
Tak lama dari Enju memerintah pelayan itu, pelayan tersebut langsung melaksanakan perintah itu. Lalu Enju pun memesan steak termahal di sana. Semua rela di lakukan oleh Enju demi Keisya sang pujaan hatinya. Saat sudah memesan Keisya pun iseng memeriksa harga daging itu, betapa kagetnya ia melihat harga steak tersebut. 15 menit kemudian steak tersebut pun datang.
"Hiko.. harga nya..." ucap takut Keisya.
"Tak apa apa sudah kamu makan saja, tau cara makan nya kan?" tanya Enju.
"Tidak, maaf" sedih dan cemberutnya Keisya.
"Tak apa sini biar aku potongkan biar kamu tinggal memakan nya saja" hibur enju untuk Keisya supaya tak sedih.
"Tak apa?"
"Tentu saja" dengan senang hati tentunya.
Enju pun memotongkan steak tersebut untuk Keisya.
Selesai memotongkan steak itu Enju pun iseng untuk menyuapi Keisya, untung nya Keisya mau untuk memakannya.
"Keii" mengangkat garpu yang ada dagingnya
"Iyaa?" tanya keisya
"Buka mulut mu" perintah Enju.
"Baiklah selamat makan"
*Hap*
"Hmm enak banget" ucap Keisya.
"Tentu saja" batin nya "Karena aku yang memotongkan nya haha".
"Mau lagi?" tanya Enju.
"Tidak, biar aku makan sendiri saja kamu juga makan ya? Hiko" jawab dan tanya keisya.
"Ba-baiklah" jawab Enju.
Mereka pun makan bersama dengan lahap.
Tak di sadari Keisya Enju terus melirik Keisya dengan sangat teliti. Sampai sampai ia hampir mengiris jari nya sendiri. Sungguh wanita yang sangat spesial huh author iri. Beberapa menit kemudian ternyata Keisya menyadarinya dan menanyakan apa yang sedang terjadi ke Enju/Hiko.
"Hiko? apa yang terjadi?" tanya Keisya.
"Ti-tidak ada, sudah makan lah" jawab Enju.
"Iyaa sedikit lagi selesai, bagaimana kamu?"
"Sudah" jawab enju.
"Iyaa, ayo pulang" ucap Keisya.
Selesai makan mereka pun langsung kembali ke kantor untuk menyelesaikan tugas mereka masing-masing.
...******...
Sesampainya di kantor Enju pun meminta nomor Keisya supaya jika ada perlu tak usah mendatangi Keisya begitu pula sebaliknya. Mereka pun langsung menuju ke ruangan nya dan segera menyelesaikan tugas mereka masing masing.
"Buat apa Hiko?" tanya keisya.
"Buat nanti kalau ada perlu tak usah datang ke ruangan jadi tinggal telpon saja atau sms" penjelasan dari Enju yang tentu saja omong kosong haha dasar Enju.
"Baiklah ini xxxxx" jawab Keisya.
"Makasih ya" senyum enju
"Iyaa, yasudah aku duluan ya" pamit keisya
"Iyaa" seketika Enju pun mood nya naik.
Keisya pun turun.
Keisya lagi fokus menyelesaikan tugas nya tiba tiba Barra Ravindra sang sekretaris big bos pun datang ke ruangan keisya. Keisya pun terkaget kenapa dia kemari padahal dia tak melakukan hal yang melanggar peraturan di kantor ini.
*toktok* suara ketukan pintu.
"Masuk" perintah Keisya.
"Keisya Efrinda?" tanya barra
"Iyaa pak barra?" tanya Keisya.
"Serahkan beberapa bekas yang sedang kau kerjakan itu" perintah barra.
"Apa saja?" tanya Keisya.
"Terserah" jawab barra.
"Baik" ucap Keisya.
Keisya pun memilah milah berkas yang sudah dia kerjakan dan berkas yang belum dia sentuh sama sekali.
Berkas yang belum Keisya sentuh sama sekali akan di serahkan ke Barra.
"Ini pak, berkas ini belum saya sentuh sama sekali maaf" ucap keisya.
"Ya tak apa ga perlu minta maaf" jawab barra.
"Baik" jawab Keisya.
"Yasudah saya permisi dulu" ucap Barra.
"Baik silahkan" jawab Keisya.
Barra pun keluar dari ruangan Keisya dan menuju ke meja resepsionis untuk menyerahkan berkas. Berkas tersebut akan di bagikan ke pegawai yang sudah berpengalaman kerja di kantor.
"Tolong urus ini, ini perintah big bos" perintah barra mengatasnamakan Enju.
"Baik" jawab penjaga meja resepsionis.
Barra pun menyerahkan berkas tersebut ke meja resepsionis lalu kembali ke ruangan nya.