My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 64 Salah tingkah.



Keisya takut sekali mengalami kejadian yang sama, karena Enju juga masih asing baginya.


"Tenang saja, kalian tak hanya tinggal berdua kok. Nanti ada bibi, supir, tukang kebun, dan satpam kok" ucap sang ibunda menenangkan dan membujuk keisya.


"Baiklah, tapi besok saja kalau libur lagi aku akan ke rumah itu untuk lihat lihat apakah benar begitu" Jawab keisya.


"Silahkan nak, gerbang akan terbuka bebas untuk keisya yang paling cantik ini" ucap sang ibunda.


"Ibu bisa aja" jawab keisya.


"Bisa dong, oh iya Enju kemana?" tanya sang ibunda penasaran.


"Udah berangkat duluan, katanya meeting" jawab keisya sambil memegang kertas yang berisi pesan untuk keisya dari Enju.


Sang ibunda merasa jika Enju tega, tapi beliau keceplosan bilang kalau Enju tega.


"Haduh tega sekali dia" ucap sang ibunda.


"Tak apa kok bu" jawab keisya.


"Duh yasudah kamu mandi ya habis itu sarapan lalu berangkat" perintah sang ibunda.


"Baik terimakasih bu" jawab keisya.


"Iya sama sama dah" balas sang ibunda.


Telpon pun di tutup oleh sang ibunda. Selesai mengobrol dengan sang ibunda, Keisya pun menuju ke kamar mandi lalu makan.


Selesai mandi dan makan, Keisya pun bersiap siap untuk berangkat ke kantor. Sebelum ia berangkat ia mengirim pesan ke Enju, pesan tersebut berisi "Aku sudah tak lelah, aku berangkat ya ke kantor sayang". Keisya pun mendapat balasan dari Enju setelah usai mengirim pesan itu, pesan itu berisi "Bener sudah ga lelah?" tanya Enju. Keisya pun membalas "iya gapapa, tunggu aku ya" balas keisya. "Iya sayang di tunggu, oh iya langsung ke pos satpam ya?" jawab Enju. Keisya pun menuju ke pos satpam untuk meminta supir tuk mengantarnya ke kantor.


Sesampainya di kantor, ia menjadi sorotan ia karena baru datang jam 10 dan semua karyawan sudah tiba sebelum itu. Jadi bisa dikatakan jika Keisya terlambat. Keisya pun membatin "Ini kenapa ya kok aku di lihati mulu? ada yang salah ya dari aku?". Karena Keisya di perhatikan sama semua karyawan jadi ia mempercepat jalan nya untuk masuk ke lift. Sebelum keisya masuk, Enju telah melihat cctv di kantor nya. Setelah Enju melihat Keisya masuk kantor, ia pun langsung menuju ke lobby menaiki lift. Ternyata mereka berdua bertemu di lift.


Saat pintu lift terbuka Enju melihat para karyawan sedang memperhatikan Keisya. Enju pun keluar dari lift lalu marah pada semua karyawan karena mereka ketahuan kalau mereka tak mengerjakan tugas mereka.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Enju.


Seketika para karyawan pun duduk lalu berpura pura mengetik.


"Kalau di tanya itu jawab!" bentak Enju.


"Sudah biarkan saja" ucap keisya.


"Kamu juga segera kerja!" bentak Enju.


Seketika Keisya langsung bermuka kecewa sambil menundukkan kepalanya lalu masuk ke dalam lift.


Sebenarnya itu hanya bohongan, karena Enju hanya ingin terlihat profesional di mata para karyawan nya. Selesai memarahi para karyawannya lagi, Enju pun menyusul Keisya dengan menaiki tangga menuju ke atas.


"Selesaikan hari ini kalau tidak kalian ku pecat" ucap Enju mengancam.


"Baik" jawab serentak para karyawan.


Enju pun langsung naik ke atas dengan lari menggunakan tangga darurat. Saat Enju lari, Enju merasa bersalah kepada Keisya karena sudah membentak nya. "Duh gimana ini" batin Enju panik.


Sesampainya di atas, dimana tempat ruangan Keisya berada ia pun segera menghampiri Keisya di ruangan nya. *toktoktok*


"Sayang.." panggil Enju ke Keisya.


