My Big Boss Is My Husband

My Big Boss Is My Husband
Eps. 42 Nyaman dan hangat.



Enju pun dengan santainya mengatakan itu tanpa berfikir dahulu.


"Iyaa dah sayang" . Untung saja Keisya tak ngeh kalau Enju mengatakan kata-kata "Sayang". Lalu Enju pun berdiri dan menuju keluar rumah sakit. Enju pun naik ke mobilnya lalu menuju ke hotel untuk mandi saja. Di mobil Enju terlihat salah tingkah dan memikirkan apa yang barusan dia ucapkan. "Sial apa yang aku baru saja katakan ke keisyaa" batinnya. Mereka berdua pun mandi sendiri sendiri tapi kebetulan sekali bersamaan. Selesai mandi Enju pun langsung menuju ke rumah sakit lagi.


Setelah sampai di rumah sakit Enju masih saja salah tingkah karena kelakuannya sendiri. Sesampainya di ruangan Keisya, Enju memberanikan diri untuk tidak salah tingkah lagi. Enju sampai beku di depan pintu masuk ruangan Keisya. Karena ia takut tiba tiba salah tingkah lagi seperti saat Keisya menghubungi Enju waktu itu, sampai sampai gelas yang ada di depan mejanya pecah. Beberapa menit kemudian akhirnya Enju masuk ke dalam ruangan.


Untung saja saat Enju masuk, keisya berada di dekat jendela lagi. Setelah Enju mengetahui itu, Enju pun memeluk Keisya lagi. Ternyata Keisya tak kaget justru dia merasa nyaman ketika di peluk oleh Enju.


"Kok kamu malah nyaman Keii?" tanya Enju.


"Hangatnya.." ucap Keisya nyaman.


"Ohh begitu?, baiklah" ucap Enju menambah keeratan pelukan nya.


Enju pun memeluk keisya dengan sangat erat setelah Keisya bilang kalau hangat. Beberapa menit kemudian setelah Keisya lelah akhirnya Keisya menyuruh Enju tuk melepaskan pelukannya.


Tapi Enju tak mau karena ia sudah nyaman memeluk Keisya. Keisya pun akhirnya marah karena ia merasa panas juga.


"Hiko lepasin dong" minta Keisya


"Nga mau" jawab Enju menolak.


"Kenapa?" tanya Keisya


"Ga mau aja aku sudah nyaman" jawab Enju.


"Tapi aku lelah pengen tiduran" dan ucap keisya mengeluh.


"Ya sudah ku gendong ya?" tanya Enju.


"Ga mau nanti infusnya melilit" jawab khawatir keisya takut terlilit.


"Yasudah jalan saja ku pegangin" ucap Enju.


Enju pun membawa Keisya ke ranjang rumah sakit.


Saat sampai di ranjang akhirnya Enju menyadari kalau nana tak ada ia pun menanyakan ke Keisya.


"Kemana teman mu?" tanya Enju.


"Keluar cari kopi" Jawab keisya.


Karena nana tak menjaga Keisya dan membiarkan ia sendirian. Enju pun kesal dan bicara di dalam hati "Anak itu.. awas saja nanti berani beraninya" batinnya.


"Kopi ya?" tanya Enju.


"Iya dia juga keseringan minum kopi" Jawab Keisya yang menyadari kalau sudah nana keseringan minum kopi.


"Wah parah sekali" ucap Enju.


"Iyaa" jawab Keisya.


Tiba tiba dokter datang untuk mencabut infus untuk menyatakan kalau Keisya sudah boleh pulang hari ini.


Saat dokter mencabut infus akhirnya Nana pun datang dengan santainya. Setelah Enju mengetahui bahwa Nana datang ia pun segera mengajak Nana untuk bicara sebentar. Tak lupa Enju pun bilang ke Keisya dahulu supaya ia tak curiga dengan kedekatan Nana dan enju.


"Bentar ya Keii aku mau bicara sebentar sama teman mu" ucap izin Enju supaya tak merengek untuk minta enju jangan pergi.


"Iyaa aduh.." jawab Keisya kesakitan.


"Ada apa?" tanya Enju khawatir


"iyaa, dok jangan sampai ia kesakitan lagi" jawab dan minta Enju ke dokter.


Enju pun keluar menemui nana.


Diluar ruangan terlihat Enju sedang memarahi Nana karena berani sekali meninggalkan Keisya sendirian apa lagi sekarang malam dan sudah waktunya Keisya pulang. Enju pun mulai berfikir negatif dan mengatakan pikirannya ke Nana. Nana hanya bisa diam dan meminta maaf.


"Na berani sekali kau meninggalkan Keisya sendirian apalagi sekarang malam, gimana kalau terjadi apa apa?, gimana kalau dia pulang sendirian?, gimana kalau dia di culik?" ucap Enju melampiaskan kekesalannya ke Nana dan mulai berfikir negatif.


"Maaf bos saya hanya ke toilet" ucap alasan Nana menyesal.


"Kan di dalam ada, kata Keisya kau beli kopi" ucap Enju mengelakkan Nana.


"Ee.." ucap Nana menyesal.


"Jadi semua itu benar?" tanya Enju.


"I-iyaa bos maaf" ucap Nana meminta maaf.


Karena Nana sudah membuat 2 kesalahan jadi Enju menghukum nana untuk tak bertemu Keisya sementara. Hukuman tersebut juga agar Nana tak membahayakan Keisya selanjutnya dan seterusnya.


"Tch.. besok dan selama 1 Minggu kedepan kau jangan temui Keisya" perintah dari Enju.


"Kenapa? kalau dia mencari ku gimana?" tanya Nana khawatir kalau Keisya mencarinya


"Biarlah biar aku yang urusin" jawab Enju.


"Baik kalau begitu saya permisi dahulu, mohon di jaga Keisya untuk selanjutnya" ucap nana meminta lalu pergi meninggalkan Enju sendirian di depan pintu.


"Ya" jawab Enju singkat.


Nana pun pergi dari rumah sakit dan langsung menghilang. Jejak jejaknya pun hilang termasuk cctv yang ada diri nya.


Selesai memarahi dan menghukum Nana, Enju pun kembali masuk ke ruangan. Akhirnya pencopotan infus sudah selesai jadi dokter bisa langsung kembali jika urusan nya sudah selesai.


"Infusnya sudah tercopot dengan begini anda bisa langsung pulang" ucap dokter.


"Baik dok terimakasih" ucap Keisya berterimakasih.


"Iya sama sama oh iya perlu di ingat anda tak boleh banyak pikiran ya nanti pusing lagi" ucap saran dari dokter.


"Baik dok" ucap Keisya mengerti


"Kalau begitu saya permisi" ucap dokter.


Dokter pun keluar dari ruangan dan pas sekali Enju hendak masuk.


"Terimakasih" ucap Enju berterimakasih.


"Iyaa" jawab dokter lalu pergi, pergi kembali keruangan nya.


Enju pun masuk ke ruangan.


Saat Enju sudah masuk ia berusaha agar Keisya tak bahas Nana. Karena Enju ingin Keisya fokus ke dia seorang saja tanpa membahas yang lain. Tapi malah barang barang Nana yang membuat Keisya membahas Nana.


"Heii Keii gimana?" tanya Enju.


"Sudah nih tolong antar aku ke apart ya?" minta tolong Keisya ke enju.


"Iyaa pasti ku antar kok" jawab kepastian dari Enju. Karena Enju juga tak mau Keisya kembali ke apartemen nya sendirian apa lagi sudah malam.