My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 101 Tiba tiba datang.



"Kalian apa yah? jangan setengah-setengah dong.." tanya Enju kesal.


"Halah biasanya kau juga seperti itu kan, setengah-setengah" jawab Toji.


"Tidak juga" balas Enju.


"Sudah malah ribut. Makan sini, keburu makanannya dingin" ucap Nana.


Enju dan Keisya pun duduk di kursi makan.


"Nanti setelah makan, ayah ingin bicara dengan mu. Bisa?" tanya Toji.


"Yah.., tak bisa bersama Keisya lagi dong" jawab Enju sedih.


"Bos kok akhir-akhir ini manja sekali dengan Keisya? ada apa? haha" tanya Nana tertawa.


"Apa?, benar seperti itu?" tanya Toji.


"Ti-tidak, perasaam mu saja kali" jawab Enju.


"Aku juga merasa seperti itu.." balas Barra.


"Kalian ini yaa.., tidak ada kok. Ya kan sayang?" tanya Enju.


"Entah, mungkin ada" jawab Keisya.


"Sayang.. kamu malah ikut ikutan mereka. Terus siapa yang ada di pihak ku?" tanya Enju.


Tiba tiba sosok wanita yang mereka takuti datang dan menjawab pertanyaan Enju.


"Saya" jawab sosok wanita itu.


Seketika semua orang pun berdiri dan waspada terhadap nya, kecuali Keisya yang masih tak tau apa apa. Keisya yang saat itu hanya fokus pada makanannya. Namun setelah mereka semua berdiri, sosok wanita itu hilang dari hadapan mereka.


"Kemana dia? sial" tanya Nana yang berniat mengejarnya.


Tangan Nana pun di tahan oleh Enju.


"Biarkan, mungkin hanya halusinasi. Lihat Keisya, dia tak berekspresi" ucap Enju.


"Haha, mungkin iya. Mungkin karena kita selalu berhadapan dengan dia" ucap Toji.


Sepasang anak dan ayah itu pun berusaha untuk menenangkan suasana. Mereka tak ingin Nana dan Barra tau, jika tau mereka takkan segan-segan menghabisinya.


"Sudah ayo cepat habiskan makan malamnya lalu kita kembali ke ruangan masing masing, inget jangan sendiri" perintah Toji.


"Baiklah, bapak bersama siapa?" tanya Barra.


"Saya sama anak anak, kalian juga kalau mau kemana mana bawa satu penjaga" jawab Toji.


"Baik" balas Nana, Enju, dan Barra.


Mereka pun melanjutkan memakan makanan mereka. Setelah selesai, sesuai perintah Toji mereka semua pun ke ruangan mereka masing-masing. Sebagai anak, Enju bahkan tak tau apa maksud perintah ayahnya itu setelah ayahnya itu menemui Fina. Di kamar Enju, Keisya memutuskan untuk tidur duluan karena ia sudah terlalu kenyang.


"Sayang aku boleh tidur duluan?" tanya keisya


"Boleh, sini ku peluk" jawab Enju.


Keisya pun membaringkan tubuhnya dengan menghadap ke hadapan Enju untuk dipeluknya. Tak lama setelah Enju memeluknya, akhirnya Keisya pun tertidur dengan tenang dan begitupun dirinya. Waktu pun berjalan sampai tengah malam, tiba tiba Enju ingin ke toilet.


"Huh sial" ucap Enju kesal.


Enju tak hanya ke toilet, dirinya juga ingin pergi mengecek Fina di ruangan yang telah Enju siapkan. Sesampainya di ruangan itu, ternyata benar prediksi Enju bahwa Fina akan menghilang. Namun tiba tiba Fina datang menghampiri nya.


"Ada apa? kau berfikir aku kabur kan?" tanya Fina yang tiba tiba datang.


"Sepertinya kau sedikit terlatih dalam hal bayangan dan jejak" ucap Enju.


"Darimana kau?" tanya Enju.


"Aku hanya berjalan jalan sebentar kok, lagian aku tak mungkin melarikan diri karena aku sudah merasa aman disini" jawab Fina.


"Buktikan omongan mu" ucap Enju.


"Bagaimana caranya?" tanya Fina.


