My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 20 Jangan sampai dia kenapa-napa



Keesokan harinya Keisya memulai harinya seperti biasa sampai sampai tak melihat ponsel nya, mandi lalu sarapan. Saat hendak berangkat ia akhirnya tak lupa untuk membawa ponsel nya. Betapa terkejutnya ia saat melihat balasan pesan dari Hiko/Enju. Keisya seperti merasa kalau pernah mendengarnya tapi di mana. Ia pun membalas pesan nya "Hiko juga jaga diri ya, aku akan kangen kamu". Lalu Keisya pun berangkat ke kantor dengan menaiki bus untuk pertama kalinya. Sesampainya di kantor keisya sedikit telat hari ini karena tersesat. Daerah apartemen ke kantor merupakan daerah asing baginya jadi wajar. Sesampainya di kantor ia terkejut karena para karyawan seperti selesai mengucapkan selamat tinggal kepada seseorang. Keisya pun kebetulan bertemu dengan Nana, lalu ia pun menanyakan apa yang sedang terjadi tadi.


Setelah mengetahui jawaban dari nana ia tak begitu terkejut karena ia juga belum kenal dekat dengan big bos nya.


"Nana?" panggil keisya


"Iyaa ada apa kei?" tanya Nana.


"Kalian sedang apa?" tanya Keisya.


"Kami selesai mengucapkan selamat tinggal ke big bos, kamu telat sih mangkanya gatau"


"Iyaa maaf, big bos kemana memang?" tanya Keisya, karena ia tak dapat informasi apapun


"Ke luar negeri tuk menemui klien penting" jawab Nana menjelaskan.


"Oh baiklah aku masuk dulu" ucap Keisya.


"Iyaa, oh iya kau Sudah sarapan?" tanya nana.


"Sudah" jawab Keisya.


"Nanti makan siang tolong ke ruangan ku ya"


"Baiklah" jawab keisya.


Keisya pun masuk ke kantor lalu masuk ke ruangannya, sedangkan Nana masih di luar karena menenangkan diri tuk menjalankan tugas selanjutnya.


Nana di luar sedang bersandar di dinding sambil meminum kopi dan merokok supaya ia tenang, pantas saja dia di luar tak ikut Keisya masuk ke kantor. Kembali ke keisya, Keisya sedang mengerjakan tugas seperti biasa. Tak lama dari itu dia menghadap ke jendela lalu merasa ada yang mengganjal di hatinya. "Duh kenapa hatiku seperti tak tenang pagi ini padahal tak ada kejad--, oh aku ingat" batin nya, ia pun mengambil ponselnya lalu melihat pesan dari Enju. Sayang sekali ia tak menerima pesan apa apa karena Enju juga sedang di pesawat.


Keisya memutuskan tuk menaruh ponsel nya kembali ke meja lalu melanjutkan perkejaan nya, tapi ia masih tak tenang karena pikirannya hanya terisi Enju Enju dan Enju. Keisya pun memutuskan untuk ke lobby tuk bikin kopi lalu ke ruangan Nana. Sesampainya di ruangan Nana ia bercerita kalau ia tak bisa tenang Keisya berharap Nana membantu nya. Karena Nana luang Nana pun mengajak Keisya untuk ke luar.


*toktoktok* ketukan dari Keisya di ruangan Nana.


"Masuklah" perintah nana.


"Nana aku ga bisa kerja" jawab Keisya.


"Kenapa?" tanya Nana.


"Entah, seperti ada yang menganggu pikiran ku tapi tak tau apa" jawab Keisya.


"Baiklah ikut aku keluar" perintah Nana.


"Apa kamu yakin na?, ini kan masih jam kantor" tanya tak yakin Keisya.


"Tak apa apa" jawab Nana.


"Baiklah ayo" ucap Keisya.


Keisya dan Nana pun keluar kantor lalu pergi jalan jalan.


Tapi sebelum itu Nana menyuruh Keisya tuk menunggu di luar dulu. Nana ingin memberitahukan sekretaris Enju untuk meninggalkan kantor sementara tuk menghibur Keisya yang sedang kebanyakan pikiran. Sesuai perintah Enju jika Keisya bermasalah tolong hibur atau temani dia.


"Pak barra saya mau membawa Keisya keluar dulu, katanya ia kebanyakan pikiran" ucap Nana


"Baiklah jangan sampai dia kenapa Napa" jawab barra


"Baik" jawab nana


Selesai izin Nana pun keluar. Saat Nana keluar barra pun menghubungi Enju tuk memberitahukan soal Keisya.