
Karena Toji sudah lelah jadi ia mempersilakan adiknya, Taki untuk memperkenalkan sisanya.
"Selanjutnya silahkan di lanjutkan ayahnya untuk memperkenalkan anak kalian" ucap toji.
"Selanjutnya anak pertama kami yaitu laki laki yang bernama Emihiko Peintou dan mempunyai istri yang bernama Lannyta mangroe" ucap Taki.
"Panggil saya Pein" balas Pein.
"Panggil saja Lanny" balas Lanny
"Selanjutnya anak kedua perempuan yang bernama Pebby Nagasi yang sedang hamil muda. Pebby mempunyai suami yang bernama Menaka Hanshin" ucap Taki.
"Panggil saja Shin" balas Shin.
"Panggil aku pebby" balas pebby.
"Selanjutnya anak terakhir dari Shima yaitu Emihiko Emelia Sakuragi, panggil saja Lia. Dia yang sedang di ruangan sebelah" ucap Toji.
"Dengan begini sudah selesai, selanjutnya silahkan" ucap Leona yang mempersilahkan Shima untuk berbicara beberapa pesan. Pesan yang di sampaikan untuk semua generasi muda Emihiko.
"Terimakasih untuk semua tamu undangan yang telah datang dan yang terutama anggota baru disini. Syukurlah jika kalian datang dalam keadaan sehat, terutama anak anak. Sekedar informasi saja jika yang datang kesini bukan hanya keluarga Emihiko, tapi juga keluarga Uchita" ucap Shima.
"Kami keluarga uchita mengucapkan terimakasih banyak telah mengundang kami. Semoga keluarga Emihiko selalu sehat sehat semuanya" ucap kepala keluarga Uchita.
"Baik setelah ini akan ada beberapa permainan sebelum makan malam, maka dari itu silahkan masing masing untuk menempati posisi dan lepas formal" ucap Toji yang mempersilahkan semua anggota untuk bubar dari meja makan.
Mereka semua pun bubar kecuali beberapa orang yang masih duduk sambil bermain ponsel, dan Keisya yang masih bingung.
"Sayang mau ikut?" tanya Enju.
"Ikut, Kemana?" jawab dan tanya keisya.
"Karena ini bukan rumah orang tua ku jadi ayo ke balkon" jawab Enju sambil berjalan yang di ikuti oleh keisya. Yap, mereka tak jadi ke rumah orang tua Enju karena pasti akan susah menata semuanya, maka dari itu mereka menyewa rumah. Mereka saat ini sedang membahas tentang uang yang akan di gunakan untuk beberapa keperluan, termasuk untuk membeli rumah itu.
Mereka ingin mempunyai rumah kumpul sendiri tanpa perlu menyewa setiap tahun. Di sisi lain Enju sedang di balkon rumah.
"Wahh indahnya" ucap keisya.
"Yakan? Untung saja acara tadi selesainya pas sebelum senja berakhir" jawab Enju.
"Iyaa syukurlah" balas keisya.
"Oh iya kamu mau ke bawah lagi? sekalian kenalan sama yang lain" tanya Enju.
"Sama kamu?" tanya keisya.
"Sama ibu, aku mau disini dulu" jawab Enju.
"Yasudah dadah" ucap keisya sambil berjalan kembali ke dalam. Mereka saat itu sedang berada di balkon lantai paling atas.
Tapi saat ini hanya tersisa Enju sendirian yang di hampiri seseorang.
"Seperti biasa ya?, Enju" tanya seseorang yang tiba tiba datang menghampiri Enju.
"Tentu saja, apa lagi sekarang ramai sekali, dan kau siapa?" jawab dan tanya Enju.
"Oh ternyata Pein, yo!. Kenapa kau kemari?, biasanya sama istrimu" tanya Enju.
"Ah.. aku selalu bosan di setiap pertemuan seperti ini" jawab Pein.
"Haha sama, jadi gimana hasilnya?" tanya Enju yang menanyakan soal hasil diskusi tentang uang. Karena Pein melewatkan beberapa diskusi sebelum diskusinya sudah selesai jadi ia tak tau apa hasilnya.
