My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 23 Butuh bawahan big bos!



Selesai menanyakan sepada Keisya, Nana pun menuju ke ruangan sekertaris Enju, barra.


*toktoktok*


"Masuk" perintah Keisya.


"Berapa hutang orang tuamu?" tanya Nana.


"Ohh banyak sekali, aku tak yakin aku bisa melunasinya" jawab Keisya.


"Kan sudah ku bilang akan ku bantu, jadi berapa?" tanya Nana.


"120jt sama bunga nya" jawab Keisya.


"Baiklah nanti antarkan aku ke orang yang meminjami uang ke orang tuamu" perintah Nana untuk mengantarkan nya.


"Baiklah jam berapa?" tanya keisya.


"Jam makan siang, dah ya makasih" ucap Nana.


"Iyaa" jawab keiaya.


Nana pun keluar lalu langsung menuju ke ruangan sekretaris big bos.


Sesampainya di ruangan barra ia pun langsung saja memberitahukan jumlah hutang orang tua Keisya. Selesai memberitahu barra, Nana pun keluar lalu memberitahu Fina Adriana tuk mencari dimana dan siapa orang tua Keisya yang aslinya. Karena Fina adalah saudara Nana.


*toktok*


"Masuk" perintah barra


Nana pun masuk


"Jadi berapa?" tanya barra


"Oh pak barra sudah tau ya?" tanya Nana.


"Tentu saja" jawab barra.


"120jt sama bunga nya" jawab Nana.


"Banyak sekali" ucap kaget barra.


"Iya nanti saya akan mencari informasi tentang orang tua Keisya" ucap Nana.


"Bagus akan aku bicarakan dengan big bos"


"Iyaa terimakasih saya permisi" jawab Nana.


Nana pun keluar ruangan dan keluar kantor untuk mencari informasi tentang orang tua Keisya.


Sementara barra sedang menghubungi Enju yang sendang istirahat. Enju mengangkat telepon dari barra sambil marah marah karena sudah menganggu waktu nya. Barra pun menyebut nama Keisya supaya Enju tak marah, benar saja ia langsung serius.


"Halo, ada apa? kau menganggu waktu istirahat ku saja" tanya kesal Enju.


"Maaf tapi ini penting" jawab barra


"Iya tau bisa nanti saja ti--" ucap kesal Enju.


"Keisya efrinda" potong barra.


"Ada apa dengan dia?" tanya Enju.


"Hutang orang tua nya mencapai 120jt sudah termaksud bunganya" jawab barra.


"Baiklah"


*tut* telepon pun dimatikan sepihak oleh Enju lagi. Kebiasaan deh..


Barra pun mengambil uang lalu di serahkan kepada Nana untuk pergi menemui orang itu. Jam makan siang pun datang seperti janji nya Nana dan Keisya akan keluar kantor lagi tuk menemui orang itu. Mereka menemui orang itu dahulu lalu makan siang.


*Toktoktok*


"Masuk" perintah Keisya.


"Keii ayo" ajak Nana.


"Iya ayo, tapi na…" ucap Keisya.


"Kenapa?" tanya Nana.


"Katanya kalau mau melunasi hutang nya aku ga boleh bawa orang 1 pun, Entah kenapa"


"Yasudah kamu tunggu di luar dulu aku mau ambil tas ku" perintah Nana.


"Iyaa" jawab Keisya.


Nana pun ke luar dari ruangan Keisya lalu menuju ke ruangan Barra tuk mengambil uang tersebut, dan Nana meminta beberapa bawahan Enju tuk menjaga Keisya.


Sayang sekali Keisya yang harus memberikan uang tersebut tanpa membawa seseorang jadi Nana dan bawahan Enju pun bersembunyi dahulu lalu kalau Keisya kenapa Napa mereka akan maju.


*toktok*


"Masuk, oh Nana nih sudah" perintah barra.


"Pak barra saya boleh meminta beberapa bawahan big bos?" tanya Nana.


"Buat apa?" tanya barra.


"Buat jaga Keisya, katanya ga boleh ada seorang pun ikut memberikan uang"


"Huh baiklah, 20 cukup?, dan kalau kurang hubungi Ryan Murphy" tanya dan perintah barra.


"Cukup, mungkin" jawab Nana.


"Baik nih semoga berhasil"


Nana pun keluar dari ruangan barra.


Nana pun menuju ke luar kantor tempat dimana Keisya menunggu Nana.


"Maaf lama, lalu Ke daerah mana kita pergi?" tanya Nana.


"Ke daerah kos ku dulu" jawab Keisya.


"Baiklah, (tiba-tiba teriak) daerah kos mu ya"


"Iya kenapa tiba tiba teriak?" tanya Keisya.


"Ti-tidak, sudah ayo" jawab panik Nana.


"Iyaa" jawab Keisya.


mereka pun naik ke mobil, lalu menuju ke daerah kosnya Keisya dulu.