
Dengan suara lantangnya Enju pun menarik perhatian di sekitar Nana.
"HAH BAGAIMANA KAU INI!, Coba cari lagi dengan teliti sekali lagi kalau tidak cari sampai belahan dunia!" perintah Enju.
"Ba-baik, saya akan bicara ke adik saya, sekali lagi saya minta maaf" ucap Nana gemetar
"Ya" jawab singkat Enju.
*Tut*
Telepon pun di matikan sepihak oleh Enju karena kesalnya. Nana pun bernafas lelah lalu ia memutuskan untuk ke kantin saja.
Sebelum ke kantin ia lupa belum memberitahu Fina kalau misinya masih berlanjut. Fina harus benar benar menyelesaikan nya seperti kata Enju tadi, ia harus dapat informasi nya. Sampai sampai Enju bilang harus cari ke belahan dunia.
"Halo dek" ucap Nana lelah
"Ada apa kak?" tanya Fina
"Maaf ya dek kamu harus menyelesaikan misimu sampai benar-benar dapat informasi tentang orang tua Keisya" perintah Nana
"Huh iyaa iyaa, aku ga pulang dulu kalau gitu"
"I-iyaa jaga diri ya" ucap kaget Nana
"Iyaa kakak juga" ucap Fina.
*Tut* telepon pun di matikan oleh Fina.
Selesai menghubungi fina, Nana pun ke kantin seperti biasa untuk membeli kopi dan makanan dampingan.
Nana membeli makanan supaya Keisya mau minum obat tanpa makan makanan rumah sakit. Selesai membeli makanan yang masih panas Nana pun kembali ke kamar Keisya. Setelah sampai di kamar Keisya, dokter pun sudah pergi. Karena Nana tak tau apa kata dokter ia pun menanyakannya ke Keisya.
"Keii tadi apa kata dokter?" tanya Nana
"Ga ada, cukup istirahat saja" ucap Keisya santai yang membuat Nana curiga.
"Bohong" ucap Nana curiga.
"Iya deh, oh iya ini makanan seperti biasa"
"Iya makasih ya na" ucap Keisya berterimakasih karena sudah beli makanan untuknya, karena Keisya juga ga nafsu memakan makanan rumah sakit.
Karena Enju akan datang jam 9 an setelah ia beristirahat. Enju kasihan sekali ya baru landing udah di buat pusing oleh kabar dari nana. Nana pun memberitahu ke Keisya tapi tak memberitahu namanya.
"Oh iya Keii nanti jam 9 an ada tamu spesial buat kamu"
"Siapa?"
"Rahasia biar suprise"
"Baiklah ku tunggu kedatangannya"
Keisya pun membatin "Huh sepertinya hanya teman temannya Nana" batin nya.
Keisya pun memakan makanan yang di beli Nana lalu meminum obat.
Setelah minum obat Keisya pun ingin pergi ke jendela lagi sebelum matahari nya terik. Karena Keisya tak mau membuat Nana khawatir lagi ia pun meminta Nana untuk mengantarnya ke jendela.
"Na, aku pengen ke jendela lagi" ucap Keisya.
"Iyaa pakai ini kursi ku" ucap suruh Nana.
"Lalu kamu duduk di mana?" tanya Keisya.
"Aku ke luar saja sambil menikmati kopi" ucap Nana santainya.
"Kalau sudah mau kembali ke ranjang bilang ya jangan jalan sendiri" ucap Nana khawatir.
"Iyaa" jawab Keisya.
Keisya pun di antar Nana ke jendela tuk menikmati pemandangan dan angin.
Setelah mengantarkan Keisya ke dekat jendela, Nana pun keluar dari ruangan lalu meminum kopi dengan santai. Setelah beberapa menit sampai hampir 1 jam an, Nana khawatir karena Keisya masih belum memanggil nya. Nana pun memutuskan ke dalam untuk memeriksa Keisya. Tapi sebelum Nana masuk Enju pun telah tiba dan membuat Nana seketika keringat dingin. Nana pun membuat rencana supaya Keisya terkejut dan bahagia.