Pein melewatkan itu karena ia memutuskan untuk ke balkon karena dirinya bosan. Sama seperti Enju ia juga tak suka perkumpulan seperti itu, tapi bedanya Enju tak suka pesta dewasa sedangkan Pein suka.
"Entah, biarlah biar para orang tua membahasnya, kita di sini saja" jawab Pein.
"Oh kau minum itu?" tanya Enju.
"Tentu saja, mumpung gratis" jawab Pein.
"Lanny marah aku tak ikut campur ya, dah aku masuk dulu sudah hampir jam makan malam, kasian keisya sendirian" ucap Enju.
"Aman, iya nanti aku nyusul" balas Pein. Enju pun kembali ke dalam dan menemui keisya yang sedang bercanda tawa dengan yang lain. Keisya tampak cepat akrab dengan orang yang baru ia kenal.
Sejujurnya Enju sedikit cemburu dengan itu, tapi untung saja mereka yang di kenalkan Leona para wanita saja. Tiba tiba saat Enju menghampiri keisya, Toji mengumumkan bahwa sudah waktu nya makan malam.
"Ayo ayo silahkan berkumpul lagi, kita akan makan malam. Sudah hampir waktunya makan malam" ucap Toji. Seketika semua orang pun berkumpul lagi di meja makan.
"Ayo sayang" ucap Enju sambil menawarkan tangannya untuk membangunkan keisya dari duduk, lalu mereka berdua juga ikut duduk di kursi meja makan tadi. Setelah mereka semua sudah berkumpul di meja, Toji pun mempersilahkan untuk Shima berbicara.
Shima ingin berbicara beberapa kata untuk memulai sebelum makan malam dimulai.
"Saya akan mengumumkan hasil dari diskusi tadi, jadi hasilnya adalah masing-masing keluarga kan menyumbang 50%. Target nya adalah xxxxxxxxx, ada yang tak setuju?" ucap bertanya Shima. Semua orang pun tak ada yang bersuara jadi Shima menganggap mereka tak keberatan atau tak setuju.
"Baiklah ini beberapa surat untuk menyatakan bahwa keputusan tadi sah dan ada pula beberapa kertas yang berisikan aturan aturan yang harus di patuhi, silahkan di bagi" ucap Shima sambil menunjukan berkas lalu menyerahkan ke pelayan tuk dibagikan.
Setiap orang akan menerima beberapa kertas yang sudah di susun beberapa topik. Topik tersebut seperti yang di ucapkan oleh Shima, yaitu bukti surat dan beberapa aturan-aturan.
"Mohon di tanda tangani setelah itu di simpan baik baik secara pribadi. Surat surat itu akan menjadi bukti saat ada pertengkaran di antara 2 keluarga ini. Baik sekarang sudah itu saja terimakasih dan selamat menikmati makan malam ini dengan tentram" ucap Shima.
"Selamat makan" ucap semua orang.
"Se-selamat makan" susul keisya yang tertinggal karena tak tau kebiasaan mereka. Mereka pun menikmati makan malam itu. Makanan tersebut berupa beberapa macam termasuk juga makanan utama dan makanan penutup.
Keisya kali ini makan dengan santai, tak seperti biasanya yang lahap. Enju pun merasa aneh karena keisya tiba tiba seperti itu tanpa di perintah dirinya. Enju pun bertanya dengan suara pelan dan di jawab keisya dengan suara pelan juga.
"Sayang tumben tak seperti biasanya? biasanya kamu sangat lahap" tanya Enju.
"Aku tadi di suruh ibu untuk makan seperti ini. Aslinya aku pengen sekali makan seperti biasanya tapi kata ibu ada benarnya kalau aku harus menjaga kesopanan" balas keisya.
"Ibu ya? baiklah syukurlah kamu sudah tau. Sisanya nanti akan ku ajarkan besok atau lusa sebelum 1 bulan mendatang" ucap Enju.
"Baiklah, sudah selamat makan" ucap keisya. Mereka pun kembali makan, Enju makan seperti biasanya sedangkan keisya makan seperti apa kata Leona.
Bagi yg punya uang lebih silahkan..
https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true