
Nana pun menuju ke luar kantor tempat dimana Keisya menunggu Nana.
"Maaf lama, lalu Ke daerah mana kita pergi?" tanya Nana.
"Ke daerah kos ku dulu" jawab Keisya.
"Baiklah, (tiba-tiba teriak) daerah kos mu ya"
"Iya kenapa tiba tiba teriak?" tanya Keisya.
"Ti-tidak, sudah ayo" jawab panik Nana.
"Iyaa" jawab Keisya.
mereka pun naik ke mobil, lalu menuju ke daerah kosnya Keisya dulu.
...****...
Sesampainya di lokasi Nana pun menyuruh Keisya tuk bermain kode jika Keisya merasa bahaya setelah memberikan uang tersebut ia harus angkat tangan seperti memamerkan otot, setelah ia lakukan itu tunggu beberapa saat lalu ia harus lari kembali ke mobil nya.
"Keii mau ga main kode?" tanya Nana
"Gimana tu?" tanya keisya.
"Nanti kalau kamu sudah memberikan uang tersebut kalau kamu merasa bahaya kamu harus angkat tangan mu seperti memamerkan ototmu, gimana?" jelas Nana
"Baiklah, setelah itu bagaimana?" tanya keisya
"Tunggu beberapa saat lalu kamu lari ke mobil dengan cepat ya" perintah Nana.
"Memang ada apa?" tanya keisya.
"Sudah lakukan saja" Batin nya "karena ini markas mafia" jawab Nana.
Sialnya hidup Keisya yang masuk ke sarang mafia.
Karena Keisya sudah setuju ia pun langsung keluar mobil lalu ia menuju ke segerombolan orang yang sedang berleha-leha.
"Hoy Hoy lihat siapa itu yang datang"
"Oh keisya?"
"Bagaimana?"
"Tentu saja, bunuh setelah dapat uang"
"Lalu kita akan foya foya"
"Tentu saja"
Obrolan mereka. Lalu seseorang pun berkata ke Keisya dengan santainya.
"Yo! Keisya lama tak bertemu, mau apa kau kesini?" tanya Ryu jin.
"Tentu saja melunasi hutang" jawab keisya.
"Memang kenapa orang tua ku?" tanya keisya.
"Ya orang tuamu menyuruhmu melunasi semua hutang nya kepada kita, tanpa mereka bayar sekali pun" jawab bawahan Ryu jin.
"Biarlah, ini uang nya dan jangan berurusan dengan ku lagi" ucap keisya.
"Keisya Keisya, memang kau bisa pulang dengan mudah setelah melunasi hutang mu?, tentu tidak" jawab Ryu jin.
Keisya pun mengangkat tangannya seperti yang di suruh Nana.
"Ho? apa yang sedang kau lakukan?"
"Memamerkan otot tuh sok jagoan dia" jawab salah satu dari mereka yang ada di belakang.
Keisya pun lari ke mobil dengan cepat. Untung saja ia tak tersandung batu atau terpeleset kalau ia tersandung, hidupnya takan selamat. Tak lama dari Keisya sampai di mobil, mobil itu pun menancap gas nya. Mereka pun mengejar karena Keisya berlari ke dalam mobil. Tapi bawahan Enju Takan membiarkan mereka mengejar Keisya.
"Sayang sekali kalian akan berurusan dengan kita" Ucap salah satu bawahan enju.
"Hah siapa kalian?" tanya Ryu jin.
"Kau ga perlu tau Ryu jin"
"Ba-bagaimana kau tau nama ku?" tanya Ryu jin panik.
"Serang!!" ucap Ryan Murphy.
Mereka pun menyerang 1 sama lain untung saja pihak Keisya menang jumlah.
Nana pun membawa Keisya menuju ke kantor lagi dan menyuruh dia tuk tak melihat kaca. Karena di kaca pasti kelihatan mereka sedang berantem dan pasti ada darah. Sesampainya
di kantor Keisya pun memeluk Nana karena ketakutan, karena cemas Nana pun mengatakan kata kata yang dapat menimbulkan kecurigaan Keisya.
"Naa aku takut" ucap keisya.
"Tak usah takut ya, sudah ayo masuk" jawab Nana. Mereka pun masuk ke ruangan Keisya.
"Sudah tak usah takut nanti Hiko juga akan kembali tuk menenangkan mu" ucap Nana.
"Hah apa?, hiko?" tanya keisya.
"Tidak jadi" jawab Nana.
"Katakan kepada ku na, kenapa dengan hiko?"
"Tidak ada sudah ya kamu tenang dulu"
"Sudah tenang, makasih ya" jawab keisya.
"Iya sama sama aku pergi dulu ya" ucap Nana.
"Ya" Jawab singkat Keisya.
Nana pun keluar dari ruangan Keisya.