gegabah sekali.
Saat Enju mengancam bosnya, ia sambil menanyai dimana mereka menyembunyikan keisya. Mereka tak bisa menjawab karena ya mereka tak tau apa apa.
"Dimana kau menyembunyikan tunangan ku?" tanya Enju sambil menarik kerah bos itu.
"Apa yang kau perbuat? beraninya kau.." ucap salah satu anak buah nya.
"Diam" bentak bos itu. Setelah itu seketika anak buahnya diam semua.
"Jawab pertanyaan ku!" ucap Enju.
"Kami tak tau apa apa, dan anda siapa?" tanya bos itu jujur.
"Siapa?, saya tunangannya" jawab Enju.
"Baiklah, tapi kami benar tak tau apa apa" balas bos itu.
"Sial" ucap Enju lalu pergi dari tempat itu. Tak lama setelah Enju pergi, Bos itu menyusul Enju. Bos itu menawarkan kerja sama dengan Enju karena mereka sedang butuh pekerjaan.
**Interogasi adalah proses dimana kita memberikan pertanyaan, atau memberikan pertanyaan secara tersusun kepada seseorang untuk diperiksa.