My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 70 Bodyguard baru keisya.



Enju takut saat menyerang itu akan berdampak buruk kepada keisya, maka dari itu ia harus berhati hati dalam bertindak. Enju hanya ingin mengawasi gerak-gerik mereka. Jika mereka akan menyerangnya, ia mau tak mau harus melindungi keisya secara langsung. Kembali ke keisya. Nana tiba tiba menerima sebuah pesan dari Enju, pesan itu isinya "Saya sudah memberitahu keisya soal saya sebenarnya, jadi jangan membocorkan sisanya". Nana pun menjawabnya "Baik bos~". Selesai membalas pesan itu, ia kembali mengobrol dengan keisya.


Setelah beberapa menit mengobrol, tak terasa sudah waktunya untuk makan siang. Keisya dan Nana pun memutuskan untuk makan bersama, mereka akan makan di restoran Korea yang berada tak jauh dari kantor. Sebelum berangkat, Nana mengirimkan pesan ke Enju. Pesan itu isinya "Big bos yang paling ganteng di dunia, paling baik, tak sombong, dan rajin menabung. Saya pinjam keisya sebentar ya terimakasih". Seketika Enju saat menerima pesan itu geleng geleng, ia tak heran lagi dengan kelakuan Nana. Setelah menerima pesan itu, Enju pun bersiap siap untuk ikut juga. Selesai mengirimkan pesan itu, Nana langsung berangkat bersama keisya.


Namun tiba tiba saat keisya keluar dari ruangannya, ia di kagetkan oleh 3 bodyguard yang sedang berdiri di samping pintu. Keisya pun heran mengapa mereka berdiri seperti itu, ia jadi teringat akan bodyguard yang berada di ruangan Enju.


"Pak.. mengapa kalian berdiri disini?" tanya keisya. Namun pertanyaan itu tak di jawab, 3 lelaki itu hanya diam berdiri. Nana pun menyuruh mereka untuk menjawab pertanyaan keisya itu.


"Jawab!" ucap Nana nada serius.


"Baik, saya di tugaskan untuk menjaga kalian kemana pun dan kapan pun" jawab salah satu Bodyguard itu. Nana pun membujuk keisya supaya tak memperdulikan mereka.


Jika keisya memperdulikan mereka, keisya pasti akan menanyakan siapa yang memerintah mereka. Supaya Nana tak kesulitan untuk menjawabnya nanti.


"Sudah biarkan saja ayo kita berangkat, nanti keburu jam makan siangnya habis" ucap Nana mengajak keisya. Namun rencana yang menyuruh keisya untuk tak memperdulikan para Bodyguard itu gagal. Keisya tau jika yang memerintah mereka adalah Enju.


"Atas perintah Enju kan?" tanya keisya.


"Iyaa nona" jawab serentak para penjaga.


"Jadi kamu beneran tau semuanya ya?" tanya Nana memastikan.


"Iyaa baru kemarin di kasih tau nya, sudah ayo aku sudah lapar" jawab keisya.


Mereka pun berangkat menuju ke restoran, dengan diikuti oleh para penjaga itu.


Tak hanya para bodyguard saja yang ikut, tapi Enju juga ikut. Enju ingin sekali makan siang bersama keisya. Karena Nana, Enju tak bisa bermesraan dengan keisya. Para Bodyguard itu tak duduk seperti mereka, melainkan berdiri di samping dan belakang keisya. Keisya pun akhirnya risih setelah beberapa saat ia duduk. Keisya pun mengusir mereka, tapi mereka menolaknya.


"Sudah kalian pergilah" ucap keisya.


"Tidak, kami akan tetap menjaga nona" jawab salah satu Bodyguard itu.


"Kalau begitu, jaga dari jauh saja saya risih" ucap keisya. Mereka pun seketika menoleh kearah Enju. Enju mengiyakan ucapan keisya.


Seketika para bodyguard itu pergi dari meja keisya untuk menuju ke meja mengelilingi di samping meja keisya. Setelah para bodyguard itu duduk, Enju pun menghampiri keisya.


"Halo sayang, boleh gabung?" tanya Enju.


"Boleh aja silahkan" jawab keisya.


