My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 100 Orang yang menjadi target.



"Licik juga kamu, untuk sementara kau tinggal di bawah tanah dulu. Jangan sampai keluar apalagi bertemu dengan kakakmu. Di sana ada persediaan selama 1 tahun" ucap Enju.


"Tapi bagaimana soal beliau?, beliau memerintah ku untuk merebut xxxxxx, untuk alasannya aku tak tau. Kalau tidak bisa merebutnya aku akan mati" tanya Fina.


"Apa?!" tanya Enju terkejut.


"Maafkan aku" ucap Fina.


"Baiklah, selamat siang" jawab Enju.


Enju pun pergi dari ruangan itu dan menuju ke ruangan Keisya dengan wajah murung. Sesampainya di ruangan Keisya, Enju langsung memeluk Keisya dengan sangat erat dan tak lama dari itu ia menangis.


"Ada apa sayang? kamu tak terluka kan? apa yang terjadi?" tanya Keisya.


"Ada apa bos?" tanya Nana.


"Maaf na, biarkan kami berdua" jawab Enju.


Nana pun keluar dari ruangan dan segera menemui Barra. Sedangkan Enju masih memeluk Keisya sambil menangis. Keisya tentu saja tak tinggal diam, ia terus bertanya dan mengecek tubuh Enju.


"Bisa tolong diam?, aku ingin istirahat disini. Sebentar saja ya?" tanya Enju.


Keisya pun diam dan ia menjawab dengan hanya menganggukkan kepalanya. Enju pun tertidur pulas di pelukan Keisya, begitupun Keisya yang awalnya masih makan. Ruangan itu pun seketika berubah suasananya menjadi hening. Beberapa jam kemudian, akhirnya Enju terbangun dahulu. Enju ternyata di baringkan di kasur yang berada di ruangan itu oleh Keisya. Di samping Enju tak ada siapa siapa kecuali guling. Enju seketika panik dan segera mencari Keisya. Keisya yang sedang asik menonton TV itu terkejut karena Enju memanggil namanya sambil menangis, ia menghampiri Enju lalu memeluknya seperti apa yang Enju lakukan disaat ia datang tiba tiba ke ruangan itu.


"Sayang, apa yang sebenarnya terjadi? mengapa kamu tiba tiba seperti ini?, beritahu aku tentang semuanya" tanya Keisya.


"Maaf, aku hanya terlalu lelah saja. Aku kangen kamu" jawab Enju.


"Lalu siapa sosok hitam itu?" tanya Keisya.


"Dia hanya pencuri yang berhasil aku kalahkan. Jadi jangan khawatir" jawab Enju.


"Baiklah, kamu juga jangan khawatir. Aku akan terus disini mencintaimu" ucap Keisya.


"Terimakasih, Jangan berhenti mencintaiku, karna aku juga mencintaimu" jawab Enju.


Lalu mereka pun berciuman selayaknya sepasang suami istri yang saling mencintai. Tiba tiba ketukan pintu pun terdengar, Enju segera melepaskan pelukannya itu dengan wajah malunya.


"Biarkan aku yang membuka nya, kamu disini saja. Jangan berdiri" ucap Enju.


Enju pun segera membukakan pintu itu, ternyata yang datang adalah ayahnya.


"Ayah? ada apa?" tanya Enju.


"Mana wanita itu?" tanya Toji.


"Di ruangan 7, sebenarnya.." jawab Enju.


"Ayah sudah tau siapa dia sebenarnya, biarkan ayah menemuinya" ucap Toji.


"Apa? sejak kapan?" tanya Enju.


"Sudah tak usah banyak tanya, lanjutkan dengan calon istrimu. Jangan buat dia menunggu" jawab Toji.


"Apanya?" tanya Enju.


Pertanyaan itu pun tak terjawab kerena ayahnya pergi meninggalkan nya sambil melambaikan tangan. Setelah beberapa detik Enju berfikir, ia baru sadar jika ia habis melakukan itu dengan Keisya. Wajah Enju seketika merah merona, ia pun segera menutup pintunya dan Kembali ke Keisya.


"Siapa yang datang sayang?" tanya Keisya.


"Ayah. Biasa, orang tua yang selalu mengecek keadaan anaknya. Sudah aku mau kembali ke kamar, kamu mau ikut?" jawab dan tanya Enju.


"Mau, gendong" jawab Keisya manja.


