My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 81 Sang ayah dan ibu datang.



Enju langsung merasa bersalah sekali karena masalah selalu menghampiri tunangannya, keisya. Enju pun mau tak mau harus menahan tangisannya supaya tak terlihat seperti lelaki lemah.


"Tak apa, sudah aman sekarang. Maaf ya sayang kamu terus menerus terlibat dalam masalah ku" jawab Enju sambil memeluk keisya seerat-eratnya dan matanya berkaca-kaca. Mereka pun berhasil kabur tanpa ada pengejaran.


Sesampainya di pelabuhan, keisya tak mau turun dari kapal karena ia takut. Keisya takut ada orang asing yang tiba tiba datang menghampirinya.


"Ayo turun, kita sudah sampai" ajak Enju.


"Ga mau, takut" jawab keisya.


"Gapapa ku gandeng" balas Enju.


"Ga mau, aku tidur disini aja ya?" tanya keisya.


"Jangan dong nanti ayah ibu nyariin kamu gimana?, sini ku gendong aja ya?" tanya Enju.


"Yasudah baiklah, tapi kami gapapa kan? aku berat" jawab dan tanya keisya.


"Kamu pikir yang memindahkan kamu ke villa itu aku? bos ngotot tau buat gendong kamu" ucap Nana secara tiba tiba.


Seperti kata Nana, Enju ngotot tuk mengendong keisya karena Enju sudah kesal dengan kelakuan Nana. Enju pun seketika malu sendiri karena Nana berkata seperti itu. Akhirnya Enju memerintah Nana tuk memindahkan beberapa barang.


"Hussh diam, dah sana kau pindahin barang barang" perintah Enju.


"Baiklah" jawab Nana lalu ia pergi.


"Pegangan ya?" tanya Enju.


"Iyaa, makasih ya" jawab keisya.


"Iyaa aman" balas Enju lalu mengendong keisya dan membawa keluar keisya. Setelah keluar Enju langsung menuju ke mobil. Sesampainya di mobil, Enju meminta keisya tuk menunggunya di mobil.


Tapi lagi lagi keisya tak mau, ia ingin terus di temani olehnya. Enju pun berfikir untuk memerintah Nana tuk menemani keisya. Tapi disisi lain Enju juga berfikir untuk tak menyerahkan keisya ke Nana terlebih dahulu karena kejadian kemarin.


"Bentar ya tunggu disini?, aku mau mengurus sisanya" tanya Enju.


"Ga mau takut" jawab keisya.


"Yasudah deh, oh iya nanti mau makan siang apa? atau jajan apa?" tanya Enju. Seperti kata Enju, nanti saat sampai di pelabuhan sudah waktunya makan siang. Maka dari itu Enju menawarkan keisya tuk makan apa.


Karena setelah dari laut, keisya jadi menginginkan ikan bakar.


"Udah waktunya makan siang ya? aku mau makan ikan bakar" tanya dan jawab keisya.


"Boleh, ayo kita ke restoran ikan bakar terkenal" jawab Enju.


"Baiklah terimakasih ya" balas keisya lalu mereka menuju ke restoran itu. Sesampainya di restoran, Enju pun mengajak keisya untuk turun. Untung saja ia mau karena sebelumnya tak mau turun.


"Ayo turun" ucap Enju mengajak.


"Iya ayoo, aku sudah tak sabar" balas keisya. Enju pun membawa keisya tuk menuju ke dalam restoran. Situasinya masih bahaya, karena itu Enju memutuskan take away saja makanannya.


Tak hanya beli ikan bakar, keisya juga menginginkan minuman favoritnya tapi ia malu tuk mengatakan pada Enju.


"Sayang bungkus saja ya?" tanya Enju.


"Iyaa gapapa" jawab keisya.


"Oh iya mau minuman apa lagi?" tanya Enju.


"Ga ada sudah itu saja" jawab keisya. Setelah itu Enju pun memesankan jus favoritnya.


