
Posisi keisya yang awalnya duduk kini tertidur lagi karena tarikan Enju, untung saja mereka sedang tidur di kasur yang empuk.
"Yasudah aku mau keluar dulu" jawab keisya.
"Mau ngapain? sudah tidurlah lagi" ucap Enju. Setelah itu keisya pun ikut tertidur. Beberapa menit kemudian mereka berdua mendengar suara ketukan pintu. Enju pun langsung bangun dan pergi untuk membukakan pintu nya. Tak di sangka yang menganggu tidur nya adalah Barra. Tentu saja Enju akan kesal.
Pagi pagi Barra datang ke kamar Enju karena ia ingin memberitahukan ke Enju. Ia ingin memberitahu soal apa yang telah terjadi baru saja dan sudah membuat keributan.
"Ada apa? ganggu tidur ku saja" ucap Enju.
"Maaf tapi ada keributan di luar" balas Barra.
"Keributan tentang apa?" tanya Enju bingung.
Tiba tiba ada suara dari sebuah barang *dor*
"Bos pasti tau, sebaiknya segera pergi dari sini lewat pintu belakang, Nana sudah menunggu kalian" jawab Barra.
Setelah Barra berkata seperti itu dan Enju mendengar suara dari sebuah benda, jadi ia segera masuk ke dalam lalu mengendong keisya yang masih tidur.
Setelah Enju menggendong keisya, ia langsung lari menuju ke luar kamar dan menyerahkan sisanya seperti biasa ke Barra.
"Urus sisanya" ucap Enju.
"Baik hati hati, dan.." balas Barra.
"Apa lagi, cepat ?!" tanya Enju.
"Jaga Nana" jawab Barra malu.
"Iyaa aman sebagai gantinya urus sisanya sampai benar benar selesai" balas Enju.
"Baik sampai ketemu di rumah" ucap Barra.
Barra pun berlari keluar, sedangkan Enju yang masih menggendong keisya berlari menuju pintu belakang untuk melindungi keisya.
Sesampainya di belakang gedung, Enju dan keisya bertemu dengan Nana yang sudah siap menyetir dengan gaya.
"Cepat masuk, biar saya yang menyetir" ucap Nana sambil membuka kacamata hitamnya. Enju pun masuk ke dalam. Saat di dalam, tentu saja Enju menanyakan soal keadaan tamunya. Enju juga sudah mempersiapkan semuanya, mulai dari tempat perlindungan dengan para pengawal yang profesional jadi dirinya tak panik berlebihan.
"Apa mereka selamat?" tanya Enju.
"Iya sudah di pindahkan ke ruangan itu" jawab Nana sambil mengendarai mobil, dirinya mengendarai mobil dengan lumayan ngebut.
Tiba tiba terdengar suara dari sebuah benda yang keras membangunkan keisya. *dor* Saat keisya bangun, Enju tentu saja panik karena dirinya tak mau keisya mendengar suara dari benda itu. Apa lagi suaranya sangat keras.
"Sayang suara apa itu?" tanya keisya lemas.
"Maaf ya kamu jadi terbangun, tadi cuma suara ban mobil yang meletus" jawab Enju.
"Oh baiklah, tapi mau kemana kita?" tanya keisya sambil melihat jendela mobil.
"Kita akan pulang" jawab Enju. Tiba tiba suara itu terdengar lagi *Dor*. Karena Enju sangat kesal jadi dirinya ingin turun saja untuk membereskannya dengan tangannya sendiri.
"Na, berhenti" ucap Enju. Nana pun langsung menginjak rem tapi tak mendadak.
"Sayang kamu mau kemana?" tanya keisya.
"Bentar ya sayang, aku mau beli sesuatu dulu haus, dan cepat pakai seatbelt " jawab Enju.
"Baiklah hati hati ya" balas keisya. Tak lama dari itu Enju pun langsung menutup bagasi itu dengan keras keras lalu langsung berlari.
Setelah mendengar suara bagasi tertutup, Nana pun langsung menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi. Keisya seketika panik dan bingung.
"Na, tapikan Enju belum kembali" ucap keisya.
"Tak apa, dia tadi bilang kalau mau pulang pesan ojek online saja" jawab Nana
"Tapi kenapa?" tanya keisya khawatir.
"Ngantri beli minum dan makannya" jawab Nana. Tentu saja itu semua bohong, mereka melakukan itu karena ingin melindungi target orang yang berani menghancurkan pagi Enju.
"Baiklah hati hati menyetir nya" balas keisya.
"Tentu saja" ucap Nana. Tiba tiba ada seseorang yang mengendarai motor berwarna hitam dan mengenakan pakaian serba hitam juga.
Seseorang itu menyuruh Nana untuk pindah jalur. Nana tak menyerang orang itu karena ia di berikan orang itu sebuah kode kalau dirinya bukan musuh. Setelah menerima kode itu, Nana pun langsung berpindah jalur untuk pulang. Keisya pun kembali bingung lagi.
"Loh na kan katanya mau pulang, dan jalan pulang nya ga lewat sini" ucap keisya.
"Ini kan masih pagi, jadi ayo kita sarapan dulu di mall, dan kamu mau makan apa nanti?" jawab dan tanya Nana. Setelah Nana berkata seperti itu, ia langsung menghubungi salah satu bawahan Enju yang berada di rumah untuk menjaga mereka di mall.
"Baiklah kalau begitu aku mau makan makanan Korea yang berkuah" jawab keisya.
Sesampainya di mall, Nana harus terus mengandeng tangan keisya. Nana mengajak keisya untuk pergi ke sebuah restoran yang lumayan mewah untuk makan. Tak hanya mereka berdua yang masuk ke dalam restoran itu, bahkan para bodyguard yang sudah disiapkan oleh Nana sebelumnya juga ikut masuk ke dalam. Selesai masuk lalu duduk kursi, Nana pun memesan makanan.
"Saya pesan ini 2 dan ini 3, oh iya meja nomer 3 dan 5 saya yang bayar" Ucap Nana.
"Baik saya permisi" ucap pelayan.
Pelayan itu pun langsung menghampiri meja 3 dan 5 yang berisikan para bodyguard yang menjaga Keisya dan Nana.
Saat pelayan itu sampai di meja, para bodyguard tersebut pun bingung mengapa pelayan itu menuju ke meja nya. Mereka bingung karena seingat mereka tak memanggil pelayan itu.
"Maaf kalian mau pesan apa?" tanya pelayan.
Para bodyguard itupun hanya diam bingung.
"Maaf tapi seingat kami, kami tak memangil anda" jawab salah satu bodyguard.
"Kalian di bayar sama orang yang menempati meja nomer 4" balas pelayan itu.
"Baiklah kalau begitu saya pesan minuman ini saja 4" jawab salah satu bodyguard sambil menunjuk menu yang akan di pesan.
"Baik saya permisi" balas pelayan itu.
Pelayan itu pun pergi ke dapur untuk memberitahu koki.
Sedangkan di meja Keisya dan Nana, keisya sedang bersantai sambil menunggu pesanan mereka datang. Sedangkan Nana sedang menjaga keisya dan tak pernah sedetikpun mengalihkan perhatian nya dari keisya. Karena situasi sedang kacau Nana harus benar benar menjaga keisya. Beberapa menit kemudian akhirnya pesanan mereka datang. Saat pelayan selesai menaruh makanan ke meja, ia pun pergi. Saat pelayan itu pergi, Nana menyadari sesuatu jika pelayan itu bersikap aneh. Nana pun memberi kode kepada para bodyguard untuk menuju ke meja Nana dan keisya.