"Masuk" perintah Keisya.


Enju pun masuk ke ruangan Keisya.


"Maaf ya keii tadi cuma bohongan kok marah nya" ucap Enju sedih.


"Jadi?" tanya keisya.


"Jadi itu tadi cuma biar terlihat profesional, maafin yaa?.." Jawab dan mohon Enju.


"Ma--" balasan Enju terpotong.


"Aku juga mau belajar buat ga kenal kamu kalau di kantor, itu kan mau mu?" ucap dan tanya keisya suara bergetar. Keisya paham kenapa Enju bersikap seperti itu tadi.


Karena Enju mendengarkan suara Keisya yang bergetar, ia pun membicarakan rencana nya esok untuk memperkenalkan Keisya.


"Sebaiknya tak usah" jawab Enju menolak.


"Mengapa?" tanya Keisya.


"Besok aku ingin memperkenalkan mu ke semua karyawan ku" jawab Enju.


"Sebaiknya jangan dulu, kalau bisa perkenalkan aku saat kita sudah menikah saja. Aku pengen lihat siapa saja yang mempeemainkan ku" ucap Keisya menolak.


"Baiklah tapi kenapa?" jawab dan tanya Enju.


"Soalnya tadi aku seperti di perhatikan semua karyawan mu, aku penasaran kenapa.." jawab keisya penasaran dengan para karyawan Enju.


"Mungkin karena.." ucap Enju setengah.


"Apa?" tanya Keisya.


"Tidak, sudah selamat bekerja aku mau meeting lagi" jawab Enju mengalihkan topik.


Enju pun berjalan menuju ke dekat pintu lalu membuka pintu tersebut separuh.


Keisya menahan Enju karena ia penasaran dengan apa yang membuat nya di perhatikan oleh para karyawan Enju tadi dengan membawa nama sang ibunda.


"Sepertinya omongan ibu bener deh" ucap keisya tiba tiba.


"Omongan apa?" tanya Enju.


"Tentang kamu yang kebiasaan ngomong setengah setengah" jawab Keisya.


"Hehe mau ku kasi tau?" tanya Enju.


"Mau lah" jawab keisya.


Enju pun mendekati keisya lalu membisikan sesuatu yang membuat Keisya salah tingkah.


"Karena kamu cantik" bisik Enju.


Selesai membisikan kata-kata itu, Enju pun keluar dari ruangan keisya dengan wajah yang memerah.


Saat Enju pergi, keisya pun kembali mengerjakan tugas nya sambil salah tingkah. Keisya sampai sampai menjatuhkan Tumbler nya. Untung saja Tumbler tersebut tak pecah.


*Dukk*


"Duh Tumbler ku untung ga pecah" ucap Keisya mengambil Tumbler nya yang jatuh dengan posisi jongkok di lantai. Selesai mengambil Tumbler tersebut, ia kembali duduk ke kursinya. Keisya pun merenungkan supaya ia tak salah tingkah lagi dan membatin "Duh gimana ini aku harus ga salah tingkat, mana nanti minta tanda tangan ke pak direktur lagi" batin keisya.


Keisya pun diam beberapa saat untuk meyakinkan dirinya tuk tak salah tingkah lagi. Keisya harus yakin untuk tak salah tingkah lagi sambil mengerjakan tugas nya. Keisya tak boleh salah tingkah lagi karena ia akan meminta tanda tangan ke direktur. Selesai mengurus dokumen yang akan di mintai tanda tangan ke direktur, ia pun segera menuju ke ruangan nya. "Duh kira kira bapaknya ada ga ya" batin Keisya.


Sesampainya di ruangan direktur, seperti biasa ada penjaga di depan pintu masuk.


"Permisi pak, saya ingin meminta tanda tangan pak direktur" ucap keisya.


"Maaf orangnya sedang tidak bisa di ganggu" jawab salah satu penjaga tersebut.


"Beliau kenapa?" tanya keisya.


"Beliau sedang meeting dengan big bos" jawab salah satu penjaga.


"Baiklah kalau begitu saya permisi" ucap keisya. Keisya pun pergi dan menuju kembali ke ruangan nya.