My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 102 Rencana mengakhiri semuanya.



"Seperti biasa ya pak, selalu hebat dalam segala hal dan selalu mengisap benda itu. Itu tak sehat loh" ucap Fina.


Fina pun keluar dari persembunyiannya dan menampakan diri di depan Enju dan Toji.


"Biarkan lah, ayah sedang banyak fikiran. Sudah wajar" balas Enju.


Fina mengambil benda yang sama di meja lalu menyalakannya dan mengisapnya.


"Kau ternyata juga suka ya?" tanya Enju.


"Tentu saja, cobalah" jawab Fina.


Tiba tiba Toji berdiri dan menarik kerah Fina.


"Iya iya maaf aku cuma bercanda" ucap Fina.


"Sudah ayah.." ucap Enju.


Toji pun melepaskan tangannya dari kerah Fina, ia melakukan itu karena Fina sudah keterlaluan bercanda nya.


"Sudah kalian kembali lah, saya mau tidur dulu sudah mengantuk" ucap Toji.


"Baiklah" ucap Enju dan Fina.


Toji pun kembali ke tempat nya. Disaat Toji sudah kembali dan hanya tersisa mereka, sekarang giliran Enju yang mengancam Fina dengan menarik kerah Fina.


"Ingat ya, kalau kau tak menuruti perintah ku dan ayah kau akan mati di tangan ku. Meskipun kakakmu memohon mohon untuk tak membunuhmu, aku takkan segan-segan membunuhmu" ucap Enju.


"Ba-baik" jawab Fina.


Enju pun melepaskan tangannya lalu menuju kembali ke kamar. Fina saat itu sangat panas dingin, ia benar-benar takut tak bisa menepati janjinya karena terhalang rekannya. Sedangkan disisi lain, di kamar Enju. Keisya sedang ditemani oleh Barra dan Nana. Mereka berdua kembali ke kamar Enju setelah Barra mengajak Nana ke kamarnya sebentar untuk berbicara empat mata.


"Baiklah, dah ya keii. Sekarang minta belajar suamimu tuh" jawab Nana.


"Iyaa terimakasih na" balas Keisya.


Nana dan Barra pun kembali ke kamarnya untuk istirahat dan menyimpan tenaga mereka untuk esok. Keesokan harinya, mereka sarapan seperti biasa dan sampai pada malam harinya. Akhirnya sudah waktunya untuk melaksanakan rencana mereka. Semua orang sudah siap terutama ketua dari Parakonde.


"Sudah siap semuanya?" tanya Toji.


"Siap pak" jawab Parakonde.


"Kalau ada yang mau mundur, sekarang saatnya untuk mundur. Jangan ragu, keraguan itu akan menggagalkan semua rencana" ucap Toji.


Beberapa Parakonde ada yang mundur karena perasaan ragu mereka. Parakonde yang mundur akan di perintahkan untuk menjaga rumah. Mereka dididik untuk jujur tentang semua hal, terutama tentang perasaan mereka. Parakonde pun di perintahkan untuk naik ke mobil. Setelah Parakonde sudah naik, mobil khusus pun berangkat ke tempat yang sudah di beritahukan oleh Fina. Di dalam mobil, perasaan Enju senang sekali karena akhirnya bisa menghabisi orang yang telah menjadikan Keisya sebagai target. Sedangkan perasaan Toji berantakan, takut rencana yang ia buat gagal dan mengakibatkan banyak nyawa yang melayang. Sebelum sampai di markas rekan Fina, ternyata mereka sudah siap di depan pintu masuk. Toji menerima itu dari anak buahnya yang sudah lama bersama nya dan sudah ahli.


"Lalu bagaimana? apakah rencananya di ubah ayah?" tanya Enju.


"Beberapa ada yang masuk lewat depan dan di pimpin oleh Barra untuk umpan, sisanya tolong ikuti Enju sebagian untuk lewat belakang. Sebagian lagi ikut saya untuk lewat pintu rahasia yang akan di arahkan oleh Fina di bawah tanah" jawab Toji.


"Baik" jawab semua orang.


Mereka semua pun melaksanakan perintah Toji. Untungnya mereka semua sebelumnya sudah di latih secara khusus oleh Toji. Mereka semua pun menyergap markas itu dengan semangat yang membara.


...------------------------------------------------...


Haloo, kembali lagi bersama Lyaaachi disini. Lyaaachi akan mengumumkan bahwa novel ini akan kembali lagi di bulan Juni. Novel lanjutan akan di anggap sebagai season 2.


Terimakasih sudah membaca novel ini, nantikan novel selanjutnya dari Lyaaachi yaa.. terus support Lyaaachi melalui https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true . Terimakasih


- Lyaaachi