My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 34 Mampus gw nih...



Nana tak mau membahas soal Enju atau di kenal oleh Keisya sebagai hiko, karena kalau di bahas nanti bakal sedih lagi.


"Oh dokter silahkan" ucap Nana untuk mempersilahkan dokter masuk


Dokter pun masuk


"Keii aku tinggal dulu ya mau menghubungi teman ku, oh iya dok tadi dia mengeluh pusing mohon di periksa" ucap Nana iseng


"Baik" jawab dokter


"Dih naa, jangan lama lama"


Nana pun keluar dan dokter pun masuk untuk memeriksa kondisi Keisya. Nana menuju ke luar rumah sakit untuk menghubungi Enju supaya tak menganggu sekitar.


Sesampainya di depan rumah sakit, Nana pun menelepon Enju untuk menanyakan kapan ia akan datang.


"Halo bos selamat pagi" ucap Nana


"Ada apa?" tanya Enju


"Jawab dulu kek setidaknya" ucap kesal Nana


"Ga usah basa basi, ada apa?" tanya enju kesal karena Nana tak langsung ke intinya


"Saya mau nanya, kapan big bos ke sini?" tanya Nana penasaran


"Kenapa memang nya kau kangen?" tanya kepd an dan iseng Enju


"Tidak, Keisya yang kangen" jawab Nana


"Jam 9 ya, saya baru mendarat, mau istirahat dulu" jawab Enju lelahnya


"Iyaa di tunggu" ucap Nana.


Setelah tanya kapan Enju ke sini, Nana juga mejelaskan apa yang sudah terjadi pada Nana pagi pagi tadi.


Nana pun di marahi karena tak becus lagi menjaga keisya. Yang di lakukan oleh Nana hanya menjauhkan ponselnya dari telinga nya.


"Oh iya big bos jangan marah ya?" tanya Nana


"Ada apa?" tanya Enju penasaran


"Iyaa, cerita saja" perintah Enju tuk cerita


"Tadi pagi pagi sekali Keisya tiba tiba bangun tanpa membangunkan saya, ia terlihat seperti sedih sambil menatap ke luar jendela"


"Ia memikirkan siapa?" tanya Enju penasaran


"Entah, ada dua kemungkinan yaitu memikirkan anda dan memikirkan orang tuanya" jawab Nana tanpa berfikir panjang


"Iyaa oh iya soal orangtuanya dia gimana misi adikmu?" tanya Enju tiba tiba


Tiba tiba Nana takut menjawab dan diam saja batin nya "Duh gimana nih kalau ku ceritain aku bakal mampus, kalau ku suruh tanya ke fina pasti dia akan mampus juga. Karena aku kakak biar aku ceritakan saja, Fina jaga diri ya kakak mu akan mampus". Kata-kata terakhirnya sebelum Nana mampus haha.


Karena Nana diam saja Enju pun berteriak memanggil nama panjang nya supaya dengar dengan suara lantang sampai orang orang yang sedang lewat pun memperhatikan Nana dengan curiga dan kesal nya.


"Nana Mardiana!!" panggil Enju nada keras


"I-iyaa?' jawab kaget Nana


"Kenapa diam saja?, jawab pertanyaan ku!" tanya Enju kesall


"Iyaa, apa pertanyaan nya?" tanya Nana


"Apa misinya berhasil? dan apa hasilnya?" tanya Enju penasaran ia sudah curiga kalau misinya gagal, benar saja gagal.


"Maaf big bos misinya gagal, informasi yang di cari oleh Fina adik saya tak membuahkan hasil sama sekali jejaknya juga tak ada sama sekali" penjelasan Nana dengan rinci dan takut perasaan nya.


Dengan suara lantangnya Enju pun menarik perhatian di sekitar Nana.


"HAH BAGAIMANA KAU INI!, Coba cari lagi dengan teliti sekali lagi kalau tidak cari sampai belahan dunia!" perintah Enju.


"Ba-baik, saya akan bicara ke adik saya, sekali lagi saya minta maaf" ucap Nana gemetar


"Ya" jawab singkat Enju.


*Tut*


Telepon pun di matikan sepihak oleh Enju karena kesalnya. Nana pun bernafas lelah lalu ia memutuskan untuk ke kantin saja.