Seperti biasa, Enju mengendong Keisya tanpa aba aba. Mereka pun sampai ke kamar Enju.


"Mau ngapain sayang?" tanya Keisya.


"Aku mau mengerjakan pekerjaan ku, tunggu sebentar ya" jawab Enju.


"Boleh aku ikut mengerjakan tugas yang lain? supaya ada kegiatan" tanya Keisya.


"Boleh. Nanti aku kirim datanya" jawab Enju.


Mereka berdua pun mengerjakan tugasnya masing masing sampai sore. Pada sore hari, Enju membawa Keisya untuk ke ruangan yang selama ini Keisya belum tau. Karena Keisya belum menelusuri semua ruangan di rumah Enju. Ruangan itu pasti akan Keisya gunakan setiap hari pastinya.


"Ayo sayang ikut aku" ucap Enju.


"Sudah.. ikut saja, nanti aku bantu menyelesaikannya" jawab Enju.


Keisya pun tangannya di tarik oleh Enju menuju ruangan itu. Sesampainya di ruangan itu, Keisya tentu saja terkejut dan bahagia.


"Sayang? ini buat aku?" tanya Keisya.


"Tentu saja, kamu boleh istirahat disini. Gimana kamu suka?" jawab dan tanya Enju.


"Suka banget!!" jawab Keisya.


Gimana tak membuat Keisya terkejut dan bahagia, ruangan itu berisikan tumpukan camilan dan berdinding cat pink kemudian terlukis karakter kartun kesukaannya. Tingkah laku Keisya masih seperti anak kecil, namun hatinya sangat lembut.


"Inget ya kamu boleh makan semua itu, tapi kamu jangan sampai sakit. Harus seimbang pola makannya, mengerti?" ucap Enju.


"Baik!!" jawab Keisya.


"Oh iya di sebelah ruangan---" ucap Enju terpotong.


Tiba tiba Keisya memeluk erat tubuh Enju.


"Loh kenapa? kamu tak suka?" tanya Enju.


"Suka kok, Terimakasih" jawab Keisya.


"Iyaa sama sama" balas Enju.


"Oh iya tadi kamu mau ngomong apa? maaf tiba tiba memelukmu" tanya Keisya.


"Itu, di sebelah ruangan ini ada hadiah lagi buat kamu. Coba kamu lihat" jawab Enju.


Tak menunggu lama, Keisya segera menghampiri ruangan itu. Lagi lagi dirinya di buat tak percaya oleh Enju.


"Ini serius buat aku?" tanya Keisya.


"Iyaa serius, lucu kan merchandise nya. Kapan kapan ku ajak ke tokonya kalau mau. Di jaga baik baik yaa" jawab Enju.


"Eh? memang di mana tokonya?" tanya Keisya


"Rahasia, intinya dia itu jauh sekali tempatnya. Kalau ke sana harus menaiki kendaraan yang terbang" jawab Enju.


"Sayang.. dimana itu?.. kasih tau.." ucap Keisya kesal dan penasaran.


"Sudah, nanti kamu bakal tau. Sudah ayo kembali. Kita makan malam" jawab Enju.


"Eh sudah malam saja?" tanya Keisya.


"Iyaa sudah, maaf ya aku lupa mengajakmu untuk makan siang tadi" jawab Enju.


"Tak apa, aku tadi masih kenyang kok karena makan kue dari ibu" balas Keisya.


Mereka berdua pun menuju ke dapur untuk makan malam. Sesampainya di dapur, ternyata Toji juga ada di sana. Tak hanya Toji, di sana juga ada sepasang kekasih yang belum bertunangan, Nana dan Barra.


"Wah kalian sudah ada disini saja nih, janjian ya? aku kok tak di ajak" ucap Enju.


"Habisnya anda tak ada di kamar, jadi kami kesini duluan" jawab Barra.


"Iya tuh, saya kita kalian.." jawab Toji.


"Kalian apa yah? jangan setengah-setengah dong.." tanya Enju kesal.


"Halah biasanya kau juga seperti itu kan, setengah-setengah" jawab Toji.


"Tidak juga" balas Enju.


"Sudah malah ribut. Makan sini, keburu makanannya dingin" ucap Nana.


Enju dan Keisya pun duduk di kursi makan.


 


...-----------------------------------...


Bagi yang mau ajaa.. https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true