"Jaga Keisya apapun caranya seketat mungkin dari orang orangmu" jawab Enju.


"Baiklah akan ku usahakan" balas Fina.


"Yasudah aku kembali dulu, Keisya masih tidur. Kalau ada apa apa tulis surat saja lalu tinggalkan di kamarku" ucap Enju.


"Baiklah" jawab Fina.


Enju pun kembali ke kamar Keisya untuk menemani tidur Keisya. Keesokan harinya, mereka pun menjalani hari seperti biasa hingga beberapa hari. Sampai pada di suatu hari, malam yang Toji nantikan yaitu hari dimana ia akan menjelaskan rencananya untuk menangkap ketuanya.


"Jadi bagaimana rencananya pak? sampai mengumpulkan kami semua" tanya Barra.


Seperti kata Barra, mereka semua di kumpulkan di suatu tempat. Semua orang berkumpul termasuk bawahan Enju dan Toji kecuali yang sedang berjaga dan dua wanita utama mereka yang harus aman. Mereka para bawahan Enju dan Toji di sebut dengan Parakonde.


"Ini sudah semua?, oh iya untuk parakonde tolong beritahu yang lain seusai mendengarkan rencana ini. Tapi tetap hati hati, kalau bisa pakai kode bahasa" ucap Toji.


"Baik" jawab Parakonde.


Toji pun menjelaskan rencana yang sudah ia susun sejak ia bertemu dengan Fina di ruangan bawah tanah milik Enju. Toji juga sedikit menggunakan bahasa kode untuk memberitahu bahwa Fina adalah wanita yang pernah mereka lawan. Toji menggunakan kode bahasa supaya Barra tak tau, karena Barra belum paham kode.


"Bagaimana? ada yang tidak setuju? tanyakan sebelum terlambat" tanya Toji.


Semua orang pun terdiam seolah mereka sudah paham. Tiba tiba Toji dan Enju merasakan keberadaan Fina, namun semua orang tak tahu. Enju pun panik takut Barra tau, Toji akhirnya segera memberitahu mereka untuk mengalihkan perhatian Barra. Toji juga memberitahu Fina untuk segera pergi dari sana sebelum Barra menyadarinya.


"Sudah untuk sekarang kalian beristirahatlah untuk menyimpan energi kalian untuk besok. Selamat malam, bubar" ucap Toji.


"Baik" jawab Parakonde.


Parakonde pun bubar kecuali Barra, Enju, dan Toji yang masih duduk di tempat. Mereka seperti itu karena biasanya ada tambahan pemberitahuan khusus, tapi kali ini Barra merasa aneh karena tak seperti biasanya.


"Ada apa lagi? sudah kau kembali sana ke calon istrimu" ucap Enju


"Loh tak ada tambahan?" tanya Barra.


"Tak ada, semua sudah ku ucapkan tadi. Jadi segeralah kembali. Kami juga akan kembali, selamat malam" jawab Toji.


"Baiklah selamat malam" balas Barra.


Barra pun kembali ke kamar Enju untuk bertemu dengan Nana yang sedang menjaga Keisya. Barra ingin menjemput Nana lalu ia bawa ke kamar seperti biasa. Sesampainya di kamar, ia menceritakan tentang rencana yang sudah Toji beritahu kepadanya. Barra juga menceritakan keanehan sepasang orangtua dan anak itu. Sedangkan disisi lain.


"Gerak gerik kita tak aneh kan? barra sampai berekspresi seperti itu" tanya Enju.


"Sepertinya aneh. Kau kan sudah ku perintah untuk kembali ke ruanganmu sudah keluarlah, mereka semua sudah pergi. Parakonde sudah tau juga" ucap Toji.


"Seperti biasa ya pak, selalu hebat dalam segala hal dan selalu mengisap benda itu. Itu tak sehat loh" ucap Fina.


Fina pun keluar dari persembunyiannya dan menampakan diri di depan Enju dan Toji.


"Biarkan lah, ayah sedang banyak fikiran. Sudah wajar" balas Enju.


Fina mengambil benda yang sama di meja lalu menyalakannya dan mengisapnya.


...-----------------------------------...


Bagi yang mau ajaa.. https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true