"Bos..." ucap kesal Nana.


"Haha biarin la, dia kan pacar ku" ucap Enju lalu memeluk keisya. Nana kesal karena Enju tiba tiba datang tanpa aba aba, dia juga sudah mengirim pesan untuk meminjam keisya.


"Sudah sudah" ucap keisya melerai.


"Karena saya datang, silahkan pesan sepuasnya saya yang bayar" ucap Enju.


Karena merasa Enju akan habis uang nya jika mentraktirnya, keisya pun menolaknya. Namun Enju bersikeras untuk mentraktir keisya dan Nana. Nana juga tidak akan menolak tawaran Enju yang ingin mentraktir nya. Bahkan Nana ada niatan untuk menghabiskan uang Enju.


"Ga usah mending di tabung aja" ucap keisya.


"Sudah gapapa" jawab Enju.


"Jangan menolak keii sudah pesan saja, lagian uangnya ga akan habis" ucap Nana.


Nana pun memanggil pelayan untuk memesan makanan. Nana memesan ini itu tanpa memperdulikan harga dan jumlahnya.


Mereka pun makan setelah pesanan itu semua datang. Karena terlalu banyak, alhasil Nana kalap dan pada akhirnya ia tak menghabiskan makanan itu. Nana akhirnya memutuskan untuk membungkus makanan itu saja dan bisa dimakan besok atau nanti malam. Nana malas juga untuk masak jadi itu akan berguna nanti.


"Kan ga habis, kebanyakan sih" ucap Enju.


"Maaf, sudah bungkus saja" jawab Nana.


"Lalu siapa yang makan?" tanya Enju.


"Saya dan Fina lah siapa lagi" jawab Nana.


"Sayang ga mau?" tanya Enju ke keisya.


"Kasih Nana saja, toh lagian ada fina" jawab keisya menolak tawaran Enju.


Mereka pun kembali ke kantor setelah Nana membungkus makanan nya dan bekerja seperti biasa. Beberapa menit kemudian tiba tiba keisya mendapatkan pesan dari Enju, pesan yang isinya "Sayang nanti kita ke apartemen kamu yaa". Keisya pun segera membalas pesan itu "Mau ngapain?" tanya keisya. Tak lama dari itu, Enju menjawab pesan keisya "Untuk memindahkan barang-barang mu ke rumah kita" jawab Enju. Saat menerima pesan tersebut, keisya yang sedang minum tersedak tiba tiba. Keisya kaget karena Enju menyuruhnya untuk berpindah tempat tinggal secara mendadak. Tak seperti yang lain, yang menjadwalkan kegiatan baru di laksanakan.


Enju berbeda karena ia langsung memberitau keisya secara tiba tiba dan mendadak. Ya itulah dirinya, mirip sekali dengan sang ayahnya. Tiba tiba menyuruh sang ibunda untuk bersiap untuk pergi. Ya namanya ayah anak pasti tak heran dan sudah wajar. Keisya pun menjawab pesan itu dengan menghubungi Enju. Saat Enju mengangkat telepon dari keisya, ia merasakan mati rasa di bagian telinga nya. Enju juga lupa untuk menurunkan volume hp nya.


"Kenapa tiba tiba sekali?" tanya keisya teriak.


"Duh sayang sakit tau telinga ku, keras sekali suaramu" ucap Enju kesakitan.


"Jawab pertanyaan ku!" ucap keisya kesal.


Enju pun akhirnya menjawab pertanyaan keisya itu sebelum situasi diluar fikiran Enju.


Enju menjelaskan dengan kemampuan berbohongnya, ia menjelaskan bahwa lebih baik pindahin barang malam dengan alasan yang tak masuk akal.


"Iya sayang jangan marah dong" ucap Enju.


"Jadi?" tanya keisya dengan emosi yang sudah mereda karena kata 'sayang' dari Enju.


"Jadi maaf ya tiba tiba, karena enak kan kalau malam, kita tak terlihat oleh orang orang nanti bakalan ada gosip kan repot" jawab Enju.


Karena keisya baru mengetahui hal tersebut jadi ia mengiyakan saja perkataan Enju itu.