My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 41 Jangan sampai Keisya tau kalau itu aku.



Enju dan orang tua Enju berjanji jika belum bisa mengenalkan Keisya ke orang tua Enju sebelum akhir tahun maka semua wanita itu akan berbondong bondong ke kantor Enju. Karena Keisya penasaran tentang maksud kata kata Enju sebelumnya, ia pun menanyakannya.


"Hiko, maksud dari secepatnya apa?" tanya Keisya tak mengerti dan penasaran


"Emm apa ya.. orang tua aku pengen saja mengenalkan kamu ke mereka karena kamu wanita yang bikin aku berubah" jawab Enju beralasan lagi.


"Berubah gimana?" tanya Keisya penasaran


"Nanti kamu juga tau" jawab Enju terlalu santai hingga membuat Keisya curiga.


Tiba tiba Keisya ingat bahwa orang yang menolong nya waktu itu juga pernah mengatakan perkataan Enju itu.


Keisya pun menanya curiga ke Enju. Suasananya juga sama seperti saat Keisya di rumah sakit sebelumnya (awal eps). Tiba tiba suasananya menjadi buruk untung saja Nana tiba tiba datang dengan mood senang.


"Hiko aku boleh tanya sesuatu?"


"Boleh silahkan"


"Kamu kan yang menolong ku waktu itu?"


"Kapan? aku ga ingat"


"Jangan alasan pasti kamu kan"


Tiba tiba suasananya menjadi buruk dan tiba tiba nana datang.


"Halow, nieh makanan nya masih hangat" ucap Nana full senyum.


"Kamu kenapa na?" tanya Keisya penasaran.


"Aku senang akhirnya dia baik baik saja karena aku tadi khawatir di depan" jawab Nana dengan lancar nya.


"Dia siapa?" tanya Keisya penasaran


"Adikku Fina" jawab Nana


"Memang kenapa dia?" tanya Keisya.


Tiba tiba senyap sebentar karena Nana sedang memikirkan alasan yang bagus supaya tak membuat Keisya curiga.


"Dia lagi liburan ke luar negeri jadi aku takut dia kenapa napa sendirian" jawab Nana santai


"Haha dia kan sudah besar jadi biarkanlah" saran Keisya ke nana.


"Iyaa sih sudah nih makan" jawab Nana santai


Keisya, Enju, dan Nana pun makan. Tapi Nana makan di luar karena alasan pengen saja sebenarnya supaya tak mengganggu.


"Selamat makan ya aku makan di luar saja" ucap Nana sambil berjalan keluar kamar


"Kenapa na?, kan enak di sini" tanya Keisya


"Aku pengen aja Keii, dah ya" jawab Nana


"Iyaa" jawab Keisya.


Nana pun keluar. Mereka pun makan dengan canggung. Sementara di luar tiba tiba suster datang ingin memberi makan Keisya.


Nana pun menahannya dan beralasan karena keinginan Keisya sebagai pasien juga. Sebenarnya supaya tak menganggu saja toh lagian Keisya tak suka dengan makanan nya.


"Tunggu sus, jangan kasih makanan nya" tahan Nana tiba tiba berdiri


"Kenapa kak?" tanya suster penasaran.


"Karena pasien tak ingin saja, lagian makanan nya kemarin ga di makan sama sekali" jawab Nana beralasan.


"Ada apa dengan pasien?" tanya khawatir suster berfikir pasien tak nafsu makan.


"Baiklah kalau begitu kakak saja yang makan bagaimana?" tanya suster iseng.


"Boleh deh sini lagian makanan ini kurang" jawab tak di sangka suster.


Karena Nana kesal dengan ke romantisan yang ada di dalam ruangan jadi Nana melampiaskan ke makanan itu. Karena Nana makan di lorong rumah sakit jadi ia menjadi sorotan bagi yang lewat, mereka berfikir kalau Nana adalah pasien yang kabur. Karena Nana terlihat kesal jadi mereka mengabaikan nya.


Kembali ke dalam ruangan. Setelah beberapa menit kemudian Keisya dan Enju selesai makan. Enju pun izin keluar ke Keisya tapi tetap saja Keisya tak ingin sendirian lagi. Akhirnya lagi lagi Nana yang direpotkan.


"Sudah?" Tanya Enju.


"Sudah nih" jawab Keisya menyerahkan sampah sisa makan.


"Bentar ya aku buang ini" Ucap Enju sambil berdiri untuk keluar.


"Jangan keluar.." minta Keisya.


"Yasudah cuma keluar tangan ku saja ga semua badan" jawab Enju.


"Mau ngapain?" tanya Keisya.


"Minta tolong ke teman mu buat buang ini sampahnya" jawab Enju santai.


"Yasudah" jawab Keisya.


Enju pun memberikan sampah ke nana untuk minta tolong dibuangkan keluar rumah sakit. Selesai menyerahkan ke Nana, Enju pun kembali ke kursi samping keisya.


Enju pun menceritakan bahwa Nana makan banyak sekali dengan muka kesal.


"Keii teman mu memang makannya banyak banget ya?" tanya Enju.


"Kurang tau aku baru baru ini kenal dia, kenapa memang?" jawab dan tanya Keisya.


"Banyak sekali makannya, sampai sampai makanan kamu dari rumah sakit aja dia makan" jawab Enju ketawa kecil.


"Iyaa aku juga baru tau dia seperti itu haha" ucap Keisya ketawa kecil.


"Haha siapa namanya?" tanya pura-pura Enju.


"Nana Mardiana" jawab Keisya.


"Ohh Nana pantes kamu panggil aku "na" saat aku memeluk mu tadi" ucap keisya kesal.


"Hehe maaf soal itu" jawab enju.


"Gapapa" jawab Keisya santai.


Mereka pun lanjut mengobrol sampai malam pun tiba.


Karena Enju belum mandi jadi Enju pamit pulang untuk mandi. Tapi tetap saja Keisya tak memperbolehkan karena ia takut sekali di tinggal Enju lagi, padahal sebelumnya hanya ditinggal beberapa hari saja. Entah kenapa perasaan Keisya seperti itu.


"Keii aku pulang dulu ya mau mandi" ucap Enju izin pamit.


"Jangan pergi lagi" mohon Keisya.


"Sebentar saja" minta Enju.


"Ga mauu.." jawab mohon keisya.


"Kalau begitu kamu mandi disini untuk mengulur waktu sementara aku juga mandi di hotel dekat sini, gimana?" ucap ide Enju.


"Iyaa deh, tapi jangan lupa ke sini lagii.. dan tolong panggilkan Nana" minta Keisya tuk memanggilkan Nana.


Enju pun dengan santainya mengatakan itu tanpa berfikir dahulu.


"Iyaa dah sayang" . Untung saja Keisya tak ngeh kalau Enju mengatakan kata-kata "sayang". Lalu Enju pun berdiri dan menuju keluar rumah sakit. Enju pun naik ke mobilnya lalu menuju ke hotel untuk mandi saja. Di mobil Enju terlihat salah tingkah dan memikirkan apa yang barusan dia ucapkan. "Sial apa yang aku baru saja katakan ke keisyaa" batinnya. Mereka berdua pun mandi sendiri sendiri tapi kebetulan sekali bersamaan. Selesai mandi Enju pun langsung menuju ke rumah sakit lagi.