
Karena kepolosan Keisya ia bahkan tak tau perasaan apa yang ia rasakan saat ini. Keisya pun blak blakan cerita soal Enju di depan bawahan nya sendiri. Ya cerita Keisya akan menjadi informasi yang banyak tuk di ceritakan ke Enju.
"Mungkin, aku ga tau ini perasaan apa semenjak di tinggal dia aku seperti pengen nangis dan saat bersama dia aku seperti aman dari segala hal" cerita Keisya.
"Aku tak tahu nama lengkap nya dia hanya memberitahukan nama panggilan nya, dan nama itu adalah Hiko"
"Hiko?" tanya Nana.
"Iyaa dia karyawan biasa di kantor katanya, Oh iya Nana ayo kembali saja aku ga enak kalau keluar dari kantor saat jam kerja" ucap Keisya.
"Yasudah kamu duluan saja ke mobil, nanti aku naik taksi saja, Aku ada urusan di dekat sini" jawab Nana.
"Baiklah makasih ya" ucap Keisya.
"Iyaa sama sama, hati hati ya" ucap Nana.
Keisya pun ke mobil.
Keisya pun ke mobil. Lalu supir pun mengantar kan Keisya ke kantor.
Disisi lain Nana terlihat menghabiskan kopi tuk menemani nya cerita ke Enju. Syukurlah Enju di sana mendarat dengan selamat. Enju pun mendengar semua cerita dari Nana dan sekretaris nya. Lalu Nana pun di beri perintah tuk terus menjaga nya dan Enju menyuruh Nana tuk membereskan hutangnya Keisya.
"Halo langsung ke intinya saja" perintah Enju.
"Ini soal keisya" jawab nana.
"Sebentar saya pakai headset dulu" ucap enju.
Enju pun memakai headset.
"Sudah lanjutkan" perintah Enju.
"Keisya suka sama big bos" ucap Nana.
"Jangan bercanda kamu" jawab Enju
"Tentu tidak, aku baru saja mendengar cerita nya" jawab Nana.
"Huh baiklah aku akan segera menyelesaikan semuanya" batin nya "Aku akan segera pulang sayang ku tunggu aku ya"
Dasar Enju kalian ini belum memiliki hubungan apa apa selain teman sadar lah. Ya mabuk cinta memang tak memandang umur.
Tiba tiba Nana nada serius.
"Baiklah dan…" ucap Nana
"Nyawa Keisya tak akan selamat jika ia tak segera melunasi hutang yang di tinggalkan orang tuanya" jawab Nana.
"Lalu orang tua nya kemana?" tanya Enju.
"Entah katanya, nanti saya akan cari tau"
"Bagus, lunasi semua hutang nya kalau yang meminjami uang kepada orang tua Keisya itu macam macam bunuh saja dia" perintah Enju.
"Baiklah saya juga tak tau berapa hutang nya"
"Kamu ini gimana sih" jawab kesal Enju.
"Maaf saya akan segera menanyakan nya"
"Baiklah kalau sudah tau bilang ke barra dan laporkan lagi jika kau sudah membereskan orang itu" perintah Enju.
*Tut* Enju mematikan telepon nya secara sepihak.
"Baik, duh kebiasaan deh" ucap Nana sambil menghabiskan kopi lalu membayar.
Setelah Nana membayar kopi ia pun kembali ke kantor lalu menuju ke ruangan Keisya. Karena Nana belum tau seberapa banyak hutang orang tuanya, Nana akan menanyakan itu. Selesai menanyakan sepada Keisya, Nana pun menuju ke ruangan sekertaris Enju, barra.
*toktoktok*
"Masuk" perintah Keisya.
"Berapa hutang orang tuamu?" tanya Nana.
"Ohh banyak sekali, aku tak yakin aku bisa melunasinya" jawab Keisya.
"Kan sudah ku bilang akan ku bantu, jadi berapa?" tanya Nana.
"120jt sama bunga nya" jawab Keisya.
"Baiklah nanti antarkan aku ke orang yang meminjami uang ke orang tuamu" perintah Nana untuk mengantarkan nya.
"Baiklah jam berapa?" tanya keisya.
"Jam makan siang, dah ya makasih" ucap Nana.
"Iyaa" jawab keisya.
Nana pun keluar lalu langsung menuju ke ruangan sekretaris big bos.