My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 44 Jangan sampai wajah Keisya ketahuan oleh media.



Saat Enju sudah masuk ia berusaha agar Keisya tak bahas Nana. Karena Enju ingin Keisya fokus ke dia seorang saja tanpa membahas yang lain. Tapi malah barang barang Nana yang membuat Keisya membahas Nana.


"Heii Keii gimana?" tanya Enju.


"Sudah nih tolong antar aku ke apart ya?" minta tolong Keisya ke enju.


"Iyaa pasti ku antar kok" jawab kepastian dari Enju. Karena Enju juga tak mau Keisya kembali ke apartemen nya sendirian apa lagi sudah malam.


Karena pertanyaan Enju yang membuat Keisya membahas Nana, jadi dia langsung mengajak Keisya buru buru pulang.


"Yasudah ayo" ucap Keisya.


"Ga ada yang perlu di bawa?" tanya Enju.


"Oh iya laptopnya Nana sama berkas berkas nya dia" jawab Keisya.


"Besok aja" ucap Enju.


"Kenapa memang kalau sekarang?" tanya keisya penasaran.


"Sudah malam sayang, sudah ayo" jawab Enju


"Iyaa ayo akhirnya aku bisa pulang" ucap lega Keisya yang tak menyadari sesuatu.


"Oh iya Keii, mau pakai masker sama pakai topi ga?" tanya Enju menawarkan.


"Kenapa memang?" tanya penasaran Keisya.


"Ga ada sih jadi mau apa engga?" tanya Enju.


"Mau deh" jawab keisya sebagai balas budi.


"Yasudah nih" ucap Enju sambil menyerahkan topi dan masker berwarna hitam.


Keisya pun memakai topi dan masker untuk menutupi wajahnya. Masker hitam dan topi hitam supaya orang orang tak tau siapa Keisya sebenarnya. Mereka pun menuju keluar rumah sakit. Keisya adalah orang yang sedang dekat dan sedang menjadi pembicaraan media.


Di luar rumah sakit terlihat 2 orang pemuda yang sedang menaiki mobil dan menjadi sorotan publik. Orang orang di sekitar mereka kagum karena mobil yang dimiliki Enju itu sangat mahal harganya. Mereka juga sedang memperhatikan orang yang sedang menaiki mobil tersebut. Untung saja Keisya sebelumnya sudah di suruh Enju untuk memakai topi dan masker. Saat Keisya masuk ke dalam mobil tersebut Keisya penasaran apa yang terjadi di luar kok mereka memperhatikan Keisya terus menerus. Keisya pun menanyakan soal itu kepada Enju.


"Hiko, apa yang sedang terjadi di luar?" tanya Keisya penasaran.


"Entah aku juga penasaran, sudah biarkan saja ya?" ucap pura pura penasaran Enju. Karena Enju sudah tau apa yang terjadi di luar jadi ia memainkan peran nya lagi.


Karena perjalanan dari ruangan Keisya menuju mobil di luar rumah sakit sangat jauh jadi Keisya merasa pengap. Keisya di saat di tengah jalan pun berusaha agar tidak melepas maskernya karena ingin balas budi.


"Boleh tapi kalau keluar mobil pakai lagi ya?" jawab Enju dan perintah Enju.


"Iyaa baiklah" jawab Keisya menurut.


Mereka pun menuju ke apartemen pribadi Enju. Tempat dimana Keisya tinggal beberapa hari lalu. Sesampainya di gerbang masuk apartemen. Enju pun memerintahkan tim nya supaya melarang seseorang pun masuk ke area apartemen nya.


Karena Enju mempunyai insting kalau akan ada wartawan yang akan datang bergerombol. Sesampainya di depan apartemen nya Enju memutuskan untuk tinggal di situ lagi karena ia juga ingin menemani Keisya yang baru keluar dari rumah sakit. Enju juga memutuskan untuk pindah kamar menuju ke depan kamar Keisya. Jika sudah di depan kamar keisya kan enak kalau Keisya butuh bantuannya.


Mereka pun turun dari mobil lalu Enju mengajak Keisya untuk duduk di sofa di lobby untuk membicarakan tentang kepindahan nya ke depan kamar Keisya.


"Keii aku kan pindah ke depan kamar mu ya" ucap Enju dengan santainya.


"Eh kok tiba tiba?" tanya kaget Keisya.


"Biar gampang kalau kamu butuh apa apa nanti" jawab alasan Enju sebenarnya Enju tak ingin pisah terlalu jauh saja dengan Keisya.


"Ohh baiklah" jawab Keisya mengerti.


Beberapa saat kemudian Keisya pun penasaran apa dia boleh masuk kantor apa tidak oleh Hiko/Enju karena Enju juga yang sudah mengantarkan dia pulang ke apartemen dan selalu menemani nya.


Karena besok Enju akan menerima ucapan welcome dari para karyawan jadi akan ketahuan wajah Enju. Untuk mencegah itu semua terjadi sebaiknya Enju bilang kalau ia mencemaskan keadaan Keisya yang baru keluar dari rumah sakit.


"Oh ya Hiko aku boleh masuk kantor besok?" tanya Keisya penasaran.


"Jangan dulu sebaiknya" jawab saran Enju.


"Kenapa?" tanya penasaran Keisya.


"Karena kamu kan baru keluar dari rumah sakit dan besok juga libur" jawab alasan Enju.


"Ohh begitu" ucap mengerti Keisya.


"Iyaa kamu akan sendirian besok gapapa kan?" tanya Enju menghawatirkan Keisya.


"Gapapa kok" jawab Keisya tersenyum.


Seketika pipi Enju pun memerah karena senyuman Keisya yang tampak polos dan manis.


Setelah mengobrol sampai larut ternyata Keisya sudah tertidur di sofa. Setelah enju mengetahui kalau Keisya ketiduran akhirnya ia mengendong Keisya menuju ke kamarnya. Tapi sayang sekali Enju tak tahu password nya berapa. Tak pakai banyak basa basi akhirnya Enju membawa Keisya ke kamarnya saja. Setelah sampai di kamar nya Enju pun langsung menaruh Keisya ke kasur dan lanjut untuk mandi. Setelah Enju mandi ia pun langsung tidur di sofa ruang tengah nya. Keesokan harinya jam 8 pun tiba akhirnya Keisya bangun karena bau yang ada di sekitarnya berbeda dengan bau di kamarnya sendiri, hidung Keisya cukup tajam jadi ia langsung bangun. Keisya pun bangun lalu menoleh kesana-kemari melihat sekelilingnya. ia langsung menyadari kalau itu bukan kamarnya "Dimana aku?".


Setelah melihat sekeliling nya Keisya memutuskan untuk pergi ke dapur (dapurnya dekat dengan kamar mandi) untuk mencari tahu apartemen siapa itu. Karena biasanya pagi pagi waktunya untuk masak dan mandi. Tapi sayang sekali ia tak menemukan siapa siapa di dapur tersebut. Setelah melihat lihat dapur akhirnya Keisya menuju ke kamar mandi. Kamar mandi tersebut terbuka jadi Keisya mengira kalau tak ada orang, ia pun asal masuk saja. Dibuat terkejut nya ia dengan sesosok lelaki yang sedang mandi di kamar mandi nampaknya ia lupa untuk menutup pintu kamar mandi tersebut. Keisya pun reflek teriak dan lari ke menuju keluar kamar mandi. Tapi ia terpeleset sampai akhirnya jatuh. "Duh" rintihnya.