"Ikan bakar spesial 2 dan jus semangka dua tolong take away" ucap Enju. Take away adalah memesan makan dengan cara membungkusnya untuk dibawa pulang. Setelah memesan lalu membayarnya, Enju menunggu beberapa menit untuk menunggu pesanan mereka jadi.


"Itu saja?" tanya kasir itu.


"Iya itu saja, berapa?" jawab dan tanya Enju.


Setelah itu Keisya pun berterima kasih karena ia di belikan menu spesial beserta jus favoritnya.


"Sabar ya sayang jangan makan di mobil, di rumah saja" ucap Enju.


"I-iyaa terimakasih" jawab keisya.


"Iya sama sama, sebagai gantinya jangan hilang lagi ya aku mohon" ucap Enju.


"Iyaa, maka dari itu tolong jaga aku lebih dari sebelumnya ya?" tanya keisya.


"Iyaa pasti" jawab Enju lalu memeluk keisya dan meneteskan air matanya.


Sesampainya di rumah, keisya pun di kaget kan dengan sang ayah dan sang ibu yang duduk manis di sofa ruang tamu.


"Ayah, ibu?" tanya keisya tak percaya.


"Nak.. akhirnya kamu pulang. Ada yang terluka? kamu habis di apain?" tanya ibunda.


"Aku kembali dan maaf bu udah buat ibu khawatir, aku baik baik saja kok. Aku tak di apa apain sama mereka" jawab keisya.


"Sini duduk dulu" ajak sang ibu.


Setelah itu sang ayah pun mengajak Enju tuk berbicara empat mata selagi sang ibu mengalihkan perhatian keisya. Sang ayah menanyakan soal kejadian yang di alami oleh keisya akibat kelalaian Enju.


Karena Enju masih belum di beri tahu soal mereka oleh Nana jadi ia tak bisa menjawab pertanyaan itu. Tapi, tiba tiba Nana datang membawakan ikan bakar tadi yang tertinggal di mobil. Enju pun memberi kode ke Nana untuk menghampiri nya setelah menaruh ikan bakar itu di meja. Setelah itu pun Nana memberikan semua informasi yang ia peroleh ke Enju dan sang ayah. Lalu tiba tiba keisya memanggil Enju, ia memanggil Enju karena ingin mengajak Enju tuk makan. Untung saja Enju memesan lebih ikan bakarnya jadi sang ayah dan ibu bisa ikut makan juga. Enju sebelumnya juga tak tau jika sang ayah dan ibu datang ke rumahnya.


Mereka datang ke rumah Enju secara tiba-tiba dan tak memberitahu Enju.


"Sayang ayo makan" ucap keisya.


"Iyaa aku datang" jawab Enju lalu ia datang menghampiri keisya.


"Bi tolong ambilkan alat makan" ucap Enju.


"Mau berapa tuan?" tanya pembantu.


"5 set" jawab Enju.


"Banyak sekali, buat apa?" tanya ibunda.


"Ayah, ibu, aku, keisya, Nana" jawab Enju.


"Kalian berdua saja yang makan, ayah sama ibu mau pulang. Habis ini ayah ada meeting juga" ucap sang ayah.


"Baiklah, hati hati di jalan" jawab Enju lalu mereka berdua pun pulang.


Keisya pun melihat Nana yang sedang diam di tempat.


"Makan sini na" ajak keisya.


"Tak usah aku mau menemui seseorang" jawab Nana.


"Siapa?" tanya keisya.


"Pasti Barra, sudah 2 hari tak bertemu mereka berdua" jawab Enju.


"Tau aja, dah ya selamat menikmati" ucap Nana lalu pergi menuju ke tempat Barra.


"Iya terimakasih" balas keisya.


Mereka pun menikmati makanan sambil bercanda tawa.


Bagi yg punya uang lebih silahkan..


https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true