My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 84 Acara berakhir.



Keisya kali ini makan dengan santai, tak seperti biasanya yang lahap. Enju pun merasa aneh karena keisya tiba tiba seperti itu tanpa di perintah dirinya. Enju pun bertanya dengan suara pelan dan di jawab keisya dengan suara pelan juga.


"Sayang tumben tak seperti biasanya? biasanya kamu sangat lahap" tanya Enju.


"Aku tadi di suruh ibu untuk makan seperti ini. Aslinya aku pengen sekali makan seperti biasanya tapi kata ibu ada benarnya kalau aku harus menjaga kesopanan" balas keisya.


"Ibu ya? baiklah syukurlah kamu sudah tau. Sisanya nanti akan ku ajarkan besok atau lusa sebelum 1 bulan mendatang" ucap Enju.


"Baiklah, sudah selamat makan" ucap keisya. Mereka pun kembali makan, Enju makan seperti biasanya sedangkan keisya makan seperti apa kata Leona.


Makan malam pun berakhir, lalu Shima pun menutup acara malam itu. Shima akan berbicara beberapa kata untuk penutupan.


"Gimana makanannya? semoga enak ya. Acara bebas akan di mulai bagi yang ingin pulang silahkan. Sekali lagi terimakasih untuk keluarga Uchita dan yang terutama keluarga Emihiko yang telah hadir. Pertemuan selanjutnya akan diadakan bulan depan jadi mohon kehadirannya sekali lagi. Terimakasih" ucap Shima penutupan lalu di sambung dengan Toji yang mempersilahkan untuk bubar dari meja makan. Rata rata mereka akan menetap di sini, terutama para orang tua yang akan mengadakan acara dewasa.


Kedua pasangan baru itu pun memutuskan untuk pulang saja karena keisya tak enak jika dia tinggal disini. Keisya merasa tak enak karena dirinya adalah anggota baru disitu.


"Sayang mau menetap di sini apa pulang?" tanya Enju berharap tuk pulang.


"Pulang saja" jawab keisya.


"Kenapa tak menetap?" tanya Enju.


"Aku kan anggota baru disini, jadi mungkin pertemuan selanjutnya saja aku menetap disini" jawab keisya.


"Baiklah ayo berpamitan sama yang lain, orang yang pengen kamu sapa aja" ucap Enju.


"Baiklah ayo" balas keisya. Keisya pun menghampiri beberapa orang untuk berpamitan tuk pulang.


Keisya tak menghampiri semua orang karena ia masih takut, karena baru kenal jadi ia tak menghampiri mereka semua. Setelah itu mereka berdua pun keluar dari rumah lalu menuju ke mobil tuk pulang.


"Gimana acaranya sayang?" tanya Enju.


"Lumayan" jawab keisya.


"Bosan ga?" tanya Enju.


"Tidak, aku jadi kenal banyak orang baru dan aku ingin akrab dengan mereka" jawab keisya.


"Syukurlah kalau begitu, sudah istirahat saja dulu nanti kalau ketiduran aku pindahin ke kamar" ucap Enju.


"Iyaa selamat malam" balas keisya. Tak selang beberapa menit, keisya pun tertidur pulas dan santainya.


Sesampainya di rumah, sesuai kata Enju tadi ia akan memindahkan jika keisya tertidur di mobil. Enju pun segera memindahkan keisya supaya tak masuk angin. Setelah memindahkan keisya di kamarnya sendiri, Enju pun segera membersihkan badan lalu tidur di kamarnya sendiri. Beberapa menit kemudian keisya terbangun karena mimpi buruk, ia segera bangun lalu mencari Enju. Tapi harinya nihil, ia tak menemukan siapapun di kamarnya. Kamar itu suasananya sangat hening jadi keisya semakin takut. Keisya pun segera bangun lalu berlari tuk menuju ke kamar Enju.


Sesampainya di kamar Enju, ia pun segera menuju ke kasur Enju.


"Sayang..." ucap keisya.


"Iya ada apa?" tanya Enju kaget dan langsung terbangun dari tidurnya itu.


"Takut.. tadi ada orang orang yang mau menembakku" jawab keisya.


"Mimpi doang itu sayang, sini naik lalu tidurlah besok kita kembali bekerja" balas Enju. Keisya pun segera naik ke kasur, lalu menutupi tubuhnya menggunakan selimut untuk melindungi tubuhnya.


Keesokan harinya, Enju kali ini yang bangun terlebih dahulu sebelum keisya. Enju segera bangun lalu bersiap siap ke kantor. Setelah Enju siap, Enju pun hendak berangkat ke kantor. Sebelum Enju berangkat ke kantor, Enju tak lupa untuk membangunkan keisya tapi keisya tak mau bangun.


"Sayang bangun sudah pagi" ucap Enju.


"Mmm nanti dulu" jawab keisya lemas.


"Yasudah, aku berangkat dulu ya nanti kamu panggil bibi saja kalau butuh apa apa. Kalau ada yang penting hubungi aku ya" ucap Enju.


"Ya" jawab keisya lalu ia kembali tidur. Keisya pun kembali tidur dengan nyenyak. Enju pun memutuskan untuk menulis surat saja karena ia takut keisya tak memperhatikan omongannya itu.


Seperti biasa, surat itu ia letakkan di meja samping tempat tidur. Setelah menulis surat itu, Enju pun segera berangkat ke kantor. Beberapa jam setelah Enju berangkat, keisya pun terbangun. Keisya bangun untuk menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka. Tapi keisya tiba tiba terjatuh dengan keras karena badannya berat sekali dan kepalanya terasa pusing. Pembantu yang berada di depan pintu kamar Enju pun segera masuk tuk mengecek keadaan di dalam.


Pembantu itu pun kaget.


"Nona ada apa?, Anda kenapa?" tanya bibi.


"Tak apa bi, aku hanya sedikit pusing. Tolong bantu aku ke kasur lagi" jawab keisya.


"Baik non, pelan pelan" balas bibi. Pembantu itu pun membantu keisya tuk kembali ke kasur. Setelah itu keisya pun membaringkan tubuhnya tuk kembali istirahat.Pembantu itu pun meminta izin tuk mengambilkan segelas air putih di dapur.


"Sebentar ya non, saya izin mengambil air putih di dapur" ucap bibi.


"Iya silahkan" jawab keisya. Lalu pembantu itu pun segera menuju ke dapur untuk mengambilkan keisya segelas air putih. Tak hanya mengambil air putih, pembantu itu juga memberitahu pembantu lain tuk memberitahu Enju tentang keadaan keisya.


Setelah itu pembantu itu pun kembali ke kamar Enju tuk memberi segelas air putih itu tuk keisya.


"Ini non minum dulu" ucap bibi.


"Terimakasih" balas keisya lalu meminum air putih itu sampai habis. Setelah habis, keisya pun mengembalikan gelas itu.


"Ini terimakasih" ucap keisya.


"Sama sama non, anda sebaiknya jangan banyak gerak dan istirahat dulu saja" ucap bibi itu khawatir. Lalu keisya pun memejam kan matanya. Beberapa menit kemudian, Enju pun datang ke kamarnya. Enju menanyakan keadaan keisya ke pembantu nya itu.


"Bagaimana keadaan nya sekarang?" tanya Enju khawatir dan ngos-ngosan.


"Beliau sudah kembali beristirahat" balas bibi.


"Baiklah terimakasih" ucap Enju lalu ia menuju ke kamarnya.


Enju pun duduk di sebelah keisya yang tidur itu. Enju pun membatin "Sayang jangan sakit dong.." sambil menggenggam tangan keisya. Tak lama dari itu, keisya pun terbangun.


"Sayang? kenapa kamu ada di sini?" tanya keisya bingung.


"Kata bibi kamu habis jatuh. Ada yang sakit?. Ku panggilkan dokter ya" tanya Enju.


"Tak ada yang sakit sudah tak perlu dokter aku hanya sakit ringan" jawab keisya. Karena keisya hanya merasakan sakit biasa di tubuhnya jadi ia menolak untuk di panggil kan dokter oleh Enju.


Bagi yg punya uang lebih silahkan..


https://trakteer.id/lyaak/tip